7 Mitos dan Fakta Seputar Kondom yang Kerap Salah Kaprah

Jum'at, 03 September 2021 | 20:39 WIB
7 Mitos dan Fakta Seputar Kondom yang Kerap Salah Kaprah
Ilustrasi kondom. (Shutterstock)

Suara.com - Kondom menjadi salah satu alat kontrasepsi yang sering digunakan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seksual. Meski bukan hal asing dalam kehidupan sehari-hari, namun nyatanya masih beredar informasi keliru terkait kondom.

Selain mencegah kehamilan, pemakaian kondom sebenarnya juga bisa menurunkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Meski begitu, menghindari perilaku seks bebas jadi pencegahan utama agar infeksi menular seksual tidak terjadi.

Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), berikut sejumlah mitos dan fakta kondom yang sebaiknya diketahui.

1. Mitos: Kondom kurang efektif dalam mencegah kehamilan
Faktanya, kondom memiliki tingkat kesuksesan dalam mencegah kehamilan hingga 98 persen. Sisa dua persen kemungkinan hamil biasanya terjadi karena kesalahan pada saat pemasangan kondom.

2. Mitos: Memakai kondom dua lapis efektif mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual
Faktanya, satu kondom saja cukup selama dipasang dengan benar. Menggunakan lebih dari satu kondom justru membuat kondom kurang efektif. Akibat gesekan dari keduanya dapat menyebabkan salah satu kondom robek.

3. Mitos: Kondom hanya untuk pasangan heteroseksual
Faktanya, jika seorang gay sering melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis, maka kondom merupakan salah satu cara mencegah penularan penyakit seksual yang umum terjadi pada pasangan sesama jenis itu.

4. Mitos: Kondom tidak diperlukan karena pasangan sudah pakai alat kontrasepsi
Faktanya, selama masih melakukan kegiatan seks bebas sebelum menikah, seseorang tetap dapat tertular dan menularkan penyakit seksual. Jadi dalam hal ini, tidak ada hubungannya kondom dengan spiral atau pil KB.

5. Mitos: Jika alergi lateks, maka selamanya tak bisa pakai kondom
Faktanya, di pasaran sudah tersedia kondom berbahan polyurethane. Sehingga orang yang alergi lateks bisa tetap menggunakan kondom dengan bahan yang lebih aman.

6. Mitos: Saat memakai kondom, penis pria menjadi kurang sensitif
Faktanya, dalam banyak kasus, kondom malah dapat membuat performa pria bertahan lebih lama. Jadi tak ada alasan untuk tidak memakai kondom.

Baca Juga: Kenapa Sih Masih Banyak Laki-laki Ogah Pakai Kondom Untuk KB? Ternyata Ini Alasannya

7. Mitos: Kondom tahan lama
Faktanya, semua produsen kondom selalu mencantumkan tanggal kedaluwarsa di setiap kemasan. Kondom yang sudah ‘uzur’, selain tidak efektif mencegah kehamilan atau infeksi menular seksual, juga dapat membuat kulit iritasi. Jadi sebelum digunakan, harus benar-benar dipastikan tanggal kedaluwarsa kondom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI