Sering Suntik Anti Penuaan, Peneliti Ungkap Risiko Adanya Efek Resistensi

Jum'at, 30 September 2022 | 18:10 WIB
Sering Suntik Anti Penuaan, Peneliti Ungkap Risiko Adanya Efek Resistensi
Ilustrasi perawatan anti penuaan, anti aging. (Pixabay)

Suara.com - Belum banyak yang tahu jika perawatan kulit menggunakan botulinum toxin atau suntik anti aging berulang untuk cegah kulit keriput berisiko alami resistensi atau kehilangan efek mengencangkan kulit.

Konsultan Dermato-venereologist dari Jakarta, Indonesia, dr. Lis Surachmiati Suseno mengatakan suntik anti aging atau suntik anti penuaan, jadi salah satu obat yang sudah digunakan lebih dari 30 tahun hampir di seluruh dunia.

Salah satu botulinum toxin adalah onabotulinum-toxinA atau formulasi BoNT-A yang terbuat dari neurotoksin bakteri Clostridium botulinum, yang dapat merelaksasi atau melumpuhkan otot dengan cara menghambat aliran signal saraf.

Konsultan Dermato-venereologist dari Jakarta, Indonesia, dr. Lis Surachmiati Suseno. (dok. Dini/Suara.com)
Konsultan Dermato-venereologist dari Jakarta, Indonesia, dr. Lis Surachmiati Suseno. (dok. Dini/Suara.com)

Karena formula ini berasal dari bakteri, menurut dr. Lis resiko resistensi cukup tinggi apalagi bila digunakan terus menerus dan seumur hidup, yang efeknya akan hilang dalam hitungan bulan.

"Namun, dengan penggunaan berulang, pasien akan mengalami resistensi, efeknya akan hilang lebih cepat, pada 6 bulan pertama dan kemudian diperpendek menjadi 3 hingga 4 bulan, pasien disebut sebagai secondary non-responders," ujar dr. Lis di Gandaria, Jakarta, Kamis, 29 September 2022.

Apalagi ia juga menyoroti suntikan anti aging ini bekerja instan, karena bisa langsung menghilangkan kerutan setelah perawatan sehingga membuat pasien lebih puas.

Hasilnya semakin banyak orang yang ingin mencobanya atau bahkan ketagihan lagi dan lagi.

"Obat ini menghambat pelepasan asetilkolin yang menyebabkan relaksasi pada otot target," terang dr. Lis.

Karena bisa menyebabkan ketagihan hingga ingin perawatan berulang, para ahli saraf dan dokter kulit dalam penelitiannya yang dipublikasi dalam ASCEND, mendesak dokter lebih berhati-hati memberikan dan menawarkan perawatan suntik anti penuaaan.

Baca Juga: Wanita Ini Ungkap Wajahnya Awet Muda Tanpa Botox, Ternyata 4 Hal Ini yang Harus Dihindari

"Mendesak dokter untuk sangat berhati-hati, dalam membuat pilihan toksin botulinum untuk tujuan kosmetik dan dermatologis, karena di masa depan, obat tersebut mungkin diperlukan untuk banyak indikasi medis lainnya," jelas dr. Lis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI