Mengenal Suku Bajo dan Fakta Menariknya, Jadi Inspirasi Film Avatar: The Way of Water

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 22 Desember 2022 | 11:29 WIB
Mengenal Suku Bajo dan Fakta Menariknya, Jadi Inspirasi Film Avatar: The Way of Water
Avatar: The Way of Water

Suara.com - Film Avatar The Way of Water yang kini tengah tayang di bioskop Indonesia, menjadi perbincangan banyak kalangan.

Bukan karena jalan cerita atau animasinya yang memukau, tetapi disebabkan adanya sebuah fakta menarik yang ada di balik pembuatan tersebut.

Usut punya usut, film yang merupakan sekuel film Avatar yang telah rilis lebih dari satu dekade itu diketahui mendapatkan inspirasi dari Suku Bajo yang ada di Indonesia.

Inspirasi Suku Bajo tersebut nampak pada penggambaran Suku Metkayina yang ada di film, dimana suku tersebut diperlihatkan sebagai penghuni Pandora yang menguasai lautan.

Sebelum mengangkat cerita mengenai Suku Metkayina ini dalam film Avatar: The Way of Water, sang sutradara James Cameron mengaku melakukan banyak riset mengenai suku-suku yang hidup di sekitar lautan.

Salah satu yang menjadi bahan penelitian Cameron adalah Suku Bajo di Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara yang dikutip National Geographic.

“Ada (orang Sama-Bajau), orang di Indonesia yang tinggal di rumah panggung dan hidup di atas rakit. Kami melihat hal-hal seperti itu dan kami melihat beberapa desa yang berbeda pada jalur air yang ada menggunakan arsitektur dari pohon-pohon lokal,” ujarnya.

Lantas seperti apa kehidupan Suku Bajo yang menarik perhatian James Cameron? Berikut fakta-faktanya.

Suku penjelajah laut

baca juga

Suku Bajo dikenal akan kehebatannya dalam menjelajahi lautan, karena memang tempat tinggal mereka berada dekat dengan laut.

Kehebatan Suku Bajo dalam menjelejah lautan membuat suku tersebut dijuluki sebagai si penjelajah laut atau pengembara laut.

Ketika menjelajah laut, Suku Bajo tidak menggunakan peralatan yang canggih. Mereka hanya mengandalkan alam, mulai dari membuat perahu dari kayu hingga melihat posisi bintang sebagai penunjuk arah. Keahilan tersebut diwarisi turun temurun kepada tiap generasi  hingga kini.

Suku Bajo juga sempat mengalami masa-masa dimana mereka hidup nomaden di atas perahu. Mereka hiduo dengan menjelajahi lautan dan berpindah dari satu pesisir ke pesisir lain.

Mampu menahan napas dalam waktu lama

Sebagai suku yang sudah terbiasa hidup berdampingan dengan laut, warga Suku Bajo memiliki keahlian menyelam yang baik. Mereka mampu menyelam hingga kedalaman 70 meter dengan sekali tarikan napas.

Dalam melakukan itu, warga Suku Bajo tidak menggunakan alat bantu pernapasan atau alat-alat selam khusus.

Mereka hanya menggunakan kacamata renang khusus yang dibuat dari kayu, untuk mencegah air masuk ke mata.

Bermukim di lintas negara

Salah satu fakta unik mengenai Suku Bajo, bahwa diketahui suku ini tak hanya bermukim di wilayah Indonesia.

Menurut sejarah disebutkan, Suku Bajo berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina Selatan. Karena mereka hidup di laut lepas, mereka menjelajah lautan lepas hingga ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Selain Indonesia, Suku Bajo juga tersebar di Malaysia, Filipina dan Indonesia. Sementara di tanah air, Suku bajo dapat ditemui di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya.

Karena itu pula, Suku Bajo memiliki banyak sebutan, diantaranya Suku Bajo, Bajau, Badjaw, Sama, atau Same.

Mengundang perhatian ilmuwan dunia

Tak sedikit ilmuwan dunia yang tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai kehebatan Suku Bajo dalam mengarungi samudera.

Hal itu membuat banyak peneliti yang menjadikan Suku Bajo sebagai Onjeb penelitiannya. Salah satu kelompok ilmuwan yang pernah datang dan meneliti suku ini adalah University of Copenhagen dan University of California.

Salah satu hasil penelitian mereka adalah ditemukan fakta bahwa limpa Suku bajo 50 persen lebih besar dibanding limpa orang lain pada umumnya.

Hal ini membuat kadar oksigen dalam darah orang bajo lebih banyak, karena besarnya ukuran limpa tersebut.

Tak lagi hidup nomaden

Jika sebelumnya Suku Bajo hidup berpindah-pindah di atas perahu, kini mayoritas orang-orang suku tersebut tak lagi hidup nomaden.

Mereka sudah mulai hidup menetap dan membangun rumah di atas laut dangkal sebagai tempat tinggal.

Seperti disebutkan dalam laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemendikbud, rumah suku Bajo banyak didirikan di tepi pantai atau di atas perairan laut dangkal.

Rumah mereka didirikan diatas tiang pancang yang cukup tinggi agar terhindar dari gelombang pasang. Sementara dinding rumah mereka dibuat dari bahan dasar katu dan atap rumbia.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

James Cameron dapat Komentar Negatif dari Warganet Usai Katakan Indonesia sebagai Sumber Inspirasinya dalam Penggarapan FIlm Avatar

James Cameron dapat Komentar Negatif dari Warganet Usai Katakan Indonesia sebagai Sumber Inspirasinya dalam Penggarapan FIlm Avatar

Selebtek | Selasa, 20 Desember 2022 | 15:17 WIB

Viral Anak Ceritakan Keinginan Mendiang Ibu Nonton Film Avatar di Bioskop, Endingnya Bikin Mrebes Mili

Viral Anak Ceritakan Keinginan Mendiang Ibu Nonton Film Avatar di Bioskop, Endingnya Bikin Mrebes Mili

Lifestyle | Senin, 19 Desember 2022 | 16:45 WIB

Berlangsung di Mercedes-EQ SPACE Senayan City, PT MBDI Serahkan Donasi Gempa Cianjur Senilai Rp 750 Juta

Berlangsung di Mercedes-EQ SPACE Senayan City, PT MBDI Serahkan Donasi Gempa Cianjur Senilai Rp 750 Juta

Otomotif | Senin, 19 Desember 2022 | 11:13 WIB

Avatar: The Way of Water Sukses Geser Black Panther: Wakanda Forever

Avatar: The Way of Water Sukses Geser Black Panther: Wakanda Forever

Tantrum | Senin, 19 Desember 2022 | 07:28 WIB

Baru Rilis, Avatar 2: The Way of Water Raup Rp827,6 Miliar di Box Office Amerika

Baru Rilis, Avatar 2: The Way of Water Raup Rp827,6 Miliar di Box Office Amerika

Selebtek | Minggu, 18 Desember 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Tembus Pelosok! 90 Dapur Makan Bergizi Gratis Resmi Berdiri di Wilayah 3T Lampung

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 07:58 WIB

×