Bank Sampah Bintang Sejahtera, Mengubah Masalah Menjadi Berkah

Vania Rossa

Kamis, 17 Juni 2021 | 10:20 WIB
Bank Sampah Bintang Sejahtera, Mengubah Masalah Menjadi Berkah
Bank Sampah Bintang Sejahtera. (Facebook)

Suara.com - Sampah menjadi persoalan serius yang selalu kita hadapi setiap hari. Sampah yang menggunung berdampak pada banyak masalah lingkungan, mulai dari polusi tanah, laut, bau tak sedap, hingga lingkungan yang tidak sehat. Masalah sampah ini dirasakan oleh Syawaludin yang kemudian menginisiasi sebuah gerakan sosial berbasis komunitas untuk mengelola dan mengolah sampah menjadi berkah melalui Bank Sampah Bintang Sejahtera.

Bersama istri, Syawaludin mendirikan inisiatif ini pada tahun 2010 dengan modal dari hasil penjualan mas kawinnya. Langkah besar ini berangkat dari kegelisahannya melihat bagaimana kota Mataram dan banyak daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercemar akibat sampah. Padahal, NTB menjadi provinsi yang menyuguhkan keindahan panorama alam untuk industri pariwisata. Untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang lebih luas, Syawaludin kemudian membentuk Facebook Group.

“Kami melihat bahwa laut kita bermasalah, sungai kita bermasalah, bahkan gunung kita yang tertinggi di NTB juga sudah bermasalah dengan sampah. Lalu, saya teringat Bapak saya dulu membesarkan saya dengan ‘sampah’. Akhirnya, mulailah bank sampah ini. Kami masuk desa keluar kampung setiap hari itu menemui masyarakat, membangun komunitas. Kami bukan melihat sampah sebagai masalah, tapi mencoba melihat sampah sebagai berkah,” ujar pria yang dulu dijuluki “Sarjana Sampah” lantaran berhasil lulus kuliah dari hasil berjualan sampah.

Awalnya, masyarakat lokal belum memiliki pemahaman yang mumpuni tentang bank sampah dan cara memilah sampah. Ketika berkunjung ke komunitas ibu-ibu, kelompok pengajian atau sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan tentang olah dan pilah sampah, Syawaludin kerap menerima penolakan, karena dianggap sebagai “pemulung”.

Tak putus asa, Syawaludin mulai menjangkau petugas kebersihan di sekitaran kota Mataram untuk bersama-sama memberikan edukasi.

“Kami jelaskan bahwa dengan mengumpulkan sampah, mereka bisa dapat uang tambahan. Dari situ orang mulai tertarik dan akhirnya mendengar kehadiran bank sampah yang kami dirikan,” kata Syawaludin.

Tujuan utama Bank Sampah Bintang Sejahtera adalah memberikan edukasi kepada warga, khususnya di NTB, untuk dapat memilah sampah langsung dari sumbernya sehingga memudahkan proses daur ulang. Syawaludin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi bersama komunitas dan masyarakat lokal, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Melalui Facebook Group UD. Bank Sampah Bintang Sejahtera dan Halaman Bintang Sejahtera NTB, Syawaludin secara berkala mempublikasikan kegiatan bank sampah dan komunitasnya, memberikan edukasi tentang bagaimana mendirikan bank sampah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis, serta berbagi inspirasi kepada orang-orang tentang pentingnya menjaga kelestarian Bumi.

“Setiap kali kami menggelar pelatihan, kami publikasikan lewat Facebook. Kami menerima banyak respon. Bukan hanya dari daerah kami, tapi juga dari provinsi-provinsi lainnya. Bahkan, ada beberapa yang datang ke tempat kami untuk berdiskusi bagaimana caranya mendirikan bank sampah,” ungkap Syawaludin, mengutip keterangan pers yang diterima Suara.com.

Saat ini, Facebook Group yang dikelola Syawaludin sudah memiliki 796 anggota, dengan mayoritas anggota berbasis di kota Mataram. Sedangkan Halaman Facebooknya kini telah diikuti oleh 1.847 orang.

baca juga

Lebih jauh, Syawaludin mengungkapkan, sampah-sampah yang terpilah akan dikumpulkan di setiap unit bank sampah dan dibayarkan oleh Bank Sampah Bintang Sejahtera. Setelah dibawa ke Reland Center Bintang Sejahtera NTB, sampah ini akan diolah menjadi material baru untuk memenuhi permintaan industri. Sampah seperti botol plastik, misalnya, dapat diolah dengan metode upcycling menjadi sofa, sementara sampah plastik seperti kemasan sachet, dapat diolah menjadi material paving block. Bahkan, beberapa anggota bank sampah dapat menabung dari setoran sampah untuk kebutuhan membayar pajak kendaraan hingga tabungan haji.

Ketika dirinya berkesempatan mengikuti pelatihan Facebook Laju Digital di Mataram pada 2019 lalu, ia mempelajari banyak fitur yang kemudian bisa digunakan untuk terhubung dan menjangkau lebih banyak orang. Tak hanya itu, ia juga mempelajari bagaimana cara membuat dan mengemas konten yang menarik, sehingga pesan untuk membangkitkan kesadaran terhadap pengolahan sampah dapat tersampaikan dengan baik.

Hingga saat ini, ada lebih dari 300 unit bank sampah yang telah bergabung dengan Bank Sampah Bintang Sejahtera. Unit-unit tersebut mengumpulkan sampah dari 12 ribu nasabah di wilayah NTB.

“Kita menjadi satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap kelestarian dan hijaunya Bumi. Karena itulah sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk merawat dan mengembalikan Bumi ini dalam keadaan sebagaimana adanya, bahkan mungkin bisa lebih baik. Saya harap masyarakat di seluruh Indonesia mengambil peran yang aktif untuk bersama-sama memilah dan mengolah sampah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerdik! Wanita Ini 5 Tahun Non-Stop Balas Dendam ke Mantan Tanpa Ketahuan

Cerdik! Wanita Ini 5 Tahun Non-Stop Balas Dendam ke Mantan Tanpa Ketahuan

Lifestyle | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:59 WIB

Berkat Bank Sampah, Lebih dari 16 Ribu Ton Sampah Berhasil Diolah

Berkat Bank Sampah, Lebih dari 16 Ribu Ton Sampah Berhasil Diolah

Lifestyle | Rabu, 16 Juni 2021 | 12:33 WIB

Miris! Cagar Alam Pulau Sempu Dikotori Sampah Diduga Ulah Wisatawan Ilegal

Miris! Cagar Alam Pulau Sempu Dikotori Sampah Diduga Ulah Wisatawan Ilegal

Malang | Selasa, 15 Juni 2021 | 18:53 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×