Pelajaran Fisika: Kenapa Telinga Sakit Saat Naik Pesawat?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 14 Juni 2022 | 11:30 WIB
Pelajaran Fisika: Kenapa Telinga Sakit Saat Naik Pesawat?
Ilustrasi kabin pesawat.[Pexels/Sourav Mishra]

Suara.com - Saat naik pesawat, salah hal yang biasanya terjadi akan membuat telinga berdengung bahkan sakit ketika landing. Hal itu bisa terjadi akibat adanya peristiwa fisika yang berhubungan dengan ketinggian dan tekanan gas atau tekanan udara

Dalam teori fisika disebutkan bahwa semakin tinggi suatu tempat, maka tekanan udaranya semakin rendah.

Tetapi, telinga sakit saat bepergian dengan pesawat juga dipengaruhi karena kondisi fisik. Secara alami, selaput gendang telinga manusia akan lebih menekuk keluar saat pesawat landing. 

Hal itu terjadi akibat tekanan di dalam telinga masih lebih tinggi saat pesawat masih di udara atau belum landing. Sementara itu, tekanan udara di luar telinga lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara di dalam telinga.

Selain kejadian telinga berdengung saat di dalam pesawat, masih banyak fenomena tekanan gas dalam ruang terbuka dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip dari Ruang Guru  berikut contohnya:

1. Angin laut dan angin darat

Angin yang sering dirasakan berhari-hari sebenarnya muncul karena adanya perbedaan tekanan udara di suatu tempat. Sementara itu, angin bertiup dari daerah yang tekanan udaranya lebih tinggi ke daerah yang tekanan udaranya lebih rendah. Tekanan udara itu yang menyebabkan adanya angin laut dan angin darat.

Definisi angin laut merupakan angin yang berhembus dari laut ke darat. Sedangkan angin darat berarti berhembus dari darat ke lautan.

2. Peristiwa ketika memasak air

baca juga

Saat memasak air di pegunungan akan lebih cepat mendidih dibandingkan jika memasak air di pantai. Hal itu disebabkan karena tekanan udara di pegunungan lebih rendah daripada di pantai. Akibatnya, air lebih mudah lepas ke udara atau menguap.

3. Turun dari dataran tinggi ke dataran rendah

Sama seperti saat landing pesawat, telinga akan berdengung atau terasa sakit. Akibat selaput gendang telinga lebih menekuk keluar akibat turunnya tekanan udara di luar. Sementara tekanan udara di dalam telinga masih tetap tinggi seperti saat masih berada di atas pegunungan.

Para pendaki yang akan naik gunung tinggi, seperti Gunung Everest atau Gunung Kalimanjaro, harus membawa persediaan tabung oksigen. Karena tekanan udara di puncak gunung sangat rendah, ketika berada di puncak maka para pendaki akan kesulitan bernapas. Oleh karena itu, persediaan tabung oksigen yang akan sangat berguna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Dapat Nomor HP Pramugari, Penumpang Pesawat Kejar di Media Sosial Endingnya Menikah

Gagal Dapat Nomor HP Pramugari, Penumpang Pesawat Kejar di Media Sosial Endingnya Menikah

Sulsel | Senin, 13 Juni 2022 | 12:58 WIB

Bandara Hang Nadim Batam Geger, Ada Penumpang Pesawat Simpan Barang Ini di Dubur

Bandara Hang Nadim Batam Geger, Ada Penumpang Pesawat Simpan Barang Ini di Dubur

Sumut | Minggu, 12 Juni 2022 | 14:28 WIB

Helikopter Jatuh Di Italia, Lima Tewas Dan Dua Hilang

Helikopter Jatuh Di Italia, Lima Tewas Dan Dua Hilang

News | Minggu, 12 Juni 2022 | 11:33 WIB

Terkini

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

×