alexametrics

Kebiasaan Gigit Medali Tak Bisa Dilakukan Atlet di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Alasannya

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Kebiasaan Gigit Medali Tak Bisa Dilakukan Atlet di Olimpiade Tokyo 2020, Ini Alasannya
Para atlet Olimpiade menggigit medali emas yang mereka peroleh. (Reuters)

Alasannya bukan karena menghindari penyebaran virus corona.

Suara.com - Ada sebuah kebiasaan unik saat seorang atlet memenangkan kompetisi olahraga. Kebanyakan dari mereka akan berpose sambil gigit medali yang berhasil ia raih, setelah dikalungkan ke leher mereka. Namun, khusus untuk Olimpiade Tokyo 2020 mereka tak bisa melakukan hal tersebut.

Seorang perempuan dengan akun TikTok @rina.fazila mengungkap hal mengejutkan. Melalui video yang mencuri perhatian warganet, perempuan asal Malaysia ini mengatakan jika pembuatan medali Olimpiade Tokyo 2020 menggunakan bahan daur ulang.

Panitia menggunakan sebanyak 6 juta ponsel bekas yang merupakan hasil sumbangan masyarakat Jepang untuk bisa menghasilkan sebanyak 5.000 medali.

Mereka juga membutuhkan waktu dua tahun untuk menghasilkan medali yang terdiri dari medali emas, perak, dan perunggu dari bahan daur ulang tersebut.

Baca Juga: San Marino Jadi Negara Terkecil yang Sukses Raih Medali Olimpiade

Hal ini dikatakan, karena pihak penyelenggara ingin menjaga ekosistem sebaik mungkin. Bahkan, pihak Olimpiade Tokyo 2020 juga sempat menuliskan cuitan di laman Twitter untuk mengingatkan para atlet agar tidak menggigit medalinya.

"Kami hanya ingin mengonfirmasi secara resmi bahwa medali #Tokyo2020 tidak dapat dimakan!

Medali kami terbuat dari bahan daur ulang dari perangkat elektronik yang disumbangkan oleh masyarakat Jepang.

Jadi, Anda tidak perlu menggigitnya... tapi kami tahu Anda masih akan melakukannya #UnitedByEmotion," cuit akun resmi kompetisi olahraga tersebut.

Tentu saja, fakta unik dan terbaru ini mengundang warganet untuk berkomentar. Sampai saat ini lebih dari 257 ribu warganet telah melihat video tersebut.

Baca Juga: Selain Olimpiade, Berikut 7 Acara Olahraga Terbesar di Dunia

"Jepang memang sangat pintar untuk menjaga lingkungan, program penanaman bunga sakura juga dirancang untuk menjaga tentang lingkungan," tulis seorang warganet.