Array

Digelar di Pantai Kartini, Festival Kupat Lepet Jadi Ajang Saling Memaafkan

Senin, 09 Mei 2022 | 15:19 WIB
Digelar di Pantai Kartini, Festival Kupat Lepet Jadi Ajang Saling Memaafkan
Warga berebut kupat dan lepet dari dua gunungan yang disediakan oleh panitia pada festival kupat lepet di Objek Wisata Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/5/2022). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Suara.com - Festival kupat (ketupat) lepet digelar di kompleks Objek Wisata Pantai Kartini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Festival ini mampu menarik pengunjung (wisatawan) dari berbagai daerah, setelah sebelumnya dibatasi karena masa pandemi COVID-19.

Saat festival digelar, jumlah pengunjung yang mendatangi objek wisata Pantai Kartini Jepara diketahui cukup banyak, karena bisa dilihat dari tempat parkir penuh dengan kendaraan roda dua dan empat.

"Kami tertarik datang ke Pantai Kartini Jepara ini karena ingin merasakan sensasi berebut dua gunungan yang berisi ketupat dan lepet," kata salah satu pengunjung Pantai Kartini Jepara, Anis Sulistiawati pada Senin (9/5/2022).

Pengunjung mengaku menghadiri festival kupat lepet tidak hanya kali ini, karena tahun-tahun sebelumnya juga hadir untuk ikut memperebutkan ketupat dan lepet.

Setelah ikut berebut ketupat dan lepet, dia mengaku puas karena berhasil mendapatkan ketupat dan lepet hasil berebut dengan para pengunjung lainnya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Suliani, pengunjung lain yang mengaku puas bisa mendapatkan ketupat dan lepet setelah berebut dengan pengunjung lainnya.

"Datang ke Pantai Kartini Jepara ini sekalian berlibur bersama keluarga, mumpung masih libur Lebaran. Selain disuguhi festival kupat lepet, juga ada pertunjukan kentrung, tari hingga pencak silat," ujarnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengungkapkan dari dua gunungan ketupat dan lepet tersebut, tercatat ada 2.022 buah ketupat dan lepet, karena disesuaikan dengan tahun ini.

Menurutnya, festival kupat lepet ini menjadi ajang untuk saling memaafkan karena ketupat dan lepet sebagai simbol dari pengakuan atas kesalahan, kekurangan dan khilaf, baik dalam dimensi hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Baca Juga: Seru dan Unik, Nelayan Jepara Lakukan Tradisi Lomban

"Kerendahan hati dan pengakuan atas ketidaksempurnaan ini senantiasa mewarnai suasana Idul Fitri, sehingga menjadi tradisi budaya yang luar biasa dan simbol bagi masyarakat bisa menjadi tuntunan dan tontonan," ujarnya.

Ternyata, kata dia, masyarakat antusias dan ikut menyemarakkan kegiatan ini, sehingga berdatangan menyaksikan festival kupat lepet yang merupakan rangkaian dari tradisi Syawalan di Jepara. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI