Heboh Aturan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Dampaknya Buruk untuk Keluarga dan Lingkungan Anak?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Rabu, 01 Maret 2023 | 15:43 WIB
Heboh Aturan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT, Dampaknya Buruk untuk Keluarga dan Lingkungan Anak?
Para pejalar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang terlambat tiba di halaman SMA Negeri I Kupang di Kota Kupang, NTT, Rabu (1/3/2023).[ANTARA FOTO/Kornelis Kaha].

Suara.com - Baru-baru ini viral di media sosial mengenai peraturan di Nusa Tenggara Timur yang mengharuskan murid untuk masuk sekolah jam 5 pagi. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ini lantas menuai banyak pro dan kontra dari masyarakat.

Pasalnya, aturan tersebut membuat dinilai terlalu pagi untuk anak sekolah. Sementara itu, Viktor sendiri mengatakan, kalau itu semua sudah sesuai jika anak tidur dari jam 10 malam. Menurutnya, anak bisa bangun jam 4 dan mempersiapkan waktu untuk berangkat ke sekolah.

"(Siswa) SMA dia tidur jam 10 malam, 11-12-1-2-3-4, jam 4 bangun. Mandi setengah jam, setengah jam ke sekolah, ini kan di kota, 30 menit sampai," ujar Viktor dalam video YouTube dilihat suara.com, Selasa (28/2/2023).

Masyarakat sendiri membuat banyak protes. Hal ini karena itu tidak hanya berdampak pada anak sekolah, tetapi lingkungannya. Menurut beberapa yang protes, kebijakan tersebut juga memengaruhi orang tua anak yang harus mempersiapkan kebutuhannya.

Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas (SMA) memberikan pengarahan kepada para siswa saat apel pagi di SMA Negeri I Kupang di Kota Kupang, NTT, Rabu (1/3/2023). [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha].
Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas (SMA) memberikan pengarahan kepada para siswa saat apel pagi di SMA Negeri I Kupang di Kota Kupang, NTT, Rabu (1/3/2023). [ANTARA FOTO/Kornelis Kaha].

Menanggapi kebijakan tersebut, Psikolog Klinis Anak & Remaja di Ohana Space, Kantiana Taslim, M.Psi., Psikolog mengatakan, adanya hal itu dapat memberikan dampak yang bermacam-macam. Pasalnya, itu akan memiliki pengaruh yang berbeda ke setiap individu.

Menurut Kantiana, dalam menerapkan regulasi, secara profesional harus melalui penelitian, riset untuk mengetahui apakah aturan itu dapat memberikan dampak baik atau tidak.

“Aturan yang dibuat itu memiliki pengaruh ke individu masing-masing. ketika menerapkan regulasi tertentu, secara profesional harus dilihat dari riset terdahulu atau penelitian yang ada idealnya untuk dilihat apakah aturan tersebut ada dampak tertentu yang memengaruhi performa belajar, motivasi, kualitas tidur, kualitas kesehatan dan lain-lain,” jelas Kantiana saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/2/2023).

Pentingnya riset tersebut karena menurut Kantiana, meski sudah masuk ke bangku SMA, mereka masih berada di fase transisi menuju dewasa atau remaja. Oleh sebab itu, aturan itu juga butuh dukungan karena memengaruhi keluarga, dirinya sendiri, juga lingkungan sekitarnya.

“Kita enggak bisa memungkiri walaupun anaknya sudah SMA, ini kan transisi dari anak-anak ke dewasa. Anak SMA ini masuk ke dalam batas lingkup remaja yang tentunya perlu disupport lingkungan sekitarnya, sekolah keluarga, atau lingkungan terdekat,” jelas Kantiana.

baca juga

Menurut Kantiana, kebijakan tersebut harus memperhatikan bagaimana anak berangkat ke sekolah. Selain itu, karena langit masih gelap juga diperhatikan keamanan anak.

Belum lagi, kalau ada anak yang perlu bawa bekal dari rumah. Itu bisa membuat keluarga juga harus menyesuaikan dengan keadaan.

“Kalau berangkatnya juga harus diperhatikan. Terus keamanan anak juga harus diperhatikan. Itu dasar anak berkembang. Belum kalau orang tua juga harus nganter, dan mereka juga harus bekerja. Lalu anak-anak juga harus bawa bekal, berarti keluarga yang siapkan harus bangun lebih pagi,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pembuat kebijakan juga harus bisa mengevaluasi dampak yang ditimbulkan, apakah baik atau buruk. Hal ini karena dampak tersebut tak hanya memengaruhi anak, tetapi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Kebijakan ini ya harus melakukan evaluasi dampaknya, karena ini kan bukan hanya memengaruhi anak, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya,” pungkas Kantina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rawan Kriminalitas hingga Ganggu Mental Anak, Aturan Masuk Siswa SMA Jam 5 Subuh di NTT Diprotes Ortu Murid: Tak Efektif dan Bikin Beban!

Rawan Kriminalitas hingga Ganggu Mental Anak, Aturan Masuk Siswa SMA Jam 5 Subuh di NTT Diprotes Ortu Murid: Tak Efektif dan Bikin Beban!

Dexcon | Rabu, 01 Maret 2023 | 15:37 WIB

Orang Tua Murid di NTT Protes Masuk Sekolah Jam 5 Pagi: Jam Tidur Sedikit, Tak Baik Buat Kesehatan

Orang Tua Murid di NTT Protes Masuk Sekolah Jam 5 Pagi: Jam Tidur Sedikit, Tak Baik Buat Kesehatan

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 15:28 WIB

'Jeritan' Orang Tua Siswa Buntut Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di Kupang NTT

'Jeritan' Orang Tua Siswa Buntut Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di Kupang NTT

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 15:11 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×