Kemampuan Matematika Pelajar Indonesia Ada di Peringkat Buncit, Ini Sebabnya!

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:18 WIB
Kemampuan Matematika Pelajar Indonesia Ada di Peringkat Buncit, Ini Sebabnya!
Ilustrasi matematika. (Elements Envato)

Suara.com - Isu-isu di sektor pendidikan, terutama di negara berkembang, memang tidak ada habisnya. Pasalnya, sektor pendidikan terdiri dari berbagai lapisan dan melibatkan banyak pihak yang menentukan bagus atau tidaknya kualitas pendidikan di negara tersebut.

Di Indonesia, misalnya, kualitas pendidikan masih sangat kurang, terbukti dari skor PISA OECD pada tahun 2018, yang menempatkan Indonesia di ranking buncit untuk kemampuan pelajar di bidang sains, matematika, dan literasi.

Indonesia berada di ranking 70 untuk sains, 72 untuk matematika, dan 73 untuk membaca - dari total 79 negara yang berpartisipasi. Rata-rata skor yang didapat untuk masing-masing mata pelajaran ini pun justru menunjukkan penurunan dibandingkan riset pada tahun 2015.

Sandeep Devaram, yang lahir dan dibesarkan di India, merasa tertantang untuk ikut berkontribusi memperbaiki kualitas pendidikan melalui platform online. Sandeep mengingat bahwa ibunya selalu menginginkan yang terbaik bagi Sandeep, khususnya dalam hal akademis dan mata pelajaran Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika.

Sandeep kecil bahkan pernah mengutak-atik motor sang ayah dan kipas angin di rumah untuk dijadikan mainan helikopter. Tak heran, kecerdasan terkait pengembangan produk dan logika sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Sandeep.

Setelah menyelesaikan gelar sarjana teknik di Birla Institute of Technology and Science, salah satu kampus terbaik di India, Sandeep mengawali karirnya sebagai software engineer sebelum beralih profesi sebagai seorang analis.

Ia pun kemudian melabuhkan karir pertamanya sebagai spesialis produk di perusahaan gaming dan akhirnya melanjutkan karier di perusahaan teknologi pendidikan terkemuka di India.

Di saat inilah, ia bertemu dengan Abhay Saboo dan Marc Irawan yang tengah membangun CoLearn, salah satu perusahaan teknologi edukasi yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara. Transisi dari dunia gim ke teknologi edukasi memanglah tak mudah.

Namun, pengalaman Sandeep di industri gim justru membekalinya dengan pengetahuan mendalam tentang customer engagement, salah satu kunci keberhasilan mempertahankan loyalitas pelanggan.

baca juga

Bagi Sandeep, tantangan terbesar yang dihadapi adalah merangkul perbedaan karakteristik pelajar Indonesia dan India. Ia pun dengan cepat menyadari bahwa pelajar Indonesia seringkali merasa bahwa matematika adalah mata pelajaran momok, dan seringkali pelajar pun merasa masih minim motivasi atau tidak memiliki rasa percaya diri.

Sandeep pun berbagi tips tentang cara membuat siswa rajin dan loyal belajar, walaupun secara online. Berkaca dari pengalaman di industri gim, ia percaya bahwa proses pembelajaran harus dibuat seolah-olah seperti sedang bermain, sehingga pelajar bisa menikmati keseluruhan prosesnya.

Misalnya saja, di platform CoLearn, Sandeep sengaja mengembangkan fitur “Tanya”. Dengan fitur ini, pelajar bisa mengunggah foto soal-soal latihan ke dalam platform, dan dalam hitungan detik, CoLearn akan menyediakan video penjelasan tentang cara memahami pertanyaan tersebut secara bertahap.

Tersedia untuk bidang Matematika, Fisika, dan Kimia, fitur canggih ini akan membuat proses belajar menjadi lebih seru, praktis, dan menyenangkan. Tidak perlu lagi merasa takut ketika mengerjakan soal-soal matematika, karena penjelasan dari CoLearn bisa diulang dan mudah dipahami.

“Saya percaya, ketika kita menggabungkan unsur kreativitas, logika, dan teknologi menjadi satu, maka tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan. Karena itu, saya ingin mendukung para pelajar Indonesia untuk bisa meraih mimpi-mimpi mereka dengan lebih cepat di masa depan,” tutup Sandeep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral, Guru Matematika di Bekasi Punya Cara Ngajar yang Asyik dan Humoris, Publik Ingin Langsung Pindah Sekolah

Viral, Guru Matematika di Bekasi Punya Cara Ngajar yang Asyik dan Humoris, Publik Ingin Langsung Pindah Sekolah

Bekaci | Jum'at, 13 Mei 2022 | 13:36 WIB

Perpika, Organisasi Berkumpulnya Pelajar Indonesia di Korea

Perpika, Organisasi Berkumpulnya Pelajar Indonesia di Korea

Your Say | Rabu, 11 Mei 2022 | 14:31 WIB

Video Viral! Kenapa Huruf X Sering Dibaca sebagai 'Nya' di WA? Orang Ini Jelaskan Pakai Rumus Matematika

Video Viral! Kenapa Huruf X Sering Dibaca sebagai 'Nya' di WA? Orang Ini Jelaskan Pakai Rumus Matematika

Sumbar | Senin, 09 Mei 2022 | 17:43 WIB

Terkini

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar

Jawa Tengah | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:31 WIB

×