Suara.com - Meski sudah dipelihara bertahun-tahun, kucing tetap sering berkeliaran di luar rumah yang membuat pemiliknya merasa khawatir. Banyak orang takut kucing peliharaan mereka tersesat.
Meski begitu, sebenarnya kamu tidak perlu khawatir jika anabul ini tersesat di luar rumah. Sebab, sejatinya kucing bisa menemukan jalan pulang ke tempat mereka biasa dirawat. Hanya saja, waktu pulang bagi masing-masing kucing memang tidak bisa dipastikan.
Dilansir dari channel YouTube X Science, berikut beberapa alasan mengapa kucing bisa pulang sendiri dan dapat menemukan jalan pulang kembali ke rumahnya ketika tersesat.

1. Ingatan kucing yang kuat
Kucing termasuk hewan peliharaan yang memiliki kebiasaan mengamati segala hal di sekitarnya. Oleh karena itu, hewan berbulu satu ini bisa mengingat lingkungannya dengan kuat.
Ketika meninggalkan rumah, kucing mampu mengingat warna rumah yang dilewati, bentuk mobil, sampai percabangan jalan.
Oleh karenanya, meski meninggalkan rumah cukup jauh, kucing tetap mampu menemukan jalan pulang dan kembali ke rumah pemiliknya.
Ingatan yang kuat ini juga dimiliki jenis kucing besar seperti harimau, singa, dan macan. Kemampuan inilah yang membantu mereka berburu di alam liar
2. Indera penglihatan dan penciuman kuat
Seekor kucing memiliki kemampuan unik yang disebut navigasi takson. Navigasi takson memungkinkan kucing untuk merasakan arah lokasi menggunakan panca inderanya.
Di antara lima indera yang dimilikinya, indera penciuman dan penglihatan kucing lah yang punya kemampuan paling hebat.
Dengan gaya penciumannya yang sangat kuat, kucing mampu mengenal setiap bau yang pernah diciumnya. Dari bau ini pula lah kucing dapat menemukan rumahnya.
Sedangkan indera pengelihatan kucing sendiri sangat kuat digunakan di malam hari. Oleh karena itu, kucing tetap dapat melihat di kegelapan.
Tentu saja tingkat kemampuan kucing menemukan kembali jalan ke rumahnya berbeda-beda. Tidak jarang pula, mereka tersesat ketika mencoba kembali ke rumah.
Menariknya, kesalahan memilih jalan ini mampu menguatkan peta imajinatif otak kucing. Jadi, mereka bisa meminimalisir salah pengambilan jalan pulang setelahnya.