Daya Beli Melemah, Industri Pinjol Bakal Makin Selektif Kasih Pinjaman

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 10 September 2026 | 19:31 WIB
Daya Beli Melemah, Industri Pinjol Bakal Makin Selektif Kasih Pinjaman
Ketua Umum AFPI Entjik S Djafar. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
baca 10 detik
  • Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar menyatakan daya beli masyarakat turun akibat tekanan ekonomi domestik dan global di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
  • AFPI mendorong industri pinjol untuk lebih selektif dan konservatif dalam menyalurkan pinjaman guna menekan risiko pembiayaan bermasalah.
  • Industri pinjaman online diperkirakan masih memiliki peluang tumbuh sekitar 20 persen hingga akhir tahun meski menghadapi tekanan ekonomi.

Suara.com - Pelemahan daya beli masyarakat mulai menjadi perhatian industri pinjaman online atau pinjol. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengakui daya beli masyarakat mengalami penurunan di tengah kondisi ekonomi domestik dan global.

Ketua Umum AFPI, Entjik S Djafar, mengatakan penurunan daya beli tersebut memang terjadi, meski menurutnya belum terlalu besar.

"Daya beli memang terus terang aja ada turun ya. Ada turun, tapi nggak banyak turun. Karena, ya kayak, kita mengharapkan ekonomi berarti ini ke depannya bisa baik ya," kata Entjik di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Entjik, kondisi ekonomi, baik domestik maupun global, turut memberikan pengaruh terhadap industri fintech pendanaan atau pinjol.

OJK menyampaikan kredit macet pinjaman daring melonjak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]
ilutrasi pinjol. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/sgd]

"Itu memang ada, ada, ada pengaruh dengan keadaan baik itu domestik maupun global ya. Keadaan ekonomi global maupun domestik," ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, industri pinjol memilih mengambil langkah lebih hati-hati dalam menyalurkan pinjaman. AFPI mendorong pelaku industri untuk terus memperbaiki sistem penilaian kredit atau credit scoring serta pengendalian risiko.

Entjik mengatakan industri pinjol ke depan akan semakin konservatif dalam menentukan calon peminjam yang layak mendapatkan pembiayaan.

"Kita terus memperbaiki credit scoring kita, jadi di kredit credit scoring yang kita sebut risk control itu, terus kita meningkatkan credit scoring. Tentunya saat ini ya kita ke depannya lebih konservatif," katanya.

Ia menegaskan pelaku industri juga akan lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman.

baca juga

"Dan, ya, konservatif dan selektif tentunya. Dengan adanya credit scoring, ya juga perkembangan di Indonesia data credit scoring semakin hari semakin baik ya," ucap Entjik.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pembiayaan dan menekan risiko pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF), terutama ketika kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat mengalami tekanan.

Meski begitu, AFPI masih melihat industri pinjol memiliki peluang untuk terus tumbuh hingga akhir tahun. Entjik memperkirakan pertumbuhan industri masih berada di kisaran 20 persen.

"Ah, (pertumbuhan) sekitar itu (20 persen). Kita, kita tetap konservatif lah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaum Wanita Paling Banyak Pakai Pinjol untuk Akses Kredit

Kaum Wanita Paling Banyak Pakai Pinjol untuk Akses Kredit

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 16:43 WIB

OJK Terima 30 Ribu Aduan Sektor Keuangan, Pinjol Ilegal Mendominasi

OJK Terima 30 Ribu Aduan Sektor Keuangan, Pinjol Ilegal Mendominasi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:00 WIB

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Risko Kredit Macet Pinjol Indonesia Semakin Tinggi saat Pembiayaan Melonjak

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 19:59 WIB

Terkini

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

×