Suara.com - Belakangan, nama Ryan Dono mendapatkan simpati publik setelah gagal menikah dengan calon istrinya Yessy, yang disebut meminta mahar sertifikat rumah yang tak bisa ia penuhi.
Keduanya kerap muncul di berbagai podcast dan acara televisi hingga popularitas keduanya makin meningkat. Ternyata, pencapaian tersebut membuat Ryan Dono merasa percaya diri untuk menjadi seorang selebriti.
Kini, ia dengan mantap keluar atau resign dari kantor lamanya dan banting stir menjadi YouTuber. Hal tersebut ia ungkapkan lewat akun TikTok pribadinya @hokcay22, setelah dirinya menyampaikan alasan tidak bisa hadir di podcast Uya Kuya untuk dihipnotis.
Bukannya tidak mau dihipnotis, ia mengaku mengikuti peraturan tempat ia bekerja.
"Bukan gak mau dihipnotis aku mengikuti peraturan pabrik pekerjaan ya teman-teman, ini buktinya ada surat panggilan," katanya.
Ia kemudian menunjukkan bukti berupa amplop perusahaan berikut isi suratnya, lalu mengungkapkan keinginannya resign. Ryan pun meminta dukungan dari warganet untuk memulai kariernya yang baru.
"Mau resign dulu, mau bikin youtube, mau jadi content creator, doain ya temen-temen ya, aku tanpa kalian tanpa temen-temen tanpa orangtua, aku tidak bisa apa-apa," ungkapnya.
Meski begitu, banyak warganet yang menyayangkan keputusan Ryan, yang menyebut jika ketenaran yang didapat karena keviralan tidak akan berlangsung lama.
Meski begitu, bagaimana sih agar seseorang seperti Ryan bisa menjadi seorang YouTuber sukses? Berikut caranya.
1. Tentukan Definisi Sukses Anda
Menjadi sukses di YouTube dapat berkisar dari mengumpulkan sejumlah pelanggan hingga menghasilkan uang; sebelum Anda menetapkan untuk mengoptimalkan saluran YouTube Anda untuk "sukses", Anda harus tahu persis apa yang perlu Anda capai untuk mencapai tujuan itu. Misalnya mengumpulkan subscriber.
Perlu diingat bahwa kesuksesan di YouTube sebagian besar masih bergantung pada keberuntungan. Anda dapat melakukan semuanya dengan benar dan tetap tidak mendapatkan pelanggan atau mengumpulkan tampilan saluran karena algoritme YouTube.
2. Cari Tahu Area Konten dan Audiens Anda
Jika Anda belum mengetahui genre apa yang dimiliki video Anda atau untuk siapa video tersebut, Anda akan kesulitan bertahan di area konten tertentu, dan basis pelanggan Anda tidak akan tumbuh karena tidak memiliki ceruk nyata. Mencari tahu apa dan siapa dari video Anda akan membantu merampingkan dan memfokuskan konten Anda.
Setelah video Anda mulai sesuai dengan pola tertentu, Anda dapat melakukan perbaikan pada video tersebut untuk membantunya agar terus sesuai dengan pemirsa Anda seiring pertumbuhannya.