Tips Bagi Korban dan Saksi Tindakan Bullying Agar Berani Bicara

Senin, 15 November 2021 | 18:59 WIB
Tips Bagi Korban dan Saksi Tindakan Bullying Agar Berani Bicara
Ilustrasi bullying. (Shutterstock)

Suara.com - Tindakan bullying bukan hanya membebani korban yang mendapat perlakuan tidak nyaman tersebut. Tapi, saksi juga bisa alami tekanan psikis lantaran bingung untuk melaporkan bullying tersebut atau tidak.

Ketakutan untuk bicara maupun melaporkan pelaku bullying jadi tertahan, baik oleh saksi maupun si korban sendiri. Padahal pengakuan dari keduanya sama pentingnya.

Psikolog klinis dewasa Pingkan Rumondor, S.Psi., M.Psi., mengcatakan, kebanyakan orang yang menjadi saksi akan diam saja saat tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menyaksikan tindakan bullying. Terutama, apabila saksi terdiri dari beberapa orang.

"Semakin banyak yang jadi saksi, rupanya ada rasa berbagi tanggung jawab. Yang melihat ini tunggu-tungguan siapa yang bakal negur duluan. Jadi sebenarnya saksi ini penting supaya dia bisa melakukan sesuatu, bisa mengintervensi. Tapi kadang-kadang ada efek seperti itu, jadi enggak ada yang gerak," kata Pingkan dalam webinar Hari Toleransi Internasional bersama Unilever Indonesia, Senin (15/11/2021).

Pingkan membagikan tips bagi saksi tindakan bullying agar berani bertindak. Pertama, terpenting harus menenangkan diri sendiri dahulu. Karena meskipun sebagai saksi, perasaan takut dan tidak nyaman bisa juga dirasakannya. Kedua, menyadari bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpendapat.

"Ingatlah bahwa setiap dari manusia punya hak asasi manusia, yaitu mengungkapkan pendapat. Gimana nanti pendapat kita akan ditanggapi, tapi ingatlah kalau kita punya hak untuk mengemukakan pendapat," ujarnya.

Setelah itu, bisa mengajak bicara pelaku bullying secara langsung. Pingkan mengingatkan, mengajak bicara pelaku perlu disesuaikan dengan kondisi yang terjadi.

Sementara itu, korban juga bisa melindungi dirinya sendiri. Salah satu yang terpenting, menurut Pingkan, untuk berlatih komunikasi asertif.

"Dalam psikoligi ada namanya 'I message'. Terhadap orang yang menganggu, kita ungkapkan apa yang dirasakan. Kedua ungkapkan faktanya. Itu sebenarnya skill, jadi sangat bisa dilatih," ujarnya.

Baca Juga: Viral Bocah SD Menangis Dibuly Guru dan Teman Sekelas, Siswa Tidak Mau Sekolah

Ia menyarankan, korban hanya bicara apa yang dirasakan atas perilaku bullying tersebut. Selain itu fokus terhadap fakta yang dilakukan pelaku.

"Bisa dengan bilang, 'saya merasa terganggu dengan tindakan ini'. Sebisa mungkin hindari kata 'kamu'. Dan ketiga, kasih opsi, 'bisa enggak, begini, begini..'," contoh Pingkan.

Namun, apabila cara tersebut tidak juga berhasil membuat pelaku berhenti lakukan tindakannya, Pingkan menekankan jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI