Ngakak! Isian dan Daun Pisang Dipisah, Pelanggan Harus Rakit Lemper Sendiri

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Jum'at, 09 Juli 2021 | 11:00 WIB
Ngakak! Isian dan Daun Pisang Dipisah, Pelanggan Harus Rakit Lemper Sendiri
Ilustrasi jajanan pasar atau jajanan tradisional (Unsplash @fikrirasyid)

Suara.com - Lemper menjadi jajanan tradisional yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Jajanan yang umumnya dibungkus dengan daun pisang ini memiliki isian beragam.

Jajanan tradisional yang mampu mengganjal perut ini pun memiliki harga cukup terjangkau. Saat membeli di pasar, tentunya lemper sudah jadi dan siap makan.

Namun, rupanya ada pedagang yang menjual lemper dengan cara unik. Bagaimana tidak? Pembeli diminta untuk merakit sendiri lemper yang telah dibeli.

Hal tersebut dibagikan melalui akun Instagram @humorserius. Dalam unggahan tersebut, tampak bungkusan plastik mika dengan label bertuliskan "Lemper Ayam Sambal Matah tanpa MSG".

Saat dibuka, lemper ini bisa jadi cukup mengejutkan pembelinya. Terdapat daun pisang, nasi ketan, dan 4 plastik untuk isian lemper seperti sambal, suwiran ayam, dan lainnya.

Lemper rakit (Instagram @humorserius)
Lemper rakit (Instagram @humorserius)

Ya, pembeli harus merakit sendiri serangkaian bahan yang disediakan hingga membentuk lemper. Tentu saja ini adalah hal yang tak biasa.

Bila umumnya orang tinggal membuka daun pisang dan langsung menyantapnya, lemper ini benar-benar berbeda. Bahan-bahan itu harus disatukan, lalu dibungkus daun pisang. Jika sudah, lemper akan dibuka kembali untuk dimakan.

Meski demikian, isian lemper yang diberikan bisa dibilang jauh lebih banyak dari lemper pada umumnya. Lemper rakitan ini juga terlihat ditata dengan rapi.

Foto ini menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan tersebut.

baca juga

"Wkwkwk kalo ada cara yang ribet kenapa harus pakai cara yang simpel," komentar seorang warganet.

Warganet lainnya ikut berkomentar. "Ini mah namanya nasi ayam sambal matah," ujar warganet ini.

"Lupakan rakit PC-mu. Mari rakit lemper bersamaku," tulis warganet lainnya di kolom komentar.

"Beli lemper kayak beli Gundam ya, harus rakit sendiri," ungkap seorang warganet saat melihat unggahan ini.

Sementara itu, hingga Jumat (9/7/2021), unggahan ini sudah disukai sebanyak lebih dari 8 ribu akun Instagram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Publik Ngelus Dada, Viral Pria Sebut Jajanan Tradisional Ini Takoyaki Hijau

Bikin Publik Ngelus Dada, Viral Pria Sebut Jajanan Tradisional Ini Takoyaki Hijau

Lifestyle | Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:46 WIB

Warganet Beli Kue Dadar Gulung, Pas Dizoom Publik Kaget Lihat Ada Siluet Ini

Warganet Beli Kue Dadar Gulung, Pas Dizoom Publik Kaget Lihat Ada Siluet Ini

Kalbar | Rabu, 16 Juni 2021 | 11:42 WIB

Jajanan Tradisional dengan Bentuk Unik, Yuk Simak Resep Putu Mayang Saus Kinca

Jajanan Tradisional dengan Bentuk Unik, Yuk Simak Resep Putu Mayang Saus Kinca

Lifestyle | Senin, 07 Juni 2021 | 16:10 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×