Tak Cuma Tambah Cuan, Budidaya Ikan Gabus Juga Bermanfaat Untuk Pelestarian Lingkungan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:55 WIB
Tak Cuma Tambah Cuan, Budidaya Ikan Gabus Juga Bermanfaat Untuk Pelestarian Lingkungan
Ilustrasi budidaya ikan gabus. [Shutterstock]

Suara.com - Siapa sangka jika budidaya ikan gabus bukan hanya bisa mendatangkan kepentingan ekonomi. Tapi, budidaya yang satu ini juga bermanfaat bagi pelestarian lingkungan.

Hal itu seperti yang terjadi di Kabupaten Siak dapat. Masyarakat Desa Buantan Besar dan Dayun melakukan praktrik budidaya di wilayah lahan gambut.

Upaya ini membuat lahan gambut tetap basah, sehingga memperkecil potensi kebakaran lahan akibat kekeringan, di sisi lain memberi kesempatan masyarakat mendapat sumber penghasilan baru.

Ikan gabus. (Shutterstock)
Ikan gabus. (Shutterstock)

“Itu yang kita harapkan bagaimana masyarakat itu bisa memiliki pemikiran, mereka berbudidaya ikan gabus di lahan gambut sehingga gambutnya terjaga, tetap basah, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan ada pendapatan baru untuk masyarakat, jadi tidak terfokus mesti menanam sawit saja,” terang Asisten 1 Setda Siak Budhi Yuwono, dalam keterangannya, Senin, (25/10/2021)>

Budhi menyampaikan inisiatif ini awalnya muncul akibat keresahan masyarakat terhadap karhutla yang datang setiap tahunnya.

Pemerintah Kabupaten Siak awalnya coba melakukan penanganan dengan rajin melakukan pemadaman karhutla yang terus berulang sejak tahun 1990-an. Mereka lantas menganalisis sebab kebakaran dan mendapatkan, lahan gambut kering akibat ditanami kelapa sawit menjadi akar masalah yang perlu mereka selesaikan.

Beragam inovasi seperti paludikultur atau pemanfaatan lahan rawa dan gambut yang dibasahi kembali secara produktif sudah sempat diterapkan sampai akhirnya sampai pada solusi lewat budidaya ikan gabus.

“Ikan gabus ini adanya di rawa-rawa gambut. Jadi kita melihat adanya potensi ikan gabus terhadap ekonomi, lewat ekstrak albumin dan lain sebagianya,” cerita Budhi.

Besarnya potensi dari ikan gabus sebagai komoditas ini kemudian memacu lahirnya PT Alam Siak Lestari (ASL), perusahaan yang fokus melakukan riset dan pengembangan produk.

baca juga

“Kita membeli ikan yang dibudidayakan masyarakat, kita sediakan pasarnya. Kita yang mengubah ikan gabus itu menjadi albumin yang bermanfaat untuk masyarakat,” terang Direktur PT Alam Siak Lestari (ASL) Musrahmad Igun dalam kesempatan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tanda Kamu Punya Potensi Karier yang Cemerlang, Minim Pengalaman Bukan Masalah

4 Tanda Kamu Punya Potensi Karier yang Cemerlang, Minim Pengalaman Bukan Masalah

Your Say | Senin, 25 Oktober 2021 | 11:12 WIB

Efek Pandemi, Hanya 78 Bank Sampah yang Masih Beroperasi di Balikpapan

Efek Pandemi, Hanya 78 Bank Sampah yang Masih Beroperasi di Balikpapan

Kaltim | Senin, 25 Oktober 2021 | 09:00 WIB

4 Momen di Hidupmu yang Bikin Pertemanan Penuh Makna

4 Momen di Hidupmu yang Bikin Pertemanan Penuh Makna

Your Say | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Terkini

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×