5 Tips Pilih Rumah dengan Kualitas Udara Baik

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 18 September 2022 | 15:30 WIB
5 Tips Pilih Rumah dengan Kualitas Udara Baik
ilustrasi rumah (Pexels.com/ Terry Magallanes)

Suara.com - Pusat kota sering dinilai memiliki kualitas udara lebih buruk karena padatnya kendaraan bermotor juga berbagai pabrik yang ada. 

Menurut data riset dari Pinhome dan Nafas Indonesia, hanya lima wilayah di Jabodetabek yang kualitas udaranya mendekati baik alias moderat. Yaitu, Depok Beji, Pondok Indah, Bogor Barat, Tambun Selatan, dan Dharmawangsa. 

Hal itu ditunjukan dengan nilai PM2.5 di sana lebih rendah dibandingakna wilayah lain. PM2.5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron.

Ilustrasi rumah mewah. (Unsplash.com/Ralph (Ravi) Kayden)
Ilustrasi rumah mewah. (Unsplash.com/Ralph (Ravi) Kayden)

Level kualitas udara sebenarnya bisa berubah-ubah seiring waktu karena dipengaruhi berbagai faktor. Ada kalanya indikator polusi udara di wilayah-wilayah itu juga cukup tinggi. Walau begitu, kualitas udara di waktu tertentu terkadang bisa lebih bagus. Bahkan, ada potensi kondisi udara bisa membaik meski di saat terburuk. 

Paparan polusi udara memang tidak bisa dihindari. Namun, sebenarnya masyarakat bisa mengantisipasi udara tidak sehat dan meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Berikut rekomendasi Pinhome dan Nafas Indonesia untuk membuat kualitas udara lebih baik:

  1. Menutup jendela atau ventilasi natural ketika kondisi udara memburuk.
  2. Tetap berolahraga di dalam ruangan dan mengatur waktu olahraga di luar ruangan.
  3. Memakai masker saat berada di luar rumah.
  4. Menggunakan air purifier untuk membersihkan udara di ruangan.
  5. Membatasi benda beraroma, seperti lilin aromaterapi, dan penyegar udara.

Lokasi perumahan memang akan sangat mempengaruhi level kualitas udara. Head of Agent Account Management Pinhome Panca Satria menyarankan, untuk memilih hunian dengan kualitas yang baik bisa lakukan pengecekan rencana pembangunanya terlebih dulu.

“Rata-rata project properti primary adalah project inden yang biasanya (membutuhkan waktu) 12 atau 24 bulan. Sambil kita lihat apakah di dalam proses pembangunan properti tersebut memperhatikan kualitas udaranya dan tidak dekat dengan kawasan industri. Hal-hal semacam ini bisa kita perhatikan,” jelas Panca.

Selain itu juga jarak lokasi. Apakah perumahan tersebut bisa mendatangkan kerumunan dan menyebabkan kemacetan. 

"Hal ini diperlukan juga, karena di suatu hunian kita tidak mau dong hunian kita ada di kawasan yang sepi? Karena kepadatan penduduk belum tentu menjadi faktor polusi udara yang tidak baik,” kata Panca.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Tutup Usia

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra Tutup Usia

Cianjur | Minggu, 18 September 2022 | 13:59 WIB

Jadi Ibu Rumah Tangga yang Pintar dengan Lakukan 5 Hal Ini, Kamu Sudah?

Jadi Ibu Rumah Tangga yang Pintar dengan Lakukan 5 Hal Ini, Kamu Sudah?

Your Say | Minggu, 18 September 2022 | 13:56 WIB

Satu Rumah di Padang Terbakar, 6 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan

Satu Rumah di Padang Terbakar, 6 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan

Sumbar | Minggu, 18 September 2022 | 12:25 WIB

Terkini

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

×