Ini Lho, Perbedaan Pola Asuh Anak di Zaman Dulu dan Zaman Sekarang

Vania Rossa

Jum'at, 25 Maret 2022 | 20:19 WIB
Ini Lho, Perbedaan Pola Asuh Anak di Zaman Dulu dan Zaman Sekarang
Ilustrasi pola asuh anak. (Shutterstock)

Suara.com - Seiring perkembangan zaman, pola asuh anak juga ikut mengalami perubahan. Dulu, ilmu mendidik anak lebih banyak diadopsi dari generasi sebelumnya. Namun kini, orangtua zaman sekarang lebih banyak belajar soal ilmu pengasuhan dari para pakar kompeten, yang mudah dicari di internet.

Nah, yang kerap menjadi pertanyaan adalah, apakah pola asuh orangtua zaman dulu masih relevan untuk diterapkan oleh orangtua di zaman sekarang untuk anak-anaknya?

Lalu, bagaimana cara kita para orangtua masa kini menyikapi perbedaan pola asuh ini?

Menjawab pertanyaan di atas, Tentang Anak, ekosistem parenting dan tumbuh kembang anak, menggelar webinar mingguan bersama Psikolog Anak dan Remaja Grace E. Sameve M.A, M.Psi, yang juga Principal Child Psychologist di Tentang Anak.

Menurut Grace, pola asuh zaman dulu dan zaman sekarang mengalami perubahan karena adanya berbagai faktor, di antaranya seperti perubahan teknologi, stereotipe, dan mitos yang beredar di kalangan masyarakat.

Grace memahami bahwa terkadang orangtua zaman sekarang mengalami kebingungan dengan perbedaan pola asuh ini, dan bertanya-tanya, manakah yang terbaik.

Menurut Grace, orangtua harus ingat, bahwa mengasuh anak merupakan proses belajar terus menerus, sehingga sebagai orangtua kita juga harus beradaptasi, terbuka, dan kritis. Tujuan dari pola asuh anak juga bukan selalu untuk mengadaptasi pola asuh yang ‘kekinian’, namun lebih fokus untuk menemukan formula yang sesuai dan belajar untuk seimbang serta berempati dengan anak.

Dalam webinar ini, hadir pula Opa H. Faisal dan Oma Dewi Zuhriati, yang merupakan kakek dan nenek dari Gala Sky Andriansyah, yang merupakan anak dari mendiang Febri Andriansyah dan Vanessa Angel. Keduanya membagikan apa perbedaan yang dirasakan ketika merawat keempat anaknya di zaman dahulu dengan sekarang ketika kembali menjadi 'orangtua' bagi Gala.

Menurut Faisal, ketika mendidik keempat anaknya dulu, ia merasakan pentingnya untuk menanamkan kegigihan di dalam diri anak-anaknya. Tujuannya, supaya anak-anaknya bisa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, terutama bagi keluarga.

baca juga

Zaman dulu, orangtua kerap mengalami kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama dalam menyaring informasi dan mitos yang beredar. Hal itu lantaran sulitnya mengakses dan memvalidasi kebenaran hanya dengan berbekal teknologi yang belum maju seperti sekarang.

Sedangkan untuk saat ini, dalam mengasuh Gala yang masih batita, Faisal dan Dewi mengaku lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan gizi harian Gala, dengan harapan Gala dapat bertumbuh secara optimal sesuai dengan pertumbuhan usianya.

Faisal menambahkan, “Opa dan Oma berusaha untuk selalu beradaptasi dengan teknologi karena zaman yang sudah berubah seperti sekarang, terutama dalam menerapkan pola asuh yang relevan untuk cucu kami"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pola Asuh yang Menyenangkan di Usia Dini Dapat Mendukung Potensi Masa Depan Anak

Pola Asuh yang Menyenangkan di Usia Dini Dapat Mendukung Potensi Masa Depan Anak

Lifestyle | Jum'at, 25 Maret 2022 | 18:39 WIB

5 Ciri Umum yang Dimiliki Orang Tua dengan Pola Asuh Tiger Parents

5 Ciri Umum yang Dimiliki Orang Tua dengan Pola Asuh Tiger Parents

Your Say | Selasa, 22 Maret 2022 | 08:54 WIB

5 Kunci Kebahagiaan dalam Pola Asuh Tumbuh Kembang Anak

5 Kunci Kebahagiaan dalam Pola Asuh Tumbuh Kembang Anak

Press Release | Senin, 21 Maret 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×