Suara.com - Sebuah rakit terdampar di salah satu sudut Waduk Gembong yang volume airnya menyusut akibat musim kemarau di Pati, Jawa Tengah, Senin (14/9/2026). Menurut data operator Waduk Gembong, volume air waduk menyusut dari 9,5 juta meter kubik menjadi di kisaran 2,4 juta meter kubik.
Penyusutan tersebut mencapai lebih dari 70 persen dan disebut sebagai salah satu kondisi terparah dalam enam tahun terakhir. Waduk Seloromo Gembong menjadi sumber irigasi bagi sekitar 4.959 hektare lahan pertanian di lima kecamatan.
Dengan sisa volume sekitar 2,4 juta meter kubik, pasokan air diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua pekan jika kebutuhan irigasi petani tetap berjalan. Pengelola juga menyiapkan sekitar 500 ribu meter kubik untuk menjaga kondisi konstruksi waduk.
Kondisi ini dipicu kemarau panjang yang membuat pasokan dari wilayah hulu minim. BMKG memprediksi September masih menjadi periode puncak kemarau di sejumlah wilayah, sementara curah hujan rendah masih berpotensi berlanjut hingga Oktober-November. [ANTARA FOTO/Nirza/app/wsj]