Beredar Iklan 'Aku Bukan Homo' di YouTube Kids, Ini Tanggapan Menteri Bintang Puspayoga

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 15 September 2021 | 11:29 WIB
Beredar Iklan 'Aku Bukan Homo' di YouTube Kids, Ini Tanggapan Menteri Bintang Puspayoga
Ilustrasi anak sedang menonton. (Shutterstock)

Suara.com - Menanggapi beredarnya iklan video musik bertajuk 'Aku Bukan Homo' yang tayang pada sela-sela konten video musik untuk anak-anak di Youtube Kids, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meminta orangtua untuk memperhatikan, berhati-hati, dan selektif dalam memberikan tontonan kepada anak-anak.

Dikatakan Menteri Bintang, orangtua harus mampu memberikan tontonan dari berbagai platform manapun yang ramah anak.

Menteri Bintang juga menegaskan bahwa tayangan tersebut tidak relevan untuk anak.

Ia mengapresiasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang telah memutus akses terhadap konten tersebut melalui koordinasi dengan pengelola YouTube.

Menurutnya, pemblokiran yang dilakukan oleh Kemenkominfo terhadap konten tersebut menjadi langkah penting untuk mencegah terpaparnya anak dengan konten tidak sesuai dan memoengaruhi rumbuh kembangnya.

“Bagi anak, tontonan adalah tuntunan. Sebagai peniru ulung, secara psikologis, salah satu cara pembelajaran yang paling efektif adalah melalui mengobservasi. Mereka gemar meniru tren, gerak-gerik, hingga cara berbicara idola dan tokoh-tokoh yang ditontonnya,” kata Bintang melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/9/2021).

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyediaan sarana informasi dan edukasi yang berkualitas bagi anak.

“Keuntungan yang didapatkan jika kita menjadi bagian dalam menjamin tumbuh kembang anak, adalah generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berkualitas, yang nantinya akan menjadi penopang hidup dan masa depan bangsa. Sebaliknya, jika kita menganggap remeh upaya tumbuh kembang anak yang berkualitas, kita akan mendapatkan kerugian, karena tidak berinvestasi pada masa depan calon pemimpin bangsa,” imbuh Bintang.

Ia menambahkan Kemen PPPA terus menjalin dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjamin tayangan berkualitas bagi anak Indonesia. Bintang menekankan bahwa lembaga penyiaran juga wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak dan remaja.

baca juga

Beberapa unsur televisi yang ramah anak, seperti memperhatikan kepentingan terbaik anak, turut serta dalam menyelesaikan persoalan anak dan perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, juga memenuhi hak partisipasi anak.

Diakui Bintang, untuk mewujudkan program yang ramah anak memang bukan hal yang mudah. Dibutuhkan upaya bersama agar niat dan tujuan baik dari para penyedia informasi, dapat disajikan dengan tepat dan tidak menimbulkan multitafsir.

Karenanya, peran orangtua dan keluarga sangat penting untuk selalu cerdas dalam memilah dan memilih sebelum memberikan tontonan untuk anak di ruang keluarga.

“Dalam mencapai hal-hal tersebut, tentunya kita semua tidak boleh takut, malu, dan sungkan untuk terus belajar, menambah wawasan, dan memperkuat pengetahuan," pesan Bintang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Bantah Ada Video Iklan Dewasa di YouTube Kids

Google Bantah Ada Video Iklan Dewasa di YouTube Kids

Tekno | Selasa, 14 September 2021 | 15:58 WIB

Heboh Diduga Iklan LGBT di Youtube Kids, Warganet Khawatir: Amit-amit

Heboh Diduga Iklan LGBT di Youtube Kids, Warganet Khawatir: Amit-amit

Malang | Selasa, 14 September 2021 | 06:25 WIB

Warganet Dihebohkan Dugaan Iklan Video Dewasa di Youtube Kids

Warganet Dihebohkan Dugaan Iklan Video Dewasa di Youtube Kids

Tekno | Senin, 13 September 2021 | 21:37 WIB

Terkini

Karier dan Rekam Jejak Suahasil Nazara Sang Menteri Keuangan Baru

Karier dan Rekam Jejak Suahasil Nazara Sang Menteri Keuangan Baru

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:53 WIB

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

News | Senin, 14 September 2026 | 15:48 WIB

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

×