Kasus Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD, Budi Gunadi Sadikin Akui Merasa Gagal sebagai Menkes

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Kasus Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD, Budi Gunadi Sadikin Akui Merasa Gagal sebagai Menkes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merasa gagal setelah peserta BPJS Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia di Jakarta pada Rabu (5/8/2026).
  • Yurizal meninggal dunia setelah sempat mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di IGD.
  • Ketua Umum IDI Slamet Budiarto menduga adanya masalah pada sistem pelayanan rumah sakit karena pasien gawat darurat terlambat ditangani.

Suara.com - Kejadian meninggalnya pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang sempat mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap, ikut menyentuh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Di hadapan awak media, Budi mengaku merasa gagal sebagai menkes ketika mendengar masih ada masyarakat yang meninggal, terlebih di usia yang masih muda.

"Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya adalah dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76," kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

Target tersebut, kata dia, bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada tanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mampu membuat mereka hidup lebih lama.

"Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita ada yang meninggal muda," ujarnya.

Karena itu, Budi memastikan pemerintah tidak akan berhenti membenahi pelayanan kesehatan, termasuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang layak agar angka harapan hidup terus meningkat.

Budi juga tidak menampik masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Menurut dia, persoalan tersebut mencakup kelengkapan fasilitas kesehatan, alat kesehatan hingga ketersediaan tenaga medis.

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya. Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar itu kita bisa laksanakan," ujarnya.

Kejadian ini bermula dari unggahan Yurizal di media sosial Threads yang mengaku harus menunggu sekitar delapan jam di IGD sebelum memperoleh ruang rawat. Beberapa hari kemudian, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. 

baca juga

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menduga ada kecolongan dalam sistem pelayanan rumah sakit terhadap kejadian yang menimpa Yurizal.

Slamet mempertanyakan penyebab pasien harus menunggu hingga delapan jam lalu beberapa hari kemudian dikabarkan meninggal. Ia juga mempertanyakan apakah rumah sakit telah mampu mendeteksi kondisi kegawatdaruratan sejak awal.

"Ada dugaan, bahasanya kecolongan, kenapa pasien itu tidak segera ditangani. Kenapa sampai nunggu 8 jam? Apakah rumah sakit tidak bisa mendeteksi emergensi? Padahal sesuai ketentuan internasional, kalau emergensi dalam waktu beberapa menit harus sudah ditangani," kata Slamet kepada Suara.com.

Menurutnya, bila benar pasien yang mengalami kondisi gawat darurat harus menunggu selama itu, maka persoalannya bukan semata pada individu tenaga kesehatan, melainkan mengindikasikan adanya persoalan sistem pelayanan rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

Kasus Komentar Nirempati ke Pasien BPJS, RSUP Sardjito Hentikan Stase PPDS dr. Elda Putri Rahardini

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf

Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Nakes Viral Komentar Nir-empati ke Pasien BPJS, Pakar UGM Ingatkan Sanksi Etik Menanti

Nakes Viral Komentar Nir-empati ke Pasien BPJS, Pakar UGM Ingatkan Sanksi Etik Menanti

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya

WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

×