Suara.com - Untuk pertama kalinya, OPPO berkolaborasi dengan Harper’s Bazaar Indonesia menggelar peragaan busana bertajuk OPPO Bazaar Fashion Festival – #MRAYAKANINDONESIA.
Peragaan busana ini menggandeng beberapa tokoh fashion ternama seperti Adrian Gan & Sonderlab, TANGAN & Anton Ismael, serta Lulu Lutfi Labibi & Rara Sekar.
Chief Marketing Officer OPPO Indonesia - Patrick Owen mengatakan, acara ini merupakan sebuah langkah baru yang diambil pihaknya untuk terlibat dalam fashion.
"Kami berharap dapat membantu para pengguna khususnya industri kreatif agar dapat mengaktualisasikan ide kreatif yang dimiliki menjadi karya seni yang dapat apresiasi," kata Patrick dalam siaran pers yang Suara.com terima, Senin (8/8/2022).
Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia - Ria Lirungan menambahkan, acara ini diselenggarakan sebagai ajang berekspresi bagi para desainer untuk menuangkan ide-ide mereka. Fashion show dilakukan selama tiga hari dengan beragam konsep dan tema busana dari masing-masing desainer.
"Kami percaya kreatifitas, inovasi dan teknologi merupakan hal yang tidak terpisahkan di saat ini. Kami berharap kolaborasi antara seni dan teknologi ini dapat terus berlangsung di masa yang akan datang," tambahnya.
Acara ini dimeriahkan dengan kolaborasi dengan desainer Adrian Gan & Sonderlab, Tangan, serta Lulu Lutfi Labibi. Adrian Gan & Sonderlab sudah terkenal dengan konsep modifikasi Cheongsam yang unik.
Sementara Lulu Lutfi Labibi juga memiliki karakter khas dalam tiap rancangannya, di mana ia kerap menjadikan lurik sebagai busana siap pakai dengan teknik drapping yang modern, berdaya pakai tinggi, dan meninggalkan “cerita” dalam setiap tema rancangannya.
Brand fashion lain yang turut berkolaborasi dalam acara ini adalah TANGAN telah berdiri sejak 2015 dan memosisikan diri sebagai brand lokal dengan suguhan pakaian siap pakai yang inovatif dan kontemporer.
“Kami berharap kolaborasi dengan para pelaku industri kreatif tidak hanya sampai di sini saja. Kami selalu berharap kesempatan untuk terus berkolaborasi dan mendukung kreativitas para pelaku seni," tutup Patrick.