Contoh 3 Jenis Limbah yang Bisa Menyebabkan Pencemaran Air

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 24 Januari 2022 | 14:36 WIB
Contoh 3 Jenis Limbah yang Bisa Menyebabkan Pencemaran Air
Ilustrasi sungai/ pencemaran air (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Suara.com - Air menjadi salah satu sumber kehidupan terpenting bagi makhluk hidup, terutama manusia. Air yang digunakan bisa didapat dari berbagai sumber seperti gunung, sungai, hingga air hujan.

Akan tetapi, air juga berisiko tercemar akibat ulah perilaku manusia. Penyebab pencemaran bisa disebut dengan sumber polutan. Misalnya, polutan dari limbah industri, limbah rumah tangga, juga limbah pertanian. 

Pencemaran air bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti penurunan kualitas lingkungan, gangguan kesehatan pemekatan hayati, mengganggu keindahan wilayah, dan mempercepat proses kerusakan benda.

Dikutip dari Ruang Guru, berikut beberapa penyebab pencemaran air akibat ulah manusia.

1. Limbah Industri
Air limbah dari hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat berbahaya. Biasanya industri dari pabrik tekstil atau pabrik kertas yang paling banyak menjadi polutan. Jenis limbah dari kedua pabrik tersebut itu menimbulkan bau yang tidak sedap. 

Limbah itu disebut dengan limbah organik. Lain halnya dengan limbah pabrik baja, pabrik cat, dan pabrik farmasi. Limbah dari jenis pabrik itu berupa cairan panas, berbusa, mengandung asam belerang, dengan bau yang menyengat. Limbah ini disebut dengan limbah anorganik.

2. Limbah Rumah Tangga
Sesuai namanya, limbah rumah tangga berasal dari hasil kegiatan perumahan seperti rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, dan puing bahan bangunan. Limbah rumah tangga terbagi atas bahan organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya. 

Limbah organik misalnya kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya. Sedangkan limbah anorganik contohnya alumunium, plastik, kaca, dan kaleng minuman. Limbah berbahaya lainnya bisa berwujud oli bekas yang biasanya ada di bengkel kendaraan.

3. Limbah Pertanian
Limbah dari sektor pertanian dihasilkan dari penggunaan pupuk dan bahan kimia. Contohnya, insektisida.

baca juga

Bahan kimia tersebut memang berfungsi sebagai pembasmi hama, namun karena berbahan dasar dari obat-obatan, bisa menimbulkan efek samping untuk kesehatan. Paparan insektisida yang berlebihan bisa mempercepat pertumbuhan kelenjar tiroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa sih Makna Hujan Saat Imlek? Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG hingga Ahli Feng Shui yang Perlu Diketahui

Apa sih Makna Hujan Saat Imlek? Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG hingga Ahli Feng Shui yang Perlu Diketahui

News | Senin, 24 Januari 2022 | 13:11 WIB

Resep Creamy Chicken Stew, Sup Krim Enak yang Cocok Disantap saat Musim Hujan

Resep Creamy Chicken Stew, Sup Krim Enak yang Cocok Disantap saat Musim Hujan

Lifestyle | Senin, 24 Januari 2022 | 10:14 WIB

Awas! Tak Hanya Pandemi, Musim Hujan DBD Juga Harus Diwaspadai

Awas! Tak Hanya Pandemi, Musim Hujan DBD Juga Harus Diwaspadai

Jawa Tengah | Senin, 24 Januari 2022 | 07:32 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×