Banyak Digunakan Untuk Penelitian Sosiologi, Kenali Teori Ketimpangan Sosial Klasik dan Modern

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 30 Januari 2022 | 10:15 WIB
Banyak Digunakan Untuk Penelitian Sosiologi, Kenali Teori Ketimpangan Sosial Klasik dan Modern
Ketimpangan Sosial. (Freepik)

Suara.com - Bagi mahasiswa Sosiologi, kamu pasti kerap mengenal istilah Teori Ketimpangan Sosial. Teori ini sering digunakan untuk meneliti fenomena kesenjangan dan ketimpangan yang terjadi di masyarakat.

Umumnya teori ketimpangan sosial terbagi atas dua jenis yakni teori klasik dan teori modern.

Perlu diketahui, ketimpangan sosial adalah keadaan yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan akses untuk mendapatkan dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Mengutip Ruang Guru, berikut ini beberapa teori ketimpangan sosial klasik yang banyak digunakan untuk meneliti:

Teori Ketimpangan Sosial Klasik

1. Teori Struktural Fungsional (Emile Durkheim)

Menurut Emile Durkheim, ketimpangan sosial tidak dapat dihindari dan memiliki peran penting dalam masyarakat. Ini karena ketimpangan berfungsi untuk menciptakan sistem meritokrasi, yaitu sistem yang digunakan untuk menilai seseorang berdasarkan kualitas dan keahliannya.

Contoh dari teori ini adalah masyarakat yang berpendidikan dan berketerampilan rendah mengisi pekerjaan dengan penghasilan yang rendah juga. Namun, hal ini justru dibutuhkan oleh orang dengan pendidikan dan keterampilan tinggi.

2. Teori Konflik (Karl Marx)

baca juga

Menurut teori konflik, ketimpangan sosial dapat terjadi akibat adanya eksploitasi oleh kelompok yang lebih kuat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kapitalisme yang lebih menguntungkan pemodal, tetapi lebih merugikan pekerja atau buruh.

Contoh yang sesuai dengan teori ini adalah kontrak kerja yang tidak jelas atau sewenang-wenang, sehingga pekerja lebih rentan dipecat. Adanya ketidakadilan upah dan perlindungan kerja bagi buruh atau pekerja juga merupakan contoh kasus yang sesuai.

Kelemahan dari teori ini adalah terlalu berfokus pada aspek ekonomi dalam ketimpangan sosial. Padahal, terdapat beberapa bentuk ketimpangan sosial selain dari ketimpangan ekonomi.

3. Teori Kelas, Status, Kekuasaan (Max Weber)

Teori ini beranggapan bahwa ketimpangan sosial memiliki 3 dimensi, yaitu status, kekayaan, dan kekuasaan. Jadi sebenarnya, teori ini mengisi kekurangan pada teori konflik yang terlalu berfokus pada masalah ekonomi.

Pada dimensi kelas, ketimpangan sosial bergantung pada usaha individu untuk mencapai kekayaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosiolinguistik: Pengertian dan Perannya dalam Kajian Variasi Bahasa

Sosiolinguistik: Pengertian dan Perannya dalam Kajian Variasi Bahasa

Your Say | Senin, 20 Desember 2021 | 18:06 WIB

Ini Dia 3 Model Teori Perubahan Sosial untuk Penelitian Sosiologi

Ini Dia 3 Model Teori Perubahan Sosial untuk Penelitian Sosiologi

Health | Senin, 20 Desember 2021 | 12:30 WIB

Pelajaran Sosiologi: Mengenal Defisini Stratifikasi Sosial Terbuka dan Tertutup

Pelajaran Sosiologi: Mengenal Defisini Stratifikasi Sosial Terbuka dan Tertutup

Lifestyle | Sabtu, 04 Desember 2021 | 11:34 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×