Lelaki Ini Keliling Bagikan Sperma Untuk Donor, Ujungnya Picu Kontroversi

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 18 Juli 2022 | 10:25 WIB
Lelaki Ini Keliling Bagikan Sperma Untuk Donor, Ujungnya Picu Kontroversi
Ilustrasi mitos dan fakta soal sperma laki-laki. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang lelaki asal Perth, Australia menuai kontroversi usai dia mengumumkan akan keliling membagikan sperma untu donor. Ia mengatakan hanya ingin membantu orang lain menjadi orangtua.

Dilansir dari NY Post, Adam Hooper, yang memiliki lebih dari 20 anak yang dikandung donor, telah mendarat di Brisbane di mana ia berencana untuk menyumbangkan spermanya ke banyak wanita dalam rentang 10 hari.

Dalam tur yang disebut sebagai "Making Baby Tour, ia akan memberikan sampel instan spermanya kepada perempuan yang berovulasi selama dia tinggal.

Dia juga mengadakan seminar akhir pekan depan di negara bagian yang cerah dan mengharapkan sejumlah perempuan untuk hadir, yang sebagian besar akan berusia akhir 30-an dan awal 40-an.

Meskipun dia tidak akan dapat menyumbang untuk setiap peserta, penerima yang memenuhi syarat akan menerima sumbangan dalam cangkir gratis, karena donor menerima pembayaran untuk sperma mereka di Australia adalah ilegal.

Sperma (Freepik)
Sperma (Freepik)

Tetapi hadiah itu telah menyebabkan kegemparan online, dengan mereka yang telah membaca cerita Mr. Hooper khawatir bahwa tindakan tanpa pamrihnya tidak etis.

"Ada alasan mengapa harus ada kontrol dalam hal ini," kata salah satu pengguna Facebook.

"Sangat memprihatinkan," kata yang lain.

Beberapa komentator khawatir bahwa penerima mengetahui siapa donor mereka akan menimbulkan masalah di kemudian hari dalam hal kebutuhan keuangan dan hubungan donor-anak.

Baca Juga: Sederet Kontroversi Brotoseno: Hubungan Asmara hingga Kasus Korupsi

Sementara itu, yang lain mempertanyakan legalitas di balik sumbangan tersebut.

Terlepas dari komentar tersebut, Mr. Hooper mengatakan kepada Courier Mail bahwa tidak ada yang "egois" dalam apa yang dia lakukan. Ia mengatakan mengunjungi dokter secara teratur untuk pemeriksaan dan bersedia berada dalam kehidupan anak.

Biasanya, anak yang dikandung dengan bantuan pendonor sperma tidak diperbolehkan bertemu dengan ayah kandungnya sampai mereka berusia 18 tahun, namun Mr. Hooper mengajak anak pendonor spermanya untuk menghubunginya kapan saja.

“Saya bukan orang tua bersama tetapi jika anak menginginkannya, mereka dapat memiliki foto saya atau menelepon saya jika mereka membutuhkannya. Saya siap dihubungi,” katanya.

“Saya ingin anak-anak mengetahui dari mana mereka berasal – terlalu banyak anak donor yang harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melacak ayah mereka.”

Mr. Hooper menggunakan pengalaman donor spermanya untuk memulai grup Facebook Sperm Donation Australia, sebuah platform donasi yang memiliki lebih dari 1.500 anggota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI