facebook

5 Cara Merawat Dinding Batu Alam agar Selalu Tampak Seperti Baru

Vania Rossa
5 Cara Merawat Dinding Batu Alam agar Selalu Tampak Seperti Baru
Ilustrasi dinding batu alam. (Shutterstock)

Penggunaan batu alam untuk melapisi dinding bisa diterapkan pada berbagai bagian area hunian.

Suara.com - Terkenal karena keindahan tampilannya, kekuatan strukturnya, dan ketahanannya dengan perubahan cuaca, dinding batu alam telah menjadi satu fitur untuk eksterior dan interior rumah yang digemari untuk berbagai keperluan.

Terutama untuk hunian yang mengusung gaya desain modern tropis, dengan mengadopsi gaya villa atau resort yang seringkali menampilkan dinding batu alam sebagai salah satu daya tariknya.

Penggunaan batu alam untuk melapisi dinding diterapkan pada berbagai bagian area hunian. Sebagai dinding kolam renang, dinding teras depan di area pintu masuk, dinding taman, dinding kolam ikan, sampai dinding bagian dalam rumah seperti di ruang makan, ruang keluarga, bahkan kamar tidur.

Batu yang digunakan pun bukan sembarang batu. Batu yang digunakan biasanya merupakan batu alam yang sudah terbukti sebagai material untuk bangunan. Misalnya batu andesit, batu candi, batu palimanan, batu sabak, hingga marmer dan granit yang masih dikategorikan sebagai batu alam.

Baca Juga: 5 Ide Kreatif Menghias Sudut Ruangan Agar Fungsional dan Estetik

Selain memberikan tampilan yang menawan dengan warna dan tekstur yang ditimbulkan, anggapan bahwa dinding batu alam ini kuat dan tahan lama memang benar. Dengan catatan, dinding batu alam senantiasa dirawat secara rutin.

Supaya tidak berlumut, berjamur, rapuh, dan menyebabkan batu pecah atau lepas, Dekoruma sudah merangkum lima cara untuk merawat dinding batu alam agar selalu awet dan tampak mengilap seperti baru. Simak sampai habis, ya!

1. Jaga Kebersihan dan Kilaunya dengan Coating
Batu alam memiliki pori-pori yang bisa menyerap air dan berpengaruh pada kelembapan dinding. Batu alam seperti batu palimanan, batu paras jogja, atau batu kapur punya pori-pori besar yang membuatnya lebih rentan untuk menjadi lembap dan memicu tumbuhnya jamur dan lumut yang bisa memengaruhi kekuatan dinding.

Maka dari itu, memberikan coating atau pelapis khusus dinding batu alam wajib dilakukan. Bahkan juga untuk batu-batu yang pori-porinya lebih kecil seperti andesit, candi, atau granit.

Coating ini merupakan cairan khusus dari acrylic resin yang selain mampu mengurangi kelembapan batu, juga menjaga batu alam tetap berkilau, dan bebas dari kotoran seperti debu.

Baca Juga: 5 Inspirasi Ruangan Warna Netral yang Cocok Dipadukan Berbagai Warna

2. Rutin Melakukan Pengecekan dan Perawatan Setiap Enam Bulan
Idealnya, Anda perlu melakukan pengecekan dan perawatan setiap enam bulan sekali. Secara kasat mata, tanda dinding batu alam harus dibersihkan adalah ketika jamur dan lumut mulai tampak pada dinding. Untuk membersihkannya, gunakan air dan sabun yang memiliki PH netral.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar