suara mereka

Perlu Tahu! Ini Maksud Hadits Tentang Tidur Orang Yang Berpuasa

Kamis, 14 April 2022 | 19:30 WIB
Perlu Tahu! Ini Maksud Hadits Tentang Tidur Orang Yang Berpuasa
Ilustrasi tidur (unsplash.com)

Suara.com - Mungkin Anda pernah mendengar bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Bahkan ada hadits yang populer di bulan Ramadhan. Berikut hadist berikut ini.

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” (HR Baihaqi).

Hadits di atas sering dipolitisasi oleh sebagian masyarakat, yang dianggap sebagai pembenaran untuk bersikap malas-malasan dan banyak tidur saat menjalankan ibadah puasa.

Padahal, sebagaimana yang dilansir dari NU Online, pemikiran tersebut tentu tidak benar. Sebab, salah satu adab dalam menjalankan puasa adalah tidak memperbanyak tidur saat siang hari.

Imam al-Ghazali menjelaskan:

Ilustrasi Puasa - Puasa Ramadhan Hukumnya (Pixabay)
Ilustrasi Puasa - Puasa Ramadhan Hukumnya (Pixabay)

“Sebagian dari tata krama puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga seseorang merasakan lapar dan haus dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih.” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246).

Tidur memang bisa berkonotasi negatif. Sebab tidur identik dengan bermalas-malasan. Tapi di sisi lain, tidur juga dapat bernilai positif jika digunakan untuk mempersiapkan hal-hal yang bernuansa ibadah, seperti halnya mempersiapkan fisik dalam menjalankan ibadah.

Hal itu telah diungkap lewat keterangan dalam kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien. Berikut penjelasannya.

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah” (Syekh Murtadla az-Zabidi, Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).  

Baca Juga: Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Benar dan Sikap yang Dianjurkan Rasulullah

Hadits di atas menunjukkan, bahwa menjalankan puasa jelas merupakan ibadah. Maka dari itu, tidur pada saat berpuasa disebut dapat membuat seseorang bersemangat dalam menjalankan ibadah.

Namun, fadhilah ini tidak berlaku tatkala seseorang mengotori puasanya dengan melakukan perbuatan maksiat, salah satunya menggunjing atau ghibah tentang orang lain.

“Abu al-Aliyah berkata: orang berpuasa tetap dalam ibadah selama tidak menggunjing orang lain, meskipun ia dalam keadaan tidur di ranjangnya. Hafshah pernah mengatakan: betapa nikmatnya ibadah, sedangkan aku tidur diranjang” (Ahmad ibnu Hajar al-Haitami, Ittihaf Ahli al-Islam bi Khushushiyyat as-Shiyam, hal. 65).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI