Kisah Musodikun: Dibully Karena Kotoran Ternak, Sukses Jadi Petani Organik Hingga Dinobatkan Sebagai Pahlawan Lingkungan

Risna Halidi

Rabu, 23 Februari 2022 | 21:23 WIB
Kisah Musodikun: Dibully Karena Kotoran Ternak, Sukses Jadi Petani Organik Hingga Dinobatkan Sebagai Pahlawan Lingkungan
Ilustrasi sapi (Unsplash)

Suara.com - Bagi banyak peternak, limbah kotoran menjadi tantangan tersendiri yang harus segera diatasi. Itu juga yang sempat dirasakan oleh Musodikun, peternak sapi asal Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Saat ini, lelaki paruh baya tersebut tak hanya berhasil menjadi seorang peternak sapi tetapi juga petani organik yang berhasil mengubah limbah kotoran sapi menjadi pupuk dan biogas yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis.

Untuk sampai ke posisi seperti saat ini, banyak tantangan yang harus Musodikun lalui.

Dulu, ia bercerita, dirinya sempat dirundung warga sekitar akibat kotoran sapi yang dianggap mencemari lingkungan. Tak tanggung-tanggung, protes warga pernah sangat keras hingga kandang ternaknya dibakar.

Kisah Musodikun: Dibully Karena Kotoran Ternak, Sukses Jadi Petani Organik Hingga Dinobatkan Sebagai Pahlawan Lingkungan (Dok. Frisian Flag)
Kisah Musodikun: Dibully Karena Kotoran Ternak, Sukses Jadi Petani Organik Hingga Dinobatkan Sebagai Pahlawan Lingkungan (Dok. Frisian Flag)

Di sisi lain, warga sekitar yang berprofesi sebagai petani juga hidup dengan kondisi kualitas pertanian yang kurang. Pada akhirnya, hal tersebut memengaruhi hasil tani warga sekitar.

"pH tanah sangat rendah, kondisi tanah kalau ditanami produktivitasnya menurun dan tidak sesuai dengan harapan. kondisi ini diperparah dengan insfratuktur. Saya benar-benar dilema dan di posisi yang sulit dan tidak nyaman. Sehingga saya selalu ingin mengkaji bagaimana masyarakat bisa sejahtera," kata Musodikon.

Di tahun 2010, ia kemudian memberanikan diri meminta bantuan kepada Dinas Peternakan dan lembaga terkait setempat. Ia juga secara aktif mengikuti kegiatan dan pembinaan dari BPTP Kalimantan Selatan, salah satunya inovasi teknologi pengolahan limbah kotoran sapi.

Berbekal ilmu tersebut, Musodikun mampu mengolah limbah kotoran sapi menjadi berbagai produk pertanian seperti pupuk kompos dan pestisida organik serta biogas.

Frisian Flag Indonesia meluncurkan kampanye bertajuk Pahlawan Kemajuan Keluarga Indonesia (Dok. FFI)
Frisian Flag Indonesia meluncurkan kampanye bertajuk Pahlawan Kemajuan Keluarga Indonesia (Dok. FFI)

"Sejak saat itu lembaga dinas terkait dan lingkungan senantiasa berkomunikasi lancar untuk mendukung apa yang saya lakukan. Sejak saat itu, bully meredup yang alhamdulillah mereka mengadopsi pupuk saya," tambahnya

baca juga

Selain berdampak baik bagi lingkungan dan kesehatan, pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik yang dilakukan Musodikun juga menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desanya.

Kini Musodikun membangun organisasi yang memiliki 107 anggota peternak aktif, dan menghasilkan kotoran ternak rata-rat 10kg basah dan 5kg kering.

"Organisasi sebagai penyambung lidah kepada pemerintah. Kalau masih bertahan kecil-kecil (individu) bisa jadi halangan, tapi kalau besar (organisasi), bisa menjadi penyumbang suara yang lebih besar," pungkasnya.

Berkat kerja kerasnya, Musodikun dinobatkan sebagai Pahlawan Kemajuan Keluarga Pilar Selaras dari Frisian Flag Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasang Foto Soeharto, Peternak Telur Ponorogo Sebar Banner Protes ke Presiden Jokowi

Pasang Foto Soeharto, Peternak Telur Ponorogo Sebar Banner Protes ke Presiden Jokowi

Jatim | Rabu, 23 Februari 2022 | 19:26 WIB

Mentan Ingin Para Petani Bisa Hasilkan Pupuk Organik secara Mandiri

Mentan Ingin Para Petani Bisa Hasilkan Pupuk Organik secara Mandiri

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 12:38 WIB

Stok Pupuk Subsidi di Sumbar Tercatat 11.718 Ton

Stok Pupuk Subsidi di Sumbar Tercatat 11.718 Ton

Sumbar | Senin, 21 Februari 2022 | 17:50 WIB

Terkini

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Lewat Sinergi BRI Group, Jutaan Perempuan Indonesia Sukses Mandiri Secara Finansial

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:10 WIB

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

KPK Telusuri Siapa Pemberi Perintah Kasus Suap ATR/BPN

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 22:08 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

×