Klaim Tote Bag Katun Ramah Lingkungan Ternyata Tidak Benar, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 17:25 WIB
Klaim Tote Bag Katun Ramah Lingkungan Ternyata Tidak Benar, Kenapa?
Ilustrasi menggunakan tote bag sebagai tren peduli lingkungan. (Unsplash/Kevin Grieve)

Suara.com - Tote Bag atau tas jinjing katu, yang pernah dipuji sebagai solusi untuk mengurangi polusi dari kantong plastik sekali pakai, ternyata tidak ramah lingkungan. Ini karena tote bag diproduksi secara berlebihan.

Ahli daur ulang dan keberlanjutan tekstil mengatakan bahwa meskipun tas katun dikirim untuk didaur ulang, logo dan pesan yang tercetak pada tas tidak dapat didaur ulang dan harus dipotong dari kainnya. Ini artinya membuang sekitar 10 hingga 15 persen kapas yang diterima oleh a perusahaan daur ulang tunggal.

Menurut New York Times, mendaur ulang tas katu yang telah menggantikan plastik untuk sejumlah besar merek menghabiskan energi yang hampir sama dengan memproduksinya di tempat pertama. Hal itu membuat dampaknya terhadap lingkungan lebih merusak daripada yang mungkin dipikirkan publik.

Model tas tote bag. (@labourofart/Instagram)
Model tas tote bag. (@labourofart/Instagram)

Produksi katunadalah proses intensif sumber daya dan membutuhkan sejumlah besar air untuk menumbuhkan serat. Menurut The Circular Laboratory, dibutuhkan antara 10.000 dan 20.000 liter untuk menghasilkan satu kilogram kapas.

Sebuah studi tahun 2018 oleh Kementerian Lingkungan dan Makanan Denmark menemukan bahwa tas katun organik perlu digunakan 20.000 kali sebelum memenuhi kinerja lingkungan dari kantong plastik konvensional.

Studi ini juga menemukan bahwa tas katun organik lebih buruk daripada kapas konvensional dalam hal dampak lingkungan secara keseluruhan, karena yang terakhir hanya perlu digunakan kembali 7.000 kali untuk mengimbangi dampak produksi.

Evolusi tote bag katun sebagai "simbol status" melihat merek terkenal memproduksinya dalam jumlah tinggi untuk mengantongi pembelian.

Shaun Russell, pendiri merek perawatan kulit Swedia Skandinavisk, mengatakan kepada New York Times bahwa tas bermerek membuat "papan reklame seluler" dari pelanggan.

"Setiap merek yang mengklaim sebaliknya akan berbohong," katanya.

Jenis kemasan katunlainnya juga meningkat, dengan banyak produk yang diselubungi kantong kapas ketika tidak memerlukan penutup debu pelindung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koleksi Terbaru Calvin Klein dengan Serat Ramah Lingkungan

Koleksi Terbaru Calvin Klein dengan Serat Ramah Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 26 Agustus 2021 | 21:34 WIB

Tips Transportasi Murah Pelaku UMKM, Inovasi Gerobak Listrik Bisa Jadi Alternatif

Tips Transportasi Murah Pelaku UMKM, Inovasi Gerobak Listrik Bisa Jadi Alternatif

Bisnis | Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:03 WIB

Dokter Anjurkan Jemur Sepatu dan Tas Usai Digunakan, Apa Alasannya?

Dokter Anjurkan Jemur Sepatu dan Tas Usai Digunakan, Apa Alasannya?

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 12:55 WIB

Terkini

Hotel Sultan Jakarta Milik Siapa? Kisruh saat Dieksekusi

Hotel Sultan Jakarta Milik Siapa? Kisruh saat Dieksekusi

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:57 WIB

Dukung Event Internasional, Aryaduta Menteng Kembali Jadi Official Hotel Partner BTN Jakim 2026

Dukung Event Internasional, Aryaduta Menteng Kembali Jadi Official Hotel Partner BTN Jakim 2026

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:47 WIB

Berapa Lama Flek Hitam Hilang dengan Viva Whitening Cream? Ini Klaimnya

Berapa Lama Flek Hitam Hilang dengan Viva Whitening Cream? Ini Klaimnya

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:38 WIB

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwalnya, Lengkap dengan Niatnya

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwalnya, Lengkap dengan Niatnya

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:32 WIB

Produk Viva Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 4 Pilihan Sesuai Klaim

Produk Viva Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 4 Pilihan Sesuai Klaim

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic

Mengapa Kampanye Pilah Sampah Sering Gagal? Pelajaran dari Model Tiga Pilar Get Plastic

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:55 WIB

5 Arti Mimpi Bertemu Harimau, Ada Isyarat Rezeki hingga Datangnya Jodoh

5 Arti Mimpi Bertemu Harimau, Ada Isyarat Rezeki hingga Datangnya Jodoh

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:54 WIB

5 Moisturizer Gel untuk Mencerahkan Wajah Kusam dan Flek Hitam, Cocok buat Kulit Berminyak

5 Moisturizer Gel untuk Mencerahkan Wajah Kusam dan Flek Hitam, Cocok buat Kulit Berminyak

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:33 WIB

Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwal Berpuasa 10 Muharram dan Bacaan Niat yang Benar

Kapan Puasa Asyura 2026? Ini Jadwal Berpuasa 10 Muharram dan Bacaan Niat yang Benar

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:32 WIB

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Dari Plastik jadi Energi: Bagaimana Get Plastic Dorong Perubahan Cara Pandang tentang Sampah?

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:16 WIB