alexametrics

7 Mitos dan Fakta Seputar Kondom yang Kerap Salah Kaprah

Vania Rossa | Lilis Varwati
7 Mitos dan Fakta Seputar Kondom yang Kerap Salah Kaprah
Ilustrasi kondom. (Shutterstock)

Selain mencegah kehamilan, pemakaian kondom sebenarnya juga bisa menurunkan risiko infeksi menular seksual.

Suara.com - Kondom menjadi salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seksual. Meski bukan hal asing dalam kehidupan sehari-hari, namun nyatanya masih beredar informasi keliru terkait kondom.

Selain mencegah kehamilan, pemakaian kondom sebenarnya juga bisa menurunkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Meski begitu, menghindari perilaku seks bebas jadi pencegahan utama agar infeksi menular seksual tidak terjadi.

Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), berikut sejumlah mitos dan fakta kondom yang sebaiknya diketahui.

1. Mitos: Kondom kurang efektif dalam mencegah kehamilan
Faktanya, kondom memiliki tingkat kesuksesan dalam mencegah kehamilan hingga 98 persen. Sisa dua persen kemungkinan hamil biasanya terjadi karena kesalahan pada saat pemasangan kondom.

Baca Juga: Kenapa Sih Masih Banyak Laki-laki Ogah Pakai Kondom Untuk KB? Ternyata Ini Alasannya

2. Mitos: Memakai kondom dua lapis efektif mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual
Faktanya, satu kondom saja cukup selama dipasang dengan benar. Menggunakan lebih dari satu kondom justru membuat kondom kurang efektif. Akibat gesekan dari keduanya dapat menyebabkan salah satu kondom robek.

3. Mitos: Kondom hanya untuk pasangan heteroseksual
Faktanya, jika seorang gay sering melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, maka kondom merupakan salah satu cara mencegah penularan penyakit seksual yang umum terjadi pada pasangan sesama jenis itu.

4. Mitos: Kondom tidak diperlukan karena pasangan sudah pakai alat kontrasepsi
Faktanya, selama masih melakukan kegiatan seks bebas sebelum menikah, seseorang tetap dapat tertular dan menularkan penyakit seksual. Jadi dalam hal ini, tidak ada hubungannya kondom dengan spiral atau pil KB.

5. Mitos: Jika alergi lateks, maka selamanya tak bisa pakai kondom
Faktanya, di pasaran sudah tersedia kondom berbahan polyurethane. Sehingga orang yang alergi lateks bisa tetap menggunakan kondom dengan bahan yang lebih aman.

6. Mitos: Saat memakai kondom, penis pria menjadi kurang sensitif
Faktanya, dalam banyak kasus, kondom malah dapat membuat performa pria bertahan lebih lama. Jadi tak ada alasan untuk tidak memakai kondom.

Baca Juga: Atlet Bakal Dapat Oleh-oleh Kondom dari Panitia Olimpiade Tokyo

7. Mitos: Kondom tahan lama
Faktanya, semua produsen kondom selalu mencantumkan tanggal kedaluwarsa di setiap kemasan. Kondom yang sudah ‘uzur’, selain tidak efektif mencegah kehamilan atau infeksi menular seksual, juga dapat membuat kulit iritasi. Jadi sebelum digunakan, harus benar-benar dipastikan tanggal kedaluwarsa kondom.

Komentar