Kisah Disabilitas Intelektual Meretas Kemandirian

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:55 WIB
Kisah Disabilitas Intelektual Meretas Kemandirian
Nathanael Andhika Santoso. (Dok: Instagram/nathandhika.s)

Suara.com - Seperti layaknya seorang profesional, sebuah topi hitam khas pelukis tak pernah ketinggalan digunakan oleh Nathan. Dadanya dibalut celemek bermotif bunga. Sementara di pangkuannya sebuah kanvas berwarna hitam mulai terlihat guratan dari kuas cat yang ada di tangan kanannya. Dengan perlahan, kuas yang telah dibalut cat warna merah muda ia tarik dari atas kanvas ke bawah.

Tangannya juga mulai belepotan warna merah dan putih dari cat yang ia gunakan. Kanvas yang sedari tadi di pangkuannya, kini mulai penuh dengan tarikan garis-garis abstrak dengan dominasi warna merah, merah muda dan juga putih. Bakat melukis anak laki-laki bernama lengkap Nathanael Andhika Santoso ini sebenarnya baru terlihat beberapa waktu lalu.

Down syndrome,” cerita ibunya, Ria Sugijanto.

Nathanael Andhika Santoso. (Dokumentasi Pribadi)
Nathanael Andhika Santoso. (Dokumentasi Pribadi)

Sejak lahir, Nathan didiagnosis dokter mengalami down syndrome, sebuah istilah medis untuk menggambarkan kelainan genetik yang dibawa sejak lahir pada kromosom 21. Di usianya yang baru satu hari, ia didiagnosis mengalami arteria ani, suatu kondisi yang membuat anus pengidapnya tidak terbentuk dengan sempurna. Butuh lima kali operasi atau sekitar delapan bulan untuk mengatasi masalah pada anusnya.

Di usia 16 bulan, Nathan juga didagnosis mengalami leukemia atau  kanker darah. Kondisi ini terjadi akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Ia mesti melalui perawatan empat hingga enam bulan untuk bisa menyembuhkan leukemia yang dialaminya. Praktis selama kurang lebih dua tahun dihabiskan untuk mengatasi masalah kesehatan fisiknya.

“Setelah selesai masalah kesehatan fisik, baru kami selaku orang tua fokus pada isu tumbuh kembangnya,” sahut Ria.

Nathan yang berusia 17 tahun, saat ini baru mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada anak disabilitas seperti Nathan, kemampuan intelektualnya relatif lebih lambat dari usia biologisnya saat ini. Ria sendiri tidak tahu pasti berapa usia intelektual Nathan saat ini. Berbagai terapi dan pendekatan untuk merangsang perkembangannya juga telah diberikan Ria dan suami, Iman Santoso, selama bertahun-tahun. Tapi, pandemi Covid-19 kemudian melanda.

Hasil karya Nathanael Andhika Santoso.
Hasil karya Nathanael Andhika Santoso.

Kondisi itu membuat Nathan sulit untuk mendapatkan pendidikan yang optimal. Ria dan Iman pun segera putar otak agar Nathan bisa tetap terus berkegiatan sambil melatih kemandiriannya. Hingga kemudian Ria memperkenalkan kanvas, kuas beserta cat pada Nathan. Mulanya Ria hanya iseng mengirimkan hasil corat-coret Nathan di atas kanvas ke grup Whatsapp keluarga. .

“Saat saya kirim ke grup WhatsApp keluarga pada bilang ‘Itu lukisan kamu (Nathan)?’ Pada bilang bagus.” ujar Ria..

Dari situ, Ria makin rutin menyediakan dan memberikan kanvas beserta, cat dan kuasnya untuk Nathan. Kian hari, kemampuan melukis Nathan juga makin moncer. Tangannya makin lihai menarik garis demi garis di atas kanvas menjadi sebuah lukisan. Karya itu kemudian dibawa ke lingkungan yang lebih luas. Ria memperkenalkannya ke lingkungan gereja, khususnya pada Ida, penggerak Rumah Belajar Kharis yang berkegiatan di Gereja Santa Monika, Serpong, Tangerang Selatan.

Bisa Berkarya dan menghasilkan

Hasil karya anak disabiitas intelektual. (Dokumentasi pribadi)
Hasil karya anak disabiitas intelektual. (Dokumentasi pribadi)

Rumah Belajar Kharis sendiri, mulanya justru didirikan untuk tempat berbagi bagi orangtua dengan anak disabilitas bagi para jemaat di Gereja Santa Monika Serpong, Tangerang Selatan. Komunitas itu telah berdiri sejak tahun 2002. Namun sempat vakum, dan baru kembali aktif pada tahun 2016 lalu.

Rumah Belajar Kharis jadi semacam wadah anak disabilitas untuk mengembangkan potensinya. Termasuk Nathan yang kini menjual karyanya dengan label Colours by Nathan.

“Selain Nathan, ada juga label lainnya seperti Brian’s kitchen, dan Amanda’s kitchen,” cerita Ida.

Sebelum pandemi setiap minggunya mereka biasa berkumpul di Rumah Belajar Kharis untuk berkegiatan. Di sana mereka melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan minatnya. Ada yang memotong, mengupas dan mengolah bahan makanan, sementara yang lain asyik dengan kertas, pensil warna, atau kanvas untuk melukis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jogja Disability Arts, Apresiasi bagi Pelaku Seni Disabilitas

Jogja Disability Arts, Apresiasi bagi Pelaku Seni Disabilitas

Jogja | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:21 WIB

Kampanye Inklusif tentang Disabilitas di Moda Transportasi Umum

Kampanye Inklusif tentang Disabilitas di Moda Transportasi Umum

Foto | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:09 WIB

Ali Topan Penyandang Disabilitas Asal Pinrang Raih Penghargaan Khusus Kalpataru

Ali Topan Penyandang Disabilitas Asal Pinrang Raih Penghargaan Khusus Kalpataru

Sulsel | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 07:07 WIB

Terkini

Serum Niacinamide vs Krim Niacinamide, Mana yang Lebih Cepat Atasi Flek Hitam?

Serum Niacinamide vs Krim Niacinamide, Mana yang Lebih Cepat Atasi Flek Hitam?

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:56 WIB

Apa Itu UNIFIL? Ini Penjelasan dan Kronologi Tewasnya Prajurit TNI Usai Serangan Israel

Apa Itu UNIFIL? Ini Penjelasan dan Kronologi Tewasnya Prajurit TNI Usai Serangan Israel

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:55 WIB

4 Pasangan Shio Paling Cocok, Hubungan Langgeng dan Jauh dari Drama

4 Pasangan Shio Paling Cocok, Hubungan Langgeng dan Jauh dari Drama

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:37 WIB

Lipstik OMG yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 5 Rekomendasinya

Lipstik OMG yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:35 WIB

Pelembap Apa yang Bagus untuk Kulit Kendur? Ini 5 Rekomendasinya agar Wajah Kencang

Pelembap Apa yang Bagus untuk Kulit Kendur? Ini 5 Rekomendasinya agar Wajah Kencang

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:33 WIB

Perbedaan Lari, Jogging, dan Trail Running yang Sedang Tren Tahun 2026

Perbedaan Lari, Jogging, dan Trail Running yang Sedang Tren Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:00 WIB

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:47 WIB

5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!

5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:45 WIB

4 Sepatu Lokal Senyaman Onitsuka Tiger yang Budget-Friendly, Mulai Rp100 Ribuan

4 Sepatu Lokal Senyaman Onitsuka Tiger yang Budget-Friendly, Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:23 WIB

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB