Pawang Hujan: Mistis Atau Sains, Bagaimana Cara Kerjanya?

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Senin, 21 Maret 2022 | 12:32 WIB
Pawang Hujan: Mistis Atau Sains, Bagaimana Cara Kerjanya?
Seorang wanita melakukan ritual tradisional agar cuaca cerah saat sesi latihan MotoGP Mnadalika 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (18/3/2022). [SONNY TUMBELAKA / AFP]

Suara.com - Pawang hujan yang muncul di sirkuit Mandalika, saat gelaran MotoGP 2022 pada Minggu (20/3/2022), mendadak jadi perhatian dunia.

Pasalnya, perempuan bernama Rara Istiani Wulandari itu, terlihat tak gentar berjalan di tengah sirkuit saat hujan deras, melakukan ritual penangkal hujan.

Menariknya, usaha tersebut ternyata berhasil membuat hujan di gelaran balap bergengsi tersebut berhenti, hingga disoroti akun Twitter resmi @motoGP.

"THANK YOU for stopping the rain!" tulis akun Twitter @MotoGP, Minggu (20/3/2022).

Tak heran jika kini banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dilakukan Rara hingga berhasil menghentikan hujan.

Dalam sebuah tayangan yang Suara.com kutip dari tayangan On The Spot di YouTube, Rara menggunakan cara yang membantunya berkomunikasi dengan alam dari dimensi lain. Cara yang memindahkan hujan ke tempat lain ini disebut sebagai ilmu telekinesis.

"Kalau pawang hujan itu sebenarnya komunikasi dengan roh. Awan itu kan ada uap air, nah pawang hujan itu hanya menggeser saja awan-awan yang tebal saja," jelas dia.

Bukan cuma itu, dalam sebuah video yang diunggah akun Twitter @Astee_mou, pada Minggu (20/3/2022), Rara juga membuka rahasia lain mengenai cara kerjanya.

Untuk menggeser awan-awan tebal yang hitam, ia menggunakan teknik getaran suara yang dihasilkan oleh sebuah mangkuk logam yang biasa ia bawa ketika melakukan ritual.

baca juga

Menurut dia, gelombang suara yang bisa ditangkap otak adalah Alfa, Delta dan Teta. Namun tidak semua orang bisa menangkap gelombang suara hingga Teta.

Rara mengatakan, hanya pawang hujan saja yang bisa menangkap gelombang suara Teta. Kemampuan tersebut kemudian dikombinasikan dengan ketenangan batin, sehingga seorang pawang hujan bisa memasuki alam lain.

“Sebenarnya memecah awan itu dengan energi gelombang dua kali dari singing bowl, dan teriakan. Kalau kita sudah teriak, maka nanti cuaca akan panas,” begitu ungkap Rara dalam video tersebut.

Terkait menangkal hujan, sebenarnya hal ini bukan cuma dilakukan oleh seorang pawang hujan saja, lho. Ya, di berbagai belahan Bumi, kegiatan mengontrol cuaca ini juga banyak dilakukan, namun dapat dijelaskan dengan hal-hal ilmiah.

Banyak peneliti yang telah melakukan berbagai eksperimen untuk menangkal dan mendatangkan hujan, untuk berbagai tujuan. Misalnya, menghindari kekeringan di suatu wilayah, meningkatkan produksi pangan, hingga membersihkan atmosfer juga polusi.

Salah satunya adalah apa yang disebut sebagai penyemaian awan. Dilansir CNN, ini adalah metode ilmiah yang digunakan untuk mengubah pola cuaca alami dan meningkatkan curah hujan. Dengan meningkatkan curah hujan pada waktu tertentu, cara ini dapat secara efektif membersihkan langit dari semua cuaca buruk hanya beberapa jam sebelum acara besar dimulai.

Penyemaian awan adalah industri bernilai jutaan dolar dan digunakan di negara-negara seperti Amerika Serikat, China, dan India. Hal ini terutama dilakukan untuk meningkatkan curah hujan dan menciptakan air.

Para ilmuwan juga sedang mempelajari potensi penyemaian awan sebagai solusi untuk kekeringan -- dan di Uni Emirat Arab, ini dipandang sebagai salah satu cara yang mungkin dapat mempertahankan pertanian di wilayah yang kering.

Untuk mengetahui cara kerja penyemaian awan, berikut yang biasa dilakukan para ilmuwan.

Langkah 1: Dapatkan Pesawat Terbang
Penyemaian awan dilakukan oleh pilot yang terbang ke area yang lembap di atmosfer. Hal ini mengharuskan mereka menerbangkan pesawat kecil yang dapat dengan mudah menavigasi melalui cuaca badai, seperti Cessna atau Beechcraft King Air.

Langkah 2: Terbang ke Awan
Untuk menyemai awan, pilot terbang langsung ke cumulonimbus, atau awan kumulus yang menjulang tinggi, yang terlihat menyerupai marshmallow dan dibentuk oleh aliran udara ke atas yang kuat dari tanah. Seiring waktu, awan ini biasanya berkembang menjadi badai petir.

Langkah 3: Lepaskan Garam ke Udara
Setelah pesawat terbang di dalam awan, pilot menyalakan salah satu dari lusinan suar yang dipasang di sayap pesawat dengan mekanisme penembakan di kokpit.

Flare melepaskan asap dan senyawa garam, seperti natrium klorida atau kalium klorida, ke udara, yang menarik uap air di awan untuk membentuk tetesan air. Tetesan ini menyatu menjadi tetesan yang lebih besar dan, setelah cukup berat, akhirnya bisa jatuh sebagai hujan.

Langkah 4: Bertujuan untuk Turbulensi
Kebanyakan pilot dilatih untuk menghindar terbang langsung ke badai. Tetapi penyemaian awan harus membidik updraft, yang tercipta saat udara hangat dari tanah ditarik ke dasar awan cumulonimbus. Updraft ini membantu mencampur garam dan asap di seluruh awan, tetapi juga membuat penerbangan sangat bergelombang atau menciptakan turbulensi.

Langkah 5: Ulangi
Penerbangan penyemaian awan dapat memakan waktu tiga hingga empat jam, selama waktu itu pilot dapat melepaskan lusinan suar. Semakin banyak garam dan asap yang disuntikkan ke udara, semakin baik peluang menghasilkan hujan.

Jadi, apakah itu benar-benar berfungsi? Ahli meteorologi di Uni Emirat Arab, salah satu negara terkering di dunia dan konsumen air terbesar, percaya penyemaian awan meningkatkan curah hujan di padang pasir, meskipun para ilmuwan masih mencoba untuk menghitung dengan tepat seberapa banyak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Rara Pawang Hujan, Pengendali Hujan di Sirkuit Mandalika yang Dapat Bayaran Fantastis!

Profil Rara Pawang Hujan, Pengendali Hujan di Sirkuit Mandalika yang Dapat Bayaran Fantastis!

News | Senin, 21 Maret 2022 | 12:27 WIB

Puji Kehebatan Pawang Hujan MotoGP Rara Isti Wulandari, Abu Janda: Hepi Banget, Kaum Kadrun Kecewa

Puji Kehebatan Pawang Hujan MotoGP Rara Isti Wulandari, Abu Janda: Hepi Banget, Kaum Kadrun Kecewa

Surakarta | Senin, 21 Maret 2022 | 12:09 WIB

Sedang Ramai Dibicarakan, Mahasiswa Ungkap Acara Kampus Kerap Menyewa Jasa Pawang Hujan

Sedang Ramai Dibicarakan, Mahasiswa Ungkap Acara Kampus Kerap Menyewa Jasa Pawang Hujan

Your Say | Senin, 21 Maret 2022 | 12:02 WIB

Terkini

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Tugas Pertama Suahasil Gantikan Purbaya: APBN Harus Sehat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Suahasil Nazara Dilantik Menkeu usai Purbaya Pamer Capaian di DPD

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:13 WIB

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

Sebelum Dicopot Prabowo! Purbaya Sempat Kritik Pemda yang 'Hobi' Simpan Uang di Bank

News | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Semua Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Tayang di TV

Bola | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Terima Suap Rp11,4 Miliar, Hak Politik Ade Kuswara Kunang Dicabut 10 Tahun

Bekaci | Senin, 14 September 2026 | 16:11 WIB

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Nongkrong Cantik di Oemah Boto Dapat Cashback 30% Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

Di Kota Ini Harga Pertalite Eceran Tembus Rp35 Ribu per Botol, Warga Terpaksa Bayar Mahal

Di Kota Ini Harga Pertalite Eceran Tembus Rp35 Ribu per Botol, Warga Terpaksa Bayar Mahal

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 16:08 WIB

Pasar Sambut Riang Pencopotan Menkeu Purbaya, IHSG Mendadak Lompat 200 Poin

Pasar Sambut Riang Pencopotan Menkeu Purbaya, IHSG Mendadak Lompat 200 Poin

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:07 WIB

×