Sejarah Suporter Jepang Hobi Pungut Sampah di Stadion, Ternyata Sudah Dimulai Sejak 24 Tahun yang Lalu!

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Sejarah Suporter Jepang Hobi Pungut Sampah di Stadion, Ternyata Sudah Dimulai Sejak 24 Tahun yang Lalu!
Suporter Jepang yang hadir di stadion kala menyaksikan laga Jepang vs Jerman (fifa.com)

Aksi bersih-bersih di stadion oleh pendukung Timnas Jepang saat Piala Dunia 2022 Qatar jadi sorotan dunia. Bagaimana sejarah kebiasaan ini terbentuk?

Suara.com - Aksi bersih-bersih di stadion oleh pendukung Timnas Jepang saat Piala Dunia 2022 Qatar jadi sorotan dunia. Mereka memunguti sampah bahkan keliling tribun stadion untuk menampung sampah dari suporter lain.

Saat Jepang berhasil menang lawan Jerman di pertandingan pembuka grup E, Rabu (23/11), para suporter Jepang tetap berada di stadion setelah pertandingan usai. Mereka memunguti sampah yang berserakan di lantai dan memasukannya ke kantong besar.

Kebiasaan itu rupanya bukan yang pertama kalinya dilakukan. Dilansir dari Web Japan, pendukung tim Samurai Biru itu ternyata sudah melakukan pembersihan stadion di ajang piala dunia sejak Jepang pertama kali mengikuti turnamen akbar itu di Prancis pada tahun 1998.

Ketika ditanya tentang upaya pembersihan tersebut oleh media dari negara lain, salah satu pemain Jepang mewakili pendapat pikiran pendukungnya.

Baca Juga: Ikuti Mau Netizen, Jerome Polin Ajak Jessica Jane ke Jepang

"Kamu harus meninggalkan tempat yang lebih indah dari saat kamu tiba," uvap pemain tersebut yang tak disebutkan namanya.

Di Jepang ada pepatah terkenal, 'saat unggas berpindah ke tempat lain, mereka melewatinya tanpa mengotori air'. Nasehat itu yang menjadi pelajaran bahwa siapa pun yang meninggalkan lokasi harus berusaha untuk tidak meninggalkan kekacauan juga sampah yang tak enak dipandang.

Orang-orang Jepang itu sebenarnya senang dipuji karena aksinya memungut sampah. Tapi, di sisi lain, mereka juga malu karena aksi tersebut sebenarnya hal normal untuk dilakukan.

Ajaran irang tua di Jepang kepada anak-anaknya untuk selalu mengambil sampah dari tempat yang sering mereka gunakan. Didikan itu ditanamkan sejak mereka kecil dan diterapkan saat membersihkan rumah dan selama wajib belajar di sekolah dasar juga sekolah menengah pertama.

Gedung SD dan SMP di Jepang punya kebiasaan untuk dibersihkan oleh siswa sendiri, bukan petugas kebersihan. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari beberapa orang. Mereka disebut "daftar kebersihan" yang bertugas untuk membersihkan gedung sekolah setiap hari secara bergiliran untuk menyapu dan mengelap lantai.

Baca Juga: Ironi Sepak Bola Indonesia: Dulu Ajari Jepang, Kini Dilampaui Murid Sendiri