Sejarah Olimpiade, Benarkah dari Zaman Yunani Kuno?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 25 Juli 2021 | 07:30 WIB
Sejarah Olimpiade, Benarkah dari Zaman Yunani Kuno?
Olimpiade Tokyo 2020 Digelar Tanpa Penonton di Stadio Nasional Jepang

Suara.com - Olimpiade Tokyo 2020 resmi dibuka pada Jumat, 23 Juli 2021 lalu. Pesta olahraga terbesar di dunia ini dibuka di stadion Nasional Jepang (New National Stadium), Tokyo. Ratusan negara ikut meramaikan ajang dan mengirimkan kontingennya.

Terlepas dari itu tahu nggak sih kalau olimpiade sudah dimulai sejak zaman Peradaban Yunani Kuno? Olimpiade juga dianggap jadi salah satu peninggalan keren dari Peradaban Yunani.

Berikut sejarah olimpiade sejak zaman Peradaban Yunani Kuno, mengutip Ruang guru, Sabtu (24/7/2021).

Peradaban Yunani Kuno (800-146 SM) berkembang dari peradaban Kreta (Minoa) dan peradaban Mikenai. Yunani terletak di kawasan Eropa Tenggara yang sering disebut Semenanjung Balkan. Wilayah Yunani meliputi daratan paling ujung dari Semenanjung Balkan dan pulau-pulau yang tersebar di sekitarnya.

Berbeda dengan wilayah Mesopotamia dan Mesir Kuno, sebagian besar wilayah daratan Yunani terdiri atas daerah pegunungan yang terjal dan tanah tandus. Meskipun bukan wilayah yang subur, di bagian lembah-lembah masih bisa ditanami tanaman seperti gandum, anggur, dan zaitun.

Ilustrasi logo Olimpiade. [Shutterstock]
Ilustrasi logo Olimpiade. [Shutterstock]

Selain itu, bangsa Yunani Kuno memiliki sistem kepercayaan politeisme, yaitu percaya pada kekuasaan para dewa. Di antaranya Zeus (dewa langit dan bumi), Apollo (dewa kesenian), Poseidon (dewa laut), Hades (dewa kematian), Aphrodite (dewi kecantikan dan cinta), Hermes (dewa perdagangan), dan Athena (dewi kebijaksanaan).

Mereka menggambarkan para dewa seperti manusia, tapi memiliki kekuatan dan keindahan yang lebih dari manusia biasa. Para dewa dipercayai tinggal di puncak tertinggi Gunung Olimpus.

Untuk menghormati dan menyenangkan mereka, bangsa Yunani Kuno mengadakan pesta olahraga di kaki Gunung Olimpus. Tradisi inilah yang sampai sekarang masih dipertahankan sebagai olahraga tingkat dunia yang kita kenal dengan Olimpiade.

Olimpiade pertama di dunia

Olimpiade pertama diketahui diadakan di Olympia pada 776 SM. Saat Olimpiade Kuno berlangsung, perlombaan yang diadakan adalah lari, gulat, balap kereta kuda, tinju, pankrasi (bela diri), lompat jauh, serta lempar lembing dan cakram.

Tidak seperti sekarang, Olimpiade Kuno hanya boleh diikuti laki-laki, karena para perempuan bertugas untuk mengurus rumah tangga dan menjaga anak. Syarat lainnya, laki-laki itu harus seseorang yang bebas atau bukan budak, serta harus bisa berbicara bahasa Yunani.

Syarat lainnya, saat mengikutinya para laki-laki ini dilarang mengenakan pakaian, alias bertelanjang. Alasannya karena cuaca saat itu cukup panas di Yunani dan ini dilakukan sebagai pentuk apresiasi terhadap bentuk tubuh manusia.

Tidak lupa mereka mengolesi badan dengan minyak zaitun untuk menjaga kelembaban tubuh serta untuk membuatnya terlihat licin dan berotot.

Periode olimpiade digelar

Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali. Saat hal ini terjadi, maka gencatan senjata pada peperangan akan dilakukan. Tujuannya, agar para atlit selamat menuju tempat berlangsungnya Olimpiade dan saat kepulangannya.

Meski Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 SM (sebelum masehi), tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi.

Setelah lebih dari 1000 tahun berlangsung, Olimpiade berakhir pada 393 M setelah seorang kaisar Theodosius I yang dikenal sebagai Kristen taat melarang penyelenggaraan Olimpiade karena dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala.

Berkat Baron Pierre de Coubertin yang membentuk Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) pada 1894.

Setelah komite ini terbentuk, Olimpiade dihidupkan kembali di Athena, Yunani, pada 1896 yang melibatkan 241 atlit dari 14 negara. Bahkan saat Olimpiade 2016 berlangsung berhasil melibatkan lebih dari 11.000 atlit dari 205 negara.

Olimpiade Kuno diadakan di tempat yang sama setiap waktunya, sedangkan Olimpiade Modern diadakan di berbagai kota yang berbeda.

Selain itu, Awalnya Olimpiade Musim Dingin diadakan pada tahun yang sama dengan Olimpiade Musim Panas, namun sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap empat tahun sekali, dengan selang waktu dua tahun dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.

Olimpiade Musim Panas terakhir diadakan pada 5-21 Agustus 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Sedangkan Olimpiade Musim Dingin terakhir diadakan pada 9-25 Februari 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan.

Olimpiade selanjutnya akan diadakan di Tokyo, Jepang (2020) untuk Olimpiade Musim Panas dan di Beijing, Tiongkok (2022) untuk Olimpiade Musim Dingin.

Hadiah pemenang olimpiade

Pada Olimpiade Kuno, pemenang Olimpiade akan mendapatkan mahkota melingkar dari batang pohon zaitun. Sedangkan pada Olimpiade Modern, pemenang Olimpiade akan mendapatkan medali.

Peringkat ketiga mendapatkan medali perunggu, peringkat kedua mendapatkan medali perak, dan peringkat pertama mendapatkan medali emas, serta hadiah-hadiah lainnya.

Lambang Olimpiade yang terdiri atas 5 cincin yang saling mengunci dan berbeda-beda warna, yaitu biru, kuning, hitam, hijau, dan merah dengan latar putih. Kelima warna ini dipilih karena negara peserta Olimpiade memiliki paling tidak satu warna dari kelima warna tersebut.

Selain itu, setiap cincin melambangkan 5 benua yang didiami di dunia; Amerika Utara dan Selatan dihitung sebagai satu, dilanjutkan Afrika, Asia, Eropa, dan Australia.

Hal penting lain dalam Olimpiade adalah obor. Sebelum penyelenggaraan Olimpiade, obor melalui serangkaian upacara khusus di situs penyelenggaraan pertama Olimpiade Yunani Kuno di Olympia, Yunani.

Api dinyalakan menggunakan sinar matahari dan skaphia, sebuah cermin parabola peninggalan Peradaban Yunani Kuno. Kemudian obor bakal diarak berkeliling Yunani dan mulai dibawa menuju ke kota tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade.

Dalam konteks Olimpiade modern, nyala api Olimpiade mewakili nilai-nilai positif yang selalu dikaitkan manusia dengan api.

Pilihan Olympia sebagai titik keberangkatan menekankan hubungan antara Olimpiade Kuno dan Modern yang menggarisbawahi hubungan mendalam kedua acara ini.

Sesampainya di kota tuan rumah, obor digunakan untuk menyalakan kaldron raksasa di Upacara Pembukaan Olimpiade yang kemudian mengeluarkan api yang sangat besar, tanda gelaran Olimpiade dimulai.

Api ini akan terus menyala hingga hari terakhir penyelenggaraan Olimpiade. Ketika kobaran api dimatikan, artinya secara resmi penyelenggaran Olimpiade berakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Medali Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Irawan Diminta Fokus dan Yakin

Demi Medali Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Irawan Diminta Fokus dan Yakin

Sport | Sabtu, 24 Juli 2021 | 23:04 WIB

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia dan Prancis Sejajar

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Teratas, Indonesia dan Prancis Sejajar

Sport | Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:52 WIB

Menang Mudah di Laga Pertama, The Daddies: Pertandingan Berikutnya Harus Lebih Siap

Menang Mudah di Laga Pertama, The Daddies: Pertandingan Berikutnya Harus Lebih Siap

Sport | Sabtu, 24 Juli 2021 | 22:11 WIB

Terkini

35 Ucapan Hari Ibu Sedunia Tanggal 10 Mei 2026 yang Penuh Haru

35 Ucapan Hari Ibu Sedunia Tanggal 10 Mei 2026 yang Penuh Haru

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:37 WIB

5 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Cek Sebelum Membeli

5 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Cek Sebelum Membeli

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:29 WIB

Silsilah Keluarga Yosika Ayumi, Istri Aksa Uyun yang Jadi Menantu Soimah

Silsilah Keluarga Yosika Ayumi, Istri Aksa Uyun yang Jadi Menantu Soimah

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:14 WIB

30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang

30 Ucapan Mothers Day 2026 Singkat dan Menyentuh Hati untuk Ibu Tersayang

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:09 WIB

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Retinol Vs Retinal, Mana yang Lebih Ampuh untuk Anti Aging dan Jerawat?

Retinol Vs Retinal, Mana yang Lebih Ampuh untuk Anti Aging dan Jerawat?

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:03 WIB

Ramalan Keuangan Zodiak 10 Mei 2026: Taurus Panen Rezeki, Leo Dapat Peluang Baru

Ramalan Keuangan Zodiak 10 Mei 2026: Taurus Panen Rezeki, Leo Dapat Peluang Baru

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:40 WIB

10 Mei Hari Apa? Ternyata Banyak Perayaan dalam Sehari

10 Mei Hari Apa? Ternyata Banyak Perayaan dalam Sehari

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:35 WIB

Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless

Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:05 WIB

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:48 WIB