alexametrics

Go Digital Jadi Cara Rumah Makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku Bertahan Saat Pandemi

Risna Halidi
Go Digital Jadi Cara Rumah Makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku Bertahan Saat Pandemi
Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku (Dok. GoFood)

Pandemi Covid-19 membuat pelaku usaha UMKM kuliner harus memutar otak. Termasuk pemilik Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku Seminyak, Bali.

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun, memberikan dampak terhadap sektor pariwisata Bali, termasuk UMKM kuliner di Pulau Dewata tersebut.

Itu juga yang dirasakan oleh pemilik Rumah Makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang terpaksa harus menutup outletnya selama tiga bulan saat pandemi Covid-19 merebak di awal tahun 2020 lalu.

Made Bayu Darmadi, penerus dari Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku pun harus memutar otak untuk bisa mempertahankan karyawannya yang sebagian besar sudah bekerja lebih dari empat tahun.

"Ketika kami membuka outlet kembali saat pandemi, pemasukan turun drastis ke Rp50 ribu sampai Rp200 ribu per hari," ujar Bayu dikutip Suara.com dari siaran pers GoFood, Jumat (3/12/2021).

Baca Juga: Jelang Pemungkas 2021, Ini Laporan Performa Penjualan Toyota dan Hyundai

Rumah Makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku (Dok. GoFood)
Rumah Makan Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku (Dok. GoFood)

Bayu kemudian memutuskan melakukan berbagai inovasi untuk menarik pelanggan dengan mengandalkan layanan pesan-antar makanan online.

Dari yang awalnya hanya ada dua menu di GoFood yaitu nasi bungkus dan nasi kotak, kini ia menambahkan variasi menu lain seperti nasi bungkus biasa, nasi bungkus spesial, dan nasi bungkus komplit.

"Saya juga menyediakan menu ala carte, seperti sambal, sate, dan ayam suwir," jelas Bayu lebih lanjut.

Selain menjadi andalan pelanggan GoFood, Bayu mengakui bahwa ekosistem Gojek juga sangat membantu restorannya bertahan di tengah pembatasan aktivitas masyarakat.

"Misalnya, untuk mengatur manajemen dan operasional resto, saya dibantu aplikasi khusus mitra usaha, GoBiz. Sehingga, sistem pencatatan transaksi jadi lebih terstruktur dan operasional restoran pun menjadi autopilot," tambah Bayu.

Baca Juga: Kumpulan Link Download Twibbon Selamat Hari Raya Natal 2021

"Dari segi pelayanan, fitur Variasi Menu membuat kami dapat memenuhi keinginan pelanggan yang berbeda-beda. Benar-benar di luar dugaan, saat ini ada teknologi yang dapat membantu bisnis makanan hingga semua aspek operasional bisa tercover," kata Bayu lagi.

Saat pemerintah menetapkan aturan PPKM yang melarang layanan makan di tempat, rumah makan seperti Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku yang ada di kawasan Seminyak, praktis bergantung pada layanan pesan-antar online.

Pun ketika PPKM mulai diperlonggar, masih sedikit tamu yang berani datang dan makan ke restoran. Kini saat keadaan berangsur normal, Bayu mendapati kalau penjualan melalui platform online mampu menaikkan omset restoran hingga dua kali lipat.

Pengalaman Bayu dalam mengandalkan teknologi untuk bertahan di masa pandemi juga sejalan dengan temuan survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Survei tersebut menyebutkan bahwa pendapatan mitra UMKM GoFood rata-rata naik 66 persen di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020, di mana 4 dari 5 UMKM percaya GoFood mendukung pertumbuhan usaha mereka.

Peningkatan pendapatan UMKM ini pada akhirnyam berdampak positif pada pemulihan ekonomi Indonesia pada masa pandemi.

Komentar