Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 06 Januari 2022 | 18:39 WIB
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)

Suara.com - Ponsel Siska berdering saat ia tengah istirahat sepulang kerja. Ada sebuah panggilan masuk. Di layar tertulis nama 'Indra', seorang teman lamanya. Ia langsung menyambar ponsel itu dan menekan layar ikon berwarna hijau.

"Halo, bisa engga kamu bantu donor (darah) untuk kakakku?" ujar Indra di ujung telepon.

Malam itu Indra mengaku sangat butuh transfusi darah O+ untuk kakaknya, Eko Budiutomo. Kondisinya kritis. Sang kakak didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium empat. Dokter menyebut ada kista bersarang di ginjal Budi panggilan akrab Eko Budutomo, hampir kurang lebih satu tahun. Situasi itu membuat fungsi ginjal Budi terus menurun, sehingga ia mesti bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah.

Semua peristiwa itu terjadi pada Januari 2021. Kala itu Budi masih berusia 42 tahun. Kariernya cukup moncer. Ia baru saja serah terima jabatan malam itu. Di rumah, ia punya seorang anak berusia delapan tahun. Mendengar semua cerita Indra, tanpa sadar air mata jatuh di pipi Siska.

"Saya bersedia menjadi ginjal untuk kakakmu, jika semua catatan dan kondisi medis saya dinyatakan baik dan cocok," ujar pemilik nama lengkap Fransiska Ncis itu.

Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)

Siska sadar malam itu ia tidak bisa berbuat banyak. Eko tengah berada di Cikarang, Jawa Barat. Sedangkan Siska, tinggal di Jakarta. Butuh waktu sekitar satu setengah jam agar Siska bisa menempuh jarak 60 km dari Jakarta ke Cikarang. Sedangkan kala itu waktu sudah cukup malam.

Sehingga malam itu Siska hanya berjanji untuk menyebarkan pesan ke semua kontak yang dimilikinya bahwa Budi membutuhkan transfusi darah O+. Ia menyarankan Indra untuk mencari orang terdekat untuk bisa mendonorkan darah ke Budi pada malam itu.

Dengan kondisi Budi pada saat itu, Siska sadar betul bahwa donor ginjal merupakan solusi terbaik untuk pasien gagal ginjal saat ini. Indra juga tahu persis bahwa sang kakak memang membutuhkan donor ginjal.

Namun dari keluarga kala itu tidak ada yang bisa memenuhi syarat. Ibu mereka waktu itu sudah cukup tua. Sedangkan, golongan darah Indra dan Budi juga berbeda, sementara yang lain masih memiliki kekhawatiran akan tindakan donor ginjal yang akan diambil.

baca juga

Selang satu bulan kemudian, Siska berkunjung ke Cikarang, Jawa Barat. Ia berusaha menjelaskan niatnya ke keluarga besar Indra dan Budi. Penolakan awal justru sempat datang dari Indra.

"Engga Sis, kamu kan banyak kegiatan kemanusiaan, nanti bagaimana kalau ginjal kamu tinggal satu. Masih banyak orang butuh kamu," ungkap Indra.

Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)

Namun, Siska meyakinkan bahwa karena kondisinya sehat dan tidak memiliki penyakit bawaan yang membuat tekadnya bulat mendonorkan ginjal miliknya untuk Budi. Meski demikian, baik Indra dan Budi masih sulit untuk percaya niat baik Siska. Terlebih isu jual beli ginjal di Indonesia masih cukup kuat.

Tapi, Siska berusaha kembali meyakinkan Budi. Ia menjelaskan, dengan kondisi Budi yang demikian, mereka harus berkejaran dengan waktu. Semakin cepat donor ginjal dilakukan, akan semakin besar peluang untuk memperbaiki kondisi Budi.

"Saya juga enggak minta (uang) sama sekali. Karena saya tahu persis kalau jual beli ginjal ilegal, dan saya akan kena dan dipenjara. Jadi saya kena, rumah sakit pun kena," kata Siska.

Proses Donor Ginjal

Seluruh proses dari awal pendaftaran hingga pascaoperasi membutuhkan waktu 10 bulan. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo menjadi rumah sakit pilihan untuk menjalankan proses tersebut. Siska terpaksa merelakan pekerjaannya. Ada sejumlah tahapan yang mesti ia lakukan mulai dari registrasi, edukasi, advokasi, hingga operasi itu sendiri. 

"Saya tidak mungkin untuk minta izin setiap hari ke kantor. Sehingga karena waktu itu juga pandemi dan perusahaan sedikit goyang, saya memutuskan untuk resgin dan fokus pada proses donor ginjal ini," ujar dia.

Setelah beberapa bulan menjalani proses pemeriksaan, hari bersejarah itu tiba. Sejak 2 November 2021 ia telah diminta berada di RSCM untuk menjalani proses karantina. Siska dijadwalkan untuk masuk meja operasi pada 9 November 2021.

"Hari ini adalah hari terakhir saya bisa merasakan sebagai manusia berginjal dua. Besok saya akan melihat satu ginjal saya berada di raga orang lain. Kepingan dari diri saya menjadi jawaban hidup dari pergumulan & penantian hidup seseorang," tulis Siska di akun Twitternya pada 8 November 2021. 

"Umur tidak ada yang tahu. Karena waktu bukan kita yang punya. Untuk itu saya mohon maaf, apabila saya mempunyai salah atau menyakiti hati, kepada siapapun itu. Baik saya sadari ataupun tanpa saya sadari. Sekali lagi, saya mohon doa untuk operasi saya besok pagi. Agar semua berjalan lancar, dan begitupun setelah saya siuman."

Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)

Hari operasi itu tiba. Ia telah siap dengan baju berwarna hijau khas untuk menjalani operasi. Jarum jam menunjukkan pukul 06.30 WIB. Dari ruang karantina, ia didorong melewati lorong menuju kamar bedah. Tepat di ruang operasi sang ibu menghampirnya. Ia memeluk erat Siska yang berada di kursi roda. 

"Bu, andai sampai terjadi apa-apa padaku saat operasi berlangsung, Ibu jangan menyalahkan siapa-siapa ya. Semua pasti sudah melakukan yangg terbaik. Dan ini sudah keputusan saya. Ibu harus mendoakan, tidak boleh sedih atau panik selama operasi berlangsung. saya janji akan berjuang di dalam sana dan keluar dengan membuat Ibu lega dan bangga," ujar Siska dalam dekapan sang ibu. 

Ia akhirnya didorong masuk ke ruang operasi. Di dalam, dokter telah bersiap dengan segala perlengkapannya. Ia kemudian berbaring di tempat tidur. Jarum anestesi disuntikan ke tubuhnya. Ia tidak sadarkan diri. 

Sebuah selang kemudian dimasukkan ke tenggorokannya. Berbagai alat penunjang medis juga tak lama dipasang di tubuhnya. Hanya alat yang terpasang ditubuhnya itu yang jadi pertanda kehidupannya. 

Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)
Pendonor Ginjal Itu Bernama Fransiska Ncis. (Dokumentasi pribadi)

Di luar ruangan operasi, sang ibu menunggunnya dengan tenang. Setelah kurang lebih delapan jam operasi itu usai. Siska akhirnya siuman. Ia dibawa ke ruang pemulihan pasca operasi. Di sana ia berbaring sambil menyanyikan kidung untuk Tuhan sebagai rasa syukur. 

“Tanpa donor organ tidak ada cerita, tidak ada harapan, tidak ada transplantasi. Tetapi ketika ada donor organ, kehidupan muncul dari kematian, kesedihan berubah menjadi harapan dan kehilangan yang mengerikan menjadi hadiah.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Efek Buruk Begadang Bisa Rusak 500 Fungsi Organ Tubuh

Waspada Efek Buruk Begadang Bisa Rusak 500 Fungsi Organ Tubuh

Bogor | Selasa, 04 Januari 2022 | 19:35 WIB

Viral Wanita Donorkan Ginjal untuk Bapak-Bapak, Kisahnya Bikin Terharu

Viral Wanita Donorkan Ginjal untuk Bapak-Bapak, Kisahnya Bikin Terharu

Hits | Selasa, 04 Januari 2022 | 16:17 WIB

Awas, Paparan Pestisida Bisa Sebabkan Penyakit Kronis Ini!

Awas, Paparan Pestisida Bisa Sebabkan Penyakit Kronis Ini!

Health | Senin, 03 Januari 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×