5 Peluang Usaha Pariwisata yang Bakal Diburu Wisatawan Menurut Riset

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:06 WIB
5 Peluang Usaha Pariwisata yang Bakal Diburu Wisatawan Menurut Riset
Ilustrasi peluang usaha pariwisata. (Shutterstock)

Suara.com - Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan di 2022 jumlah turis asing nyaris pulih seutuhnya. Tapi ada beberapa peluang usaha pariwisata yang sebaiknya tidak dilewatkan pelaku industri pariwisata.

Ini karena pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir sangat mengubah tren pariwisata. Terlebih, kini banyak kategori wisatawan baru seperti workstation atau bekerja dan berlibur, hingga wisatawan pemburu liburan ramah lingkungan.

Berikut adalah 5 peluang bisnis pariwisata yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh pelaku usaha wisata dalam negeri untuk menggaet turis asing maupun wisatawan mancanegara, mengutip siaran pers startup Xendit, Sabtu (13/8/2022).

1. Diskon Khusus untuk Korporasi

Salah satu peluang bisnis pariwisata yang sebaiknya dipertimbangkan yaitu bekerjasama dengan klien-klien korporasi untuk menawarkan diskon khusus dan paket penawaran untuk merebut hati pasar.

Ini karena adanya peningkatan wisatawan bisnis atau pegawai yang melakukan kunjungan di satu daerah atau negara tapi sekaligus bisa berwisata. Dan ini jumlahnya meningkat di seluruh dunia.

Berdasarkan data SAP Concur, 68 persen wisatawan bisnis di seluruh dunia berencana untuk melakukan perjalanan bisnis di tahun 2022.

2. Promo Menginap Jangka Panjang

Peluang ini bisa berupa harga menarik untuk wisatawan yang kunjungan mingguan atau bulanan. Para penyedia akomodasi liburan juga harus memastikan ketersediaan akomodasi yang ramah-karyawan, misalnya WiFi dan fasilitas yang mendukung untuk bekerja.

baca juga

Fasilitas ini akan sangat efektif menangkap peluang tren workstation atau wisatawan yang bekerja dan berlibur sekaligus.

3. Asuransi Perjalanan Pariwisata

Dengan memberikan jaminan atau menyediakan pariwisata yang menawarkan asuransi sekaligus, akan memudahkan wisatawan memenuhi syarat perjalanan ke negara-negara tertentu.

Bisa juga menawarkan pembatalan yang mudah dan fleksibel, serta counter self check-in. Ini karena ada tren wisatawan yang ingin lebih aman dari kejadian tidak terduga, seperti khawatir tertular Covid-19, atau perubahan mendadak karena adanya regulasi mobilitas di negara tujuan.

4. Menawarkan Paket Wisata Ramah Lingkungan

Tren liburan ramah lingkungan karena adanya pandemi, sudah direncanakan lebih dari 61 wisatawan. Ramah lingkungan bisa berupa berwisata di alam, di ruang terbuka, karena dianggap baik untuk meredakan stres karena tuntutan pekerjaan dan tugas setiap harinya.

5. Tur Paket Wisata ke Pedesaan

Setelah pandemi, banyak wisatawan enggan berliburan dengan melibatkan banyak orang karena khawatir penularan. Sehingga liburan di daerah terpencil yang belum terlalu ramai atau populer banyak diburu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Rantai Pasok di Danau Toba, Kemenparekraf Kolaborasi dengan Stakeholders Pariwisata

Perkuat Rantai Pasok di Danau Toba, Kemenparekraf Kolaborasi dengan Stakeholders Pariwisata

Metro | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 00:05 WIB

Viral Video Puluhan Bule Naik Truk Terbuka Diduga di Bali, Disorot Warganet

Viral Video Puluhan Bule Naik Truk Terbuka Diduga di Bali, Disorot Warganet

Denpasar | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:06 WIB

Aksi Jambret Resahkan Wisatawan di Kuta dan Legian Bali, Polisi Ancam Tembak

Aksi Jambret Resahkan Wisatawan di Kuta dan Legian Bali, Polisi Ancam Tembak

Denpasar | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 12:21 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×