facebook

Program Toilet untuk Negeri, Menggabungkan Toilet dan Teknologi di Area Destinasi Wisata Indonesia

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Program Toilet untuk Negeri, Menggabungkan Toilet dan Teknologi di Area Destinasi Wisata Indonesia
Ilustrasi toilet. (Unsplash.com/Giorgio Trovato)

Program Toilet untuk Negeri memanfaatkan teknologi digitalisasi atau aplikasi untuk bisa mengaksesnya.

Suara.com - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada 2017 Indonesia menempati urutan ketiga sanitasi terburuk atau tidak layak di dunia setelah India dan China.

Inilah sebabnya dibentuk program Toilet untuk Negeri, yang memanfaatkan teknologi digitalisasi atau aplikasi untuk bisa mengaksesnya.

Program ini menyediakan toilet untuk masyarakat umum yang lebih dulu fokus dibangun di area wisata Indonesia, agar wisatawan lebih nyaman saat mengunjungi toilet.

Area wisata ini akan berfokus di 10 destinasi prioritas Indonesia, yang juga jadi program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), di antaranya adalah Mandalika, Pulau Morotai, Tanjung Kelayang, Labuan Bajo, Danau Toba, Wakatobi, Borobudur, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, dan Bromo.

Baca Juga: Garuda Indonesia Bimbing Jemaah Calon Haji Cara Cebok Pakai Tissu di Pesawat

Tak main-main, bukan toilet biasa yang dihadirkan tapi toilet yang dilengkapi teknologi keren dan kekinian. Bahkan pengunjungnya bisa menikmati suasana hingga bisa menonton video di dalam kubik toilet umum.

Adapun program ini hasil kerjasama LIXIL dan berkolaborasi dengan Jamban.id, Tukang.com, Ethis Indonesia, Gringgo Indonesia, dan Friday.

"Salah satu tujuan dari program Toilet untuk Negeri ini adalah untuk meningkatkan sanitasi di area publik, termasuk tempat wisata, agara seluruh pengunjung, baik masyarakat Indonesia maupun turis asing dapat merasakan kemudahan akses untuk toilet bersih, sehat, aman dan nyaman," ungkap Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara di LIXIL Showroom, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2022).

Program ini bukan sekedar membicarakan tentang toilet, tapi juga pelestarian lingkungan, karena tujuannya adalah menjaga alam dengan memastikan limbah atau kotoran manusia dibuang dan disalurkan ke tempat yang seharusnya.

"Karena kita banyak menemukan, di masyarakat itu setelah WC atau sepiteng disedot, tapi kotorannya malah dibuang ke sungai itu kan miris ya, sama aja kalau begitu," timpal CEO Jamban.id, Rudy Wahyu.

Baca Juga: Viral Toilet di Atas Atap Rumah Tak Diberi Dinding, Buang Hajat Sambil Lihat Pemandangan

Selain itu program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum menjadi sanitation preneur atau pengusaha sanitasi, untuk bergabung dan membuka fasilitas toilet umum serta usaha kecil menengah di daerah terpilih.

Komentar