alexametrics

Kenapa Sih Masih Banyak Laki-laki Ogah Pakai Kondom Untuk KB? Ternyata Ini Alasannya

Bimo Aria Fundrika
Kenapa Sih Masih Banyak Laki-laki Ogah Pakai Kondom Untuk KB? Ternyata Ini Alasannya
Ilustrasi kondom (Shutterstock).

Banyak laki-laki yang masih ogah untuk menggunakan alat kontrasepsi seperti salah satunya kondom.

Suara.com - Bicara soal kontrasepsi dan mengendalikan kehamilan, seolah masih menjadi tanggung jawab perempuan di masyarakat Indonesia. Banyak laki-laki yang masih ogah untuk menggunakan alat kontrasepsi seperti salah satunya kondom.

Dalam keterangannya, Selasa, (15/6/2021), Kepala Seksi Peningkatan Partisipasi KB Pria BKKBN, dr. Raymond Nadeak, M.H. (Kes) menjelaskan partisipasi laki-laki dalam program KB di Indonesia mengalami peningkatan yang lambat dari tahun ke tahun.

Hal ini dikarenakan berbagai faktor antara lain minimnya akses ke pelayanan kesehatan, tatanan sosial, serta rumor negatif tentang penggunaan kontrasepsi untuk laki-laki.

Ilustrasi kondom. (Shutterstock)

“Rumor negatif seperti pakai kondom tidak enak, vasektomi dapat menghilangkan kejantanan hingga menimbulkan disfungsi ereksi sangatlah tidak benar di masyarakat," kata dr Raymond.

Baca Juga: Bukan Cuma Perempuan, KB Juga Tanggung Jawab Laki-laki

Ia melanjutkan, bahwa seharusnya urusan KB merupakan tanggung jawab kedua belah pihak. Apalagi pada saat pandemi Covid-19, dimana kejadian kehamilan tidak direncanakan juga mengalami peningkatan lebih dari 10 persen.

“Sementara itu, tidak dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang mengabaikan himbauan untuk menggunakan kontrasepsi pada masa pandemi, padahal kehamilan di masa pandemi memiliki berbagai macam tantangan kesehatan karena akses terhadap layanan kesehatan saat ini lebih banyak diprioritaskan untuk pelayanan pasien dengan indikasi Covid-19. Selain itu, peningkatan partisipasi laki-laki dalam ber-KB juga dapat mengurangi tingginya angka stunting,” tambah dr Raymond.

Saat ini, sambung dia, BKKBN telah melakukan berbagai kegiatan komunikasi dan informasi antara lain sosialisasi dan juga webinar untuk menguatkan kelompok KB Pria di masyarakat.

Hingga saat ini, sudah terdapat 1.300 kelompok KB Pria dengan minimum 10 orang anggota di setiap kelompok. Para anggota tersebut selanjutnya akan membantu untuk mengkomunikasikan pentingnya keterlibatan pria dalam ber-KB.

Baca Juga: Perannya Rendah, DKT Kampanyekan Pentingnya Partisipasi Pria pada KB

Komentar