Komunitas Sahabat Anak Kanker, Mendampingi dan Beri Semangat Para Jagoan Pejuang Kanker

Vania Rossa

Sabtu, 27 November 2021 | 10:50 WIB
Komunitas Sahabat Anak Kanker, Mendampingi dan Beri Semangat Para Jagoan Pejuang Kanker
Ilustrasi kanker anak. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika seorang anak didiagnosis kanker, situasi mereka menjadi sangat sulit dan menantang, baik secara fisik maupun emosional. Dan berangkat dari pengalaman pribadi dan semangat untuk memberikan pendampingan psikis bagi anak penderita kanker, Nur Very Hani Susanto membentuk komunitas Sahabat Anak Kanker.

Diinisiasi sejak tahun 2015 di kota Malang, Jawa Timur, langkah ini berawal ketika Very bersama istri mendampingi buah hati mereka menjalani kemoterapi.

“Di Malang, yayasan atau komunitas seperti ini tidak ada. Akhirnya saya dan istri mulai mencari informasi sendiri,” ujar Very, mengutip siaran pers yang diterima Suara.com.

Ketika ia mempelajari tentang kanker pada anak, Very menemukan bahwa aktivitas bermain dapat berdampak positif bagi psikis anak-anak yang tengah melalui masa pengobatan. Mainan milik putra Very yang dibawa ke rumah sakit, rupanya menarik perhatian pasien anak lainnya serta tim tenaga kesehatan. Anak-anak yang menjalani rawat inap sangat antusias saat waktu bermain tiba.

Bermain adalah inti kegiatan di Komunitas Sahabat Anak Kanker. (Facebook/Sahabat Anak Kanker)
Bermain adalah inti kegiatan di Komunitas Sahabat Anak Kanker. (Facebook/Sahabat Anak Kanker)

Di sela waktu perawatan, Very juga berbincang dan berbagi semangat dengan para orang tua pasien. Upaya Very untuk memberikan pendampingan bagi anak penderita kanker melalui bermain bersama membuahkan hasil. Dukungan pun mulai mengalir, mulai dari donasi mainan, pemberian fasilitas ruangan bermain untuk pasien anak dengan kanker di rumah sakit, hingga kehadiran relawan dari beragam profesi, seperti dokter dan psikolog.

“Tujuan kami satu, memberikan dukungan dan pendampingan secara psikis bagi keluarga maupun anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker. Misi dan suara komunitas kami semakin didengar berkat teknologi seperti Facebook. Melalui Page dan Group di Facebook, kami menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan, berbagi semangat, menggalang donasi, dan juga mengajak lebih banyak relawan untuk bersama-sama memberikan dukungan moril bagi anak-anak penderita kanker,” kata Very.

Tak hanya berbagi semangat, komunitas Sahabat Anak Kanker juga membagikan aktivitas terkini bersama anak-anak pejuang kanker, edukasi seputar perawatan kanker pada anak, serta keseruan menjadi relawan melalui Facebook Group dan Page. Selain itu, komunitas juga memanfaatkan Group untuk mengkoordinasikan pertemuan dan diskusi secara offline bersama tim relawan.

Very menambahkan, di masa mendatang, komunitas ini berencana untuk membangun Rumah Main. Rumah ini akan memiliki konsep seperti taman bermain yang dilengkapi dengan berbagai aktivitas, serta akomodasi bagi keluarga pasien yang ingin menginap sementara karena harus menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggalnya ke rumah sakit.

Selain melakukan kunjungan dan pendampingan bagi keluarga pasien, komunitas Sahabat Anak Kanker juga rutin menyelenggarakan kelas-kelas kreatif, di antaranya kelas menggambar, membuat kerajinan tangan, dan mendongeng. Setiap dua bulan sekali, Very bersama para relawan mengajak anak-anak untuk berwisata seperti mengunjungi kebun binatang, menonton pertandingan sepak bola, hingga menonton film di bioskop. Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol medis yang ketat dan didampingi oleh dokter dan perawat.

Menurut Very, aktivitas seperti ini memberikan kekuatan dan semangat bagi anak-anak ketika harus berhadapan dengan jarum suntik, obat-obatan, dan proses terapi yang panjang.

“Kini, anak-anak jadi sering bertanya ke orangtuanya, kapan mereka akan ke rumah sakit lagi, karena mereka sangat menantikan waktu untuk bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya,” kata Very.

Berkat kegigihan Very dalam mengembangkan komunitas melalui Facebook, komunitas Sahabat Anak Kanker kini telah memiliki kemitraan dengan sejumlah rumah sakit di daerah Malang dan Batu, akademi keperawatan, dan fakultas kedokteran di beberapa universitas, seperti Universitas Brawijaya.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi, sambung Very, yaitu masih adanya stigma bahwa penyakit kanker menular. Stigma keliru ini menghambat interaksi anak-anak beserta keluarga mereka dengan komunitasnya. Melalui kegiatan komunitas yang ia bagikan di Facebook, Very berharap dapat mengikis stigma tersebut, serta membantu para pejuang kanker untuk memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyore: Gerebek Markas Komunitas Geng Tril Tua Indonesia

Nyore: Gerebek Markas Komunitas Geng Tril Tua Indonesia

Video | Sabtu, 20 November 2021 | 18:00 WIB

Komunitas Lokal dan Masyarakat Adat Jadi Pelindung 80% Keanekaragaman Hayati di Dunia

Komunitas Lokal dan Masyarakat Adat Jadi Pelindung 80% Keanekaragaman Hayati di Dunia

Press Release | Kamis, 11 November 2021 | 23:16 WIB

WhatsApp Siapkan Fitur Komunitas, Membuat Grup dalam Grup

WhatsApp Siapkan Fitur Komunitas, Membuat Grup dalam Grup

Tekno | Minggu, 07 November 2021 | 16:31 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Kehidupannya akan Berubah Lebih Baik Setelah 9 Juni 2026

3 Zodiak yang Kehidupannya akan Berubah Lebih Baik Setelah 9 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:15 WIB

6 Shio Paling Beruntung dan akan Dapat Rezeki Nomplok Pada 10 Juni 2026

6 Shio Paling Beruntung dan akan Dapat Rezeki Nomplok Pada 10 Juni 2026

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:12 WIB

Beda Cushion Make Over Powerstay dan Hydrastay, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Beda Cushion Make Over Powerstay dan Hydrastay, Mana yang Lebih Tahan Lama?

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:13 WIB

Berapa Lama Skincare Viva Terlihat Hasilnya? Pengalaman Tasya Farasya Setelah Sebulan Pemakaian

Berapa Lama Skincare Viva Terlihat Hasilnya? Pengalaman Tasya Farasya Setelah Sebulan Pemakaian

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:50 WIB

Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'

Bukan Sekadar Nutrisi: Rahasia Sukses MPASI Tanpa Drama dengan Metode 'Mindful Feeding'

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:50 WIB

7 Tips Membangun Anak Tangga Sesuai Feng Shui: Rezeki Mengalir, Rumah Tangga Harmonis

7 Tips Membangun Anak Tangga Sesuai Feng Shui: Rezeki Mengalir, Rumah Tangga Harmonis

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:47 WIB

Kulkas Harga Rp1 Jutaan Merek Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik, Lengkap Review Pembeli

Kulkas Harga Rp1 Jutaan Merek Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:42 WIB

3 Rekomendasi Serum Retinol yang Bantu Sembuhkan Jerawat, Aman bagi Pemula

3 Rekomendasi Serum Retinol yang Bantu Sembuhkan Jerawat, Aman bagi Pemula

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:20 WIB

7 Pensil Alis Waterproof, Tahan Lama dan Anti Luntur untuk Aktivitas Seharian

7 Pensil Alis Waterproof, Tahan Lama dan Anti Luntur untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:15 WIB

Bedak yang Bagus SPF Berapa? Ini 5 Pilihan yang Aman Dipakai di Luar Ruangan

Bedak yang Bagus SPF Berapa? Ini 5 Pilihan yang Aman Dipakai di Luar Ruangan

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB