Twitter Tutup Dampak Elon Musk Paksa Karyawan Lembur, Padahal Jam Kerja Panjang Banyak Mudaratnya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 18 November 2022 | 17:20 WIB
Twitter Tutup Dampak Elon Musk Paksa Karyawan Lembur, Padahal Jam Kerja Panjang Banyak Mudaratnya
Akun twitter Elon Musk terlihat pada smartphone di depan logo Twitter. (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/am)

Suara.com - Jagat media sosial sedang dihebohkan dengan kantor Twitter ditutup dan pilih menerapkan kerja remote atau kerja jarak jauh, dengan jam kerja panjang sesuai kebijakan baru Elon Musk.

Hasilnya nyaris setengah karyawan Twitter resign massal karena tidak siap bekerja lembur lebih lama dan bekerja lebih keras, dengan dalih menjadikan Twitter 2.0.

"Ke depan, untuk membangun Twitter 2.0 dan sukses di dunia yang semakin kompetitif, kita perlu untuk benar-benar hardcore. Ini artinya bekerja dalam jam kerja panjang di intensitas tinggi. Hanya performa istimewa akan lolos passing grade," ujar Elon Musk kepada karyawannya melalui surat elektronik mengutip Mashable SE Asia, Jumat (18/11/2022).

Meme twitter Elon Musk. (dok. Twitter)
Meme twitter Elon Musk. (dok. Twitter)

Lantas yang jadi pertanyaan, benarkah jam kerja panjang menguntungkan perusahaan?

Faktanya mengutip Harvard Business Review, bekerja berjam-jam atau kerja berlebihan tidak membantu karyawan dan perusahaan, ini karena hasil akhirnya tidak selalu baik.

Penelitian Profesor Sekolah Bisnis Questrom Universitas Boston, Erin Reid, karena manajer yang bekerja keras, akhirnya ia tidak bisa membedakan karyawan yang benar-benar bekerja atau mereka yang hanya berpura-pura.

Selain itu penelitian Marianna Virtanen dari Finnish Institute of Occupational Health, juga menemukan kerja berlebihan dan stres yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan gangguan tidur, depresi, diabetes hingga penyakit jantung.

Hasilnya karena karyawan banyak yang sakit, produktivitas tim dan biaya asuransi kesehatan yang harus dikeluarkan perusahaan meningkat drastis.

Bahkan meskipun karyawan terlihat menikmati pekerjaan, dan bekerja berjam-jam secara sukarela maka cenderung melakukan kesalahan saat lelah. Apalagi riset menunjukan hanya 1 hingga 3 persen populasi dunia orang yang hanya tidur 5 hingga 6 jam semalam, tapi produktivitasnya tidak menurun.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Wajah Penghina Iriana Jokowi, Rumahnya Ketahuan

Begini Wajah Penghina Iriana Jokowi, Rumahnya Ketahuan

Bandungbarat | Jum'at, 18 November 2022 | 15:38 WIB

Heboh Cuitan Sophie Corcoran, Kementerian PUPR sampai Bikin Utas Edukasi Tentang Corcoran

Heboh Cuitan Sophie Corcoran, Kementerian PUPR sampai Bikin Utas Edukasi Tentang Corcoran

Mamagini | Jum'at, 18 November 2022 | 15:31 WIB

Twitter Putuskan Tutup Kantor Sementara, Imbas dari Karyawan Tolak WFO

Twitter Putuskan Tutup Kantor Sementara, Imbas dari Karyawan Tolak WFO

Ranah | Jum'at, 18 November 2022 | 15:20 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×