50 Tahun ke Depan Manusia Bisa Punya Bayi Virtual, Tertarik?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 02 Juni 2022 | 13:37 WIB
50 Tahun ke Depan Manusia Bisa Punya Bayi Virtual, Tertarik?
Bayi virtual. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Anak generasi 90-an tentu tidak asing dengan Tamagotchi, sebuah game konsol yang memungkinkan penggunanya memiliki bayi binatang virtual. Tapi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, manusia juga bakal punya bayi virtal.

Di Amerika Serikat orangtua butuh sekitar Rp 3 miliar hingga anak mencapa 17 tahun. Seorang anak digital, di sisi lain, dapat memenuhi semua kebutuhannya dengan kurang dari Rp 326 ribu per bulan menurut pakar kecerdasan buatan terkemuka di Inggris.

Di tengah kemiskinan, epidemi penyakit, perubahan iklim, dan kepadatan penduduk, para ahli khawatir bahwa perkiraan 11 miliar orang yang akan menghuni Bumi pada tahun 2100 tidak akan mendapatkan makanan, perawatan kesehatan, dan sumber daya penting lainnya yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Dan itu menjadi perhatian nyata bagi calon orang tua, menurut jajak pendapat YouGov 2020 yang menemukan hampir 10% orang dewasa telah memilih untuk tetap tidak memiliki anak karena alasan ini, sementara 10% lainnya menyebutkan dampak finansial memiliki anak.

Bayi virtual. (Dok: Elements Envanto)
Bayi virtual. (Dok: Elements Envanto)

“Berdasarkan penelitian tentang mengapa pasangan memilih untuk tetap tidak memiliki anak, saya pikir masuk akal untuk mengharapkan sebanyak 20% orang memilih untuk memiliki bayi AR [augmented reality] daripada yang asli,” kata Catriona Campbell, mantan teknologi penasihat pemerintah Inggris dan British Interactive Media Association Digital Hall of Fame yang dilantik.

“Anak-anak virtual,” beberapa ahli percaya, dapat menggantikan yang asli – menjadi hal yang biasa pada awal tahun 2070-an, kata Campbell kepada South West News Service.

Dengan menggabungkan citra yang dihasilkan komputer dengan mesin yang dapat belajar seperti yang dilakukan manusia, anak-anak virtual yang terlihat seperti nyata akan dapat mengenali dan merespons orang tua mereka, dan mensimulasikan respons emosional nyata seperti yang dilakukan anak-anak.

“Anak-anak virtual mungkin tampak seperti lompatan raksasa dari tempat kita sekarang, tetapi dalam 50 tahun teknologi akan berkembang sedemikian rupa sehingga bayi yang ada di metaverse tidak berbeda dengan bayi di dunia nyata,” tambah Campbell, yang buku barunya , “AI by Design: A Plan For Living With Artificial Intelligence,” keluar minggu ini.

Teknologi ini akan dimungkinkan dengan kemajuan dalam kecerdasan buatan dan teknologi augmented reality, termasuk sarung tangan "sensitif sentuhan" untuk membantu orang tua benar-benar merasakan anak-anak mereka, dan kacamata untuk membayangkan mereka di lingkungan nyata kita.

Baca Juga: Komunitas di Sungai Aare Ikut Diperbantukan Cari Anak Ridwan Kamil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI