Terbuat dari Limbah, Brand Ini Bikin Lingerie Seksi Ramah Lingkungan

Irwan Febri Rialdi, Nur Khotimah

Senin, 10 Mei 2021 | 14:03 WIB
Terbuat dari Limbah, Brand Ini Bikin Lingerie Seksi Ramah Lingkungan
Ilustrasi pakaian dalam seksi perempuan atau lingerie [shutterstock]

Suara.com - Sebuah brand asal Inggris baru-baru ini membuat inovasi baru terhadap lingerie buatan mereka. Alih-alih menghasilkan produk biasa, brand ini merilis lingerie ramah lingkungan yang terbuat dari limbah.

Dilansir dari Mirror, brand bernama Lovehoney itu menamai koleksi lingerie seksi terbaru mereka sebagai LHMindful. Juru bicara brand Lovehoney mengatakan bahwa ide untuk produk ini muncul dari masukkan pelanggan.

"Pelanggan kami mengatakan mereka menginginkan pilihan beberapa pakaian dalam yang indah dan berkelanjutan yang terbuat dari bahan daur ulang dan Mindful adalah hasilnya," kata juru bicara Lovehoney dilansir Mirror, Senin (10/5/2021).

Lingerie ini terbuat dari benang regenerasi bernama ECONYL yang berasal dari daur ulang jaring ikan serta beragam limbah yang ditemukan di lautan seperti dituliskan laman International Business Times.

Lovehoney memastikan bahwa produk lingerie mereka 100 persen bisa didaur ulang. Produk ini terwujud berkat kerja sama Lovehoney dengan sebuah perusahaan tekstil ramah lingkungan.

Brand ini rilis lingeri ramah lingkungan yang terbuat dari limbah. (Instagram/@lovehoneyofficial)
Brand ini rilis lingerie ramah lingkungan yang terbuat dari limbah. (Instagram/@lovehoneyofficial)

Merek ini juga menjaga konsistensi label ramah lingkungan dengan memilih kemasan yang terbuat dari kantong cornstarch (semacam kantong pati jagung atau tepung). Bahan ini juga dipastikan bebas plastik dan bisa didaur ulang.

Koleksi lingerie Lovehoney terdiri dari beragam model. Di antaranya adalah bra dengan potongan halter neck, atasan crop top, celana high-waist sampai stoking jaring-jaring yang dipadukan dengan belt.

Sementara itu, koleksi LHMindful tersedia dalam berbagai ukuran dengan harga yang juga bermacam-macam. Mayoritas koleksi ini dijual dengan harga antara 12,99 Pound sterling (Rp259 ribu) hingga 39,99 Pound sterling (Rp797,7 ribu).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bajunya Meresahkan karena Dianggap Mirip Lingerie, Siswi Ini Disuruh Pulang

Bajunya Meresahkan karena Dianggap Mirip Lingerie, Siswi Ini Disuruh Pulang

Lifestyle | Senin, 01 Maret 2021 | 09:37 WIB

Mau Tampil Seksi tapi Nggak Modal, Wanita Ini Nekat Beli Baju Dalam Bekas

Mau Tampil Seksi tapi Nggak Modal, Wanita Ini Nekat Beli Baju Dalam Bekas

Lifestyle | Rabu, 24 Februari 2021 | 15:50 WIB

Pemotretan Lingerie Paling Berbahaya, Wanita Ini Sampai Lompat dari Tebing

Pemotretan Lingerie Paling Berbahaya, Wanita Ini Sampai Lompat dari Tebing

Lifestyle | Rabu, 27 Januari 2021 | 13:44 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×