8 Pahlawan Nasional Asal Maluku Selain Pattimura, Ada yang Gugur Saat Peristiwa G30S

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 06 Juli 2022 | 10:54 WIB
8 Pahlawan Nasional Asal Maluku Selain Pattimura, Ada yang Gugur Saat Peristiwa G30S
Martha Christina Tiahahu. (Dok: Wikipedia)

Martha menjadi pejuang perempuan dari Maluku yang wafat pada usia 17 tahun. Lahir di Nusa Laut pada 4 Januari 1800 dan meninggal di Laut Banda pada 2 Januari 1818. 

Ia seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusa Laut, putri dari Kapitan Paulus Tiahahu dari negeri Abubu, seorang pembantu Thomas Matulessy dalam perang Pattimura di tahun 1817. 

Martha mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran dan memberi semangat pada kaum perempuan di seluruh negeri untuk ikut berjuang. Ketika ayahnya ditangkap dan mendapatkan vonis hukuman tembak, Martha berusaha membebaskan ayahnya, namun gagal.

Ia pun memilih bergerilya, akhirnya tertangkap dan menemui ajal di Kapal Perang Eversten. Jasadnya diluncurkan ke Laut Banda dengan penghormatan militer, mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Maluku pada 20 Mei 1969.

4. Nuku Muhammad Amiruddin Kaicil Paparangan

Nuku dikenal sebagai Sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada 13 April 1779. Gelarnya adalah Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan. 

Pada masa pemerintahannya yang mencakup Pulau Tidore, Halmahera Tengah, pantai Barat, dan Utara Irian Barat, Sultan Nuku berjuang dari satu wilayah ke wilayah lain melawan dan berdiplomasi dengan Belanda juga Inggris. Tujuannya untuk membebaskan rakyat dari penjajahan. 

Ia lahir di Soasiu, Tidore, pada 1738 dan wafat di kota yang sama pada 14 November 1805. Nuku diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 7 Agustus 1995.

5. Willem Johannes Latumeten

baca juga

Willem merupakan keturunan keluarga besar Latumetena dari Desa Rutong di Pulau Ambon. Ayahnya seorang pejuang dan ahli penyakit jiwa, Prof. Dr. Y.A. Latumeten.

Willem lahir di Saparua, 16  April 1916. Ia mengenyam sekolah tinggi di Geneeskundige Hogeschool atau Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Pengabdiannya untuk negara dimulai sejak zaman revolusi fisik hingga kemerdekaan. Pernah menjabat di Kementerian Penerangan, Departemen Olahraga, dan menjadi Pembina Olahraga.

Ia juga mendirikan Sekolah Tinggi Olahraga di Jakarta, membentuk PERBASI, membina para atlet yang akan terjun ke ASEAN GAMES IV tahun 1962 dan GANEFO pada 1963, juga menjadi Sekretaris Umum Komite Olympiade Indonesia Pusat pada 1955 – 1964. 

6. Sultan Babullah

Babullah diangkat sebagai Sultan Ternate pada 1950, menggantikan ayahnya Sultan Hairun yang dibunuh oleh Portugis. Perang antara Ternate dan Portugis kembali terjadi pada 1570 – 1575. Karena sejak kematian ayahnya, Sultan Babullah bersumpah tidak akan menghentikan perang hingga semua orang Portugis terusir dari daerah kekuasaannya. 

Pengepungan Sao Paulo, Benteng Portugis, menjadi tindakan pertamanya yang berlangsung sampai lima tahun lamanya hingga Portugis menyerah. 

Sultan Babullah wafat pada Juli 1583. Kemudian digantikan oleh Sultan Said yang berkuasa sejak 1583-1606. 

7. Mr. Johanes Latuharhary

Johanes merupakan putra Maluku pertama yang berhasil mendapatkan gelar master di Universitas Leiden, Belanda. Sekembalinya ke Indonesia, ia menjadi advokat yang berjuang untuk menolong rakyat kecil untuk melawan pemerintah Belanda yang sewenang-wenang. 

Ia juga aktif dalam Sarekat Ambon dan pergerakan nasional yang kemudian memimpin Sarekat Ambon. Setelah kemerdekaan, Mr. J. Latuharhary diangkat menjadi Gubernur Maluku pertama yang berkedudukan di Yogyakarta. 

Ia kembali ke Ambon setelah pemberontakan RMS ditumpas pada 1950. Johanes lahir pada 6 Juli 1900 di Desa Ullath, Pulau Saparua. Kemudian meninggal pada 8 November 1959 di Jakarta dan dianugerahi Bintang Jasa Mahaputra Pratama.

8. Kapitan Kakiali

Ia adalah seorang putra Tepil yang digelari Kapitan Hitu juga keturunan Perdana Jamilu (Nusapati), dan salah seorang dari para pemimpin Hitu di Jasirah Hitu, Ambon. 

Kakiali ikut bertempur dalam perang Hitu I melawan VOC pada 1634-1643. Pada tahun 1935, Kakiali ditangkap dengan tipu daya Belanda ketika berunding dan dibuang ke Batavia. Baru dipulangkan ke Hitu pada 1637 untuk menentramkan rakyat Hitu yang semakin bergolak. Bersamaan dengan itu juga datang Gubernur Jenderal van Diemen yang menjalankan politik adu domba dengan meminta bantuan Sultan Hamzah dari Ternate untuk melawan Hitu.

Ketika Kakiali sedang menyusun rencana untuk meminta bantuan Makassar, ia dikhianati oleh teman – temannya sendiri. Ia dibunuh oleh Fransisco de Toire, orang Spanyol yang disuruh oleh Belanda. Kakiali ditikam dengan keris saat ia sedang tidur dan meninggal seketika.Perjuangannya diteruskan oleh Kapiten Tulukabessy dan Imam Rijali pada Perang Hitu II, 1643 – 1646.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Viral Nama Asli Kapitan Pattimura hingga Gaya Sederhana Nagita Slavina Pakai Dres Rp 600 Ribu

Terpopuler: Viral Nama Asli Kapitan Pattimura hingga Gaya Sederhana Nagita Slavina Pakai Dres Rp 600 Ribu

Lifestyle | Rabu, 06 Juli 2022 | 09:39 WIB

Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura Jadi Sorotan, Cari Tahu Tradisi Adat Obor Pattimura di Maluku, Yuk!

Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura Jadi Sorotan, Cari Tahu Tradisi Adat Obor Pattimura di Maluku, Yuk!

Lifestyle | Rabu, 06 Juli 2022 | 08:51 WIB

Populer Kanal Lifestyle: Lesti Kejora Pakai Sandal Hermes, Pangeran Charles Tersandung Skandal Baru

Populer Kanal Lifestyle: Lesti Kejora Pakai Sandal Hermes, Pangeran Charles Tersandung Skandal Baru

Lifestyle | Selasa, 05 Juli 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×