Padahal Lebih Dekat dengan Matahari, Tapi Mengapa Suhu di Gunung Lebih Dingin?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 06 Januari 2022 | 12:30 WIB
Padahal Lebih Dekat dengan Matahari, Tapi Mengapa Suhu di Gunung Lebih Dingin?
Ilustrasi tinggal di gunung. (pixabay.com)

Suara.com - Ketinggian area pegunungan dan bibir pantai tentu berbeda. Namun dari temperatur udara, gunung tentu lebih dingin dibandingkan daerah lain seperti pusat kota atau pantai. 

Orang awam kerap kali mempertanyakan kenapa gunung lebih dingin, padahal wilayahnya tinggi dan lebih dekat dengan matahari. Hal itu sebenarnya ada penjelasannya secara ilmiah, lho!

Jadi begini, dalam ilmu fisika, suhu adalah ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda maupun zat. 

Satuan suhu dalam Sistem Internasional (SI) adalah Kelvin (K). Tetapi secara umum di dunia timur, termasuk Indonesia, menggunakan satuan Celcius (°C) dalam kehidupan sehari-hari. 

Satuan-satuan internasional ini dibuat karena sebelum ada alat pengukur suhu termometer, manusia mengukurnya hanya dengan indera peraba. Sehingga angka suhu yang didapatkan masih subjektif.

Misalnya, dalam mengukur suhu udara, seseorang yang sudah tinggal lama di pegunungan mungkin akan merasa udara di sana biasa saja, sejuk seperti suhu normal.

Tapi, ketika orang kota ingin mandi dengan udara di pegunungan, kemungkinan akan merasa kedinginan. 

Sehingga persepsi dingin antara orang pegunungan dan orang kota bisa jadi berbeda. Baca lengkap di Ruang Guru.

Setelah dilakukan riset bertahun-tahun, beberapa ilmuwan merumuskan masing-masing perhitungan satuan suhu yang lebih objektif. Mulai dari Celcius, Kelvin, Fahrenheit, hingga Reamur.

Kaitannya dengan suhu dingin di pegunungan, sebenarnya jarak suatu tempat di bumi terhadap lokasi matahari sama sekali tidak memengaruhi temperatur udara di lingkungan tersebut.

Jarak dari bumi ke matahari sekitar 150 juta meter. Sementara jarak dari puncak gunung di Indonesia ke permukaan air laut, rata-rata sekitar 3.676 meter (gunung tertinggi di pulau Jawa, gunung Semeru). Jarak itu pun belum bisa dikatakan dekat dengan Matahari.

Penyebab utama suhu di puncak gunung lebih dingin dibandingkan dengan suhu di perkotaan karena dipengaruhi tekanan udara. 

Udara memiliki massa walaupun sangat kecil. Akan tetapi, dengan jumlah udara yang sangat banyak, massa udara tidak bisa dianggap kecil lagi.

Bumi juga memiliki gravitasi yang menarik udara ke bawah sehingga dikenal dengan berat.

Berat udara akan menekan permukaan bumi, sehingga timbul tekanan udara. Dengan kata lain, tekanan udara adalah besarnya berat udara pada satu satuan luas bidang tekan (dalam hal ini permukaan bumi).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rencana Relokasi Korban Gunung Semeru, Begini Update Pembangunan Hunian Sementaranya

Rencana Relokasi Korban Gunung Semeru, Begini Update Pembangunan Hunian Sementaranya

Malang | Rabu, 05 Januari 2022 | 20:40 WIB

Seekor Buaya Ikan Ditangkap Warga di Sumut

Seekor Buaya Ikan Ditangkap Warga di Sumut

Sumut | Rabu, 05 Januari 2022 | 18:26 WIB

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Sejumlah Desa Kena Hujan Abu Vulkanik

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas, Sejumlah Desa Kena Hujan Abu Vulkanik

News | Rabu, 05 Januari 2022 | 17:35 WIB

Terkini

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Anak-anak Kini Bisa Belajar Perubahan Iklim Lewat Permainan

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:08 WIB

Kesempatan Belajar AI Kini Makin Terbuka untuk Penyandang Disabilitas

Kesempatan Belajar AI Kini Makin Terbuka untuk Penyandang Disabilitas

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:47 WIB

Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Pertanda Apa? Ini Artinya

Mimpi Bertemu Orang yang Sudah Meninggal Pertanda Apa? Ini Artinya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:10 WIB

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Viral Skincare Berlapis Bisa Rusak Skin Barrier, Kasus Kulit Sensitif Meningkat

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:36 WIB

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

7 Rekomendasi Sepatu Jalan Nyaman untuk Traveling Agar Kaki Tidak Pegal

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:30 WIB

4 Pilihan Sepatu Lari Diadora di Sports Station, Harga Diskon Cuma Rp300 Ribuan

4 Pilihan Sepatu Lari Diadora di Sports Station, Harga Diskon Cuma Rp300 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:15 WIB

Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?

Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:30 WIB

Cushion Make Over Tahan Berapa Lama? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya

Cushion Make Over Tahan Berapa Lama? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:05 WIB

4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

4 Doa Buka Puasa Arafah 9 Zulhijah Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:35 WIB

Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi

Cuma Sampai Magrib! Baca Zikir Singkat Ini di Hari Arafah, Amalannya Dipakai Para Nabi

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:16 WIB