Suara.com - Buaya selama ini dikenal sebagai hewan pemakan daging yang buas. Sebab itu tidak disarankan mendekati buaya tanpa keahlihan khusus.
Tapi, terkadang justru buaya itu yang mendekati manusia tanpa disadari. Baru-baru ini, seorang pria yang sedang memperbaiki rumahnya di dekat tepi sungai terlibat dalam serangan buaya ketiga di negara bagian itu, dilaporkan dalam waktu satu bulan.
Dikutip dari World of Buzz, Bohri Jali, 54 tahun, sedang memperbaiki rumahnya di dekat tepi sungai di Kampung Tabuan Melayu sekitar pukul 10 pagi pada hari Sabtu (4 Juni) ketika insiden itu terjadi.
Bohri tidak menyadari kehadiran reptil dan tiba-tiba diserang, yang mendorongnya untuk menampar kepala, dan membiarkannya melarikan diri dari rahang reptil.
![Ilustrasi buaya. [Covesia]](https://media.suara.com/pictures/original/2019/08/22/78142-ilustrasi-buaya.jpg)
Dia menderita beberapa luka di dadanya dan menerima perawatan di klinik terdekat setelah serangan itu.
Putri Bohri, Zairina Bohri mengatakan bahwa dia berada di dalam rumah pada saat kejadian dan berlari keluar setelah dia mendengar ibunya, Syamsiah Narawi, berteriak, “Amoi, bapak kau kenak serang boyak ya!” (Gadis, ayahmu diserang buaya!).
Ini adalah serangan buaya ketiga yang dilaporkan di Sarawak dalam sebulan. Serangan pertama terjadi pada 19 Mei yang melibatkan seorang pria berusia 56 tahun bernama Sebarang Bingkok di Kampung Kangka, Jalan Sempadi, Lundu, yang dilaporkan hilang, dan kepalanya ditemukan mengambang di sungai pada hari yang sama.
Serangan kedua terjadi pada 21 Mei yang melibatkan seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Mohd Addami Moktar di Sungai Nyabut, Telaga Air, yang bersama nenek dan saudara perempuannya di tepi sungai mengambil air sebelum buaya menyerangnya.
Jenazah Mohd Addami belum ditemukan sejak itu.