Suara.com - Sinar matahari diperlukan tubuh sebagai sumber bahan baku pembentukan vitamin D.
Namun, beberapa orang merasa khawatir dengan paparan sinar matahari berlebih dan menghalaunya menggunakan sunblock dengan tingkat SPF yang terlalu tinggi.
Padahal tindakan itu justru menahan sinar matahari, terutama UV B yang baik bagi kulit untuk masuk ke dalam tubuh.
"Sering pakai sunscreen atau sunblock yang SPF-nya tinggi sekali, artinya SPF sampai 100 itu memblok sinar UV hingga 99 persen. Berjemur jadi enggak bisa berfungsi, enggak bisa membentuk vitamin D. Karena hanya satu persen saja sinar matahari yang masuk," jelas dr. Jeff Aloys, Sp.PD., dalam webinar daring, Rabu (5/4/2021).
Ia menyarankan, saat berjemur di bawah matahari memang sebaiknya tidak memakai sunlock. Jika masih ingin memakainya, lebih baik pilih yang tingkat SPF tidak lebih dari 15.
"Karena kalau lebih dari itu akan banyak sekali yang terblokir. Bukan dapat sinar UV justru malah dapat hitam saja. Diharapkan teman-teman yang pakai sunscreen, jadi jangan terus-terusan pakai. Apalagi kalau memang vitamin D-nya kurang," ucap dr. Jeff.
Kebutuhan vitami D orang dewasa rata-rata 600-800 IU. Kebutuhan itu sebenarnya bisa tercukupi dari paparan sinar matahari.
Dokter Jeff mengatakan tak perlu waktu lama untuk berjemur. Cukup 10 sampai 30 menit dalam per hari. Tetapi, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan waktu yang tepat saat berjemur.
Sebab waktu juga menentukan gelombang spesifik yang dihasilkan sinar matahari. Dokter Jeff menjelaskan bahwa gelombang spesifik simanra matahati yang aman adalah sekutar 280 sampai 320 nano meter, di mana UV B bisa didapat secara optimal.
"Kita mengincar UV yang jenisnya B. Jadi ada tiga jenis, ada UV A, UV B, dan UV C. Untuk syarat pembentukan vitamin D, itu hanya UV B saja, hanya muncul saat jam 12 siang," ucapnya.