alexametrics

Canggih, Teknologi Ini Bantu Perusahaan Cari Karyawan Sesuai Kebutuhan

M. Reza Sulaiman
Canggih, Teknologi Ini Bantu Perusahaan Cari Karyawan Sesuai Kebutuhan
Ilustrasi wawancara kerja virtual. (Shutterstock)

Di masa pandemi, proses rekrutmen karyawan tidak lagi mengandalkan wawancara tatap muka dan berubah menjadi wawancara online.

Suara.com - Usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin melebarkan saya tentunya membutuhkan tambahan karyawan, selain modal dan juga sarana-prasarana lainnya.

Di masa pandemi, proses rekrutmen karyawan tidak lagi mengandalkan wawancara tatap muka dan berubah menjadi wawancara online.

Agar proses perekrutan karyawan UKM lebih optimal, penggunaan teknologi tak terelakkan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi Applicant Tracking System (ATS). Apa itu?

Perusahaan pembinaan karir Jobscan menyebut 99 persen perusahaan yang tergabung di daftar Fortune 500 telah menggunakan ATS. Penggunaan ATS juga telah merambah sektor UKM, dengan 35 persennya mengadopsi teknologi.

Baca Juga: Sempat Diancam Karyawan Resign, Apple Tunda Kebijakan Kerja dari Kantor

"Pandemi benar-benar sudah mengakselerasi adopsi teknologi seperti ATS dan video interview untuk mempercepat proses rekrutmen dan memperluas database kandidat yang mendaftar," ungkap Andrew Patty, Brand Activation Manager Kalibrr Indonesi, dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Ilustrasi Wawancara Kerja (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi Wawancara Kerja (pexels.com/Gustavo Fring)

"Namun, kami melihat bahwa pemanfaatan teknologi masih sering terbatas digunakan untuk keperluan penyaringan kandidat saat mereka sudah mendaftar ke sebuah pekerjaan. Teknologi dan aplikasi daring padahal memberikan kebebasan untuk berinteraksi, mengenal, dan melakukan proses rekrutmen secara lebih mendalam dan personal, meskipun tidak dilakukan secara tatap muka," lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah mengubah proses perekrutan karyawan perusahaan. Di satu sisi, proses rekrutmen menjadi kian cepat karena wawancara virtual telah memangkas waktu dan tenaga yang dibutuhkan, ketimbang cara konvensional yang membutuhkan logistik dan kunjungan ke job fair atau kampus yang memakan waktu.

Secara serentak, semua pihak merasakan manfaat teknologi untuk efisiensi kebutuhan rekrutmen.

Memasuki paruh tahun kedua 2021, kegunaan teknologi masih terbentang luas, dan selayaknya pelaku industri mulai melirik kegunaan teknologi untuk manajemen rekrutmen dari hulu ke hilir demi mendapatkan kandidat yang berdaya saing.

Baca Juga: Warga Surabaya Antusias Daftar Jadi Relawan Covid-19, Jumlahnya Capai 2000 Ribu Lebih

Future of work telah tiba lebih awal dari yang diantisipasi. Seiring bangkitnya perekonomian nasional, saatnya perusahaan juga mendorong rekrutmen melalui teknologi.