Usia Tua Tambah Risiko Pengapuran Sendi, Ketahui Pengobatan Tepat

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 29 Mei 2023 | 13:38 WIB
Usia Tua Tambah Risiko Pengapuran Sendi, Ketahui Pengobatan Tepat
Ilustrasi nyeri sendi.(Freepik/stefamerpik)

Suara.com - Usia tua salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya masalah fungsi gerak pada lutut. Persendian pada area lutut biasanya makin terkikis akibat faktor penuaan, terlebih bila seseorang kekurangan kalsium juga jarang olahraga.  

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Reggy Trialetta Injo, Sp.KFR., mengatakan penyakit penuaan pada sendi disebut dengan osteoarthritis (OA) atau yang biasa disebut oleh masyarakat awam dengan pengapuran sendi

"OA merupakan suatu kondisi yang sangat sering ditemukan pada usia lanjut. OA merupakan tipe arthritis yang terbanyak dengan angka kejadiannya sebesar 240 per 100.000 orang tiap tahun," kata dokter Reggy dalam acara temu media di Jakarta beberapa waktu lalu. 

Ilustrasi nyeri lutut (Pixabay/Knee2768834)
Ilustrasi nyeri lutut (Pixabay/Knee2768834)

Prevalensi osteoarthritis di Indonesia meningkat seiring dengan usia, yaitu sebesar 5 persen pada individu berusia kurang dari 40 tahun, 30 persen pada usia 40 sampai 60 tahun, dan 65 persen pada usia lebih besar dari 61 tahun.

Penyakitt OA lutut biasanya lebih banyak terjadi pada laki-laki, yaitu sebanyak 15,5 persen dan 12,7 persen terjadi pada perempuan. Dokter Reggy menjelaskan bahwa faktor risiko OA tidak hanya karena faktor usia. Tapi juga genetik, aktivitas fisik, obesitas, hingga riwayat cedera. 

"OA merupakan suatu penyakit yang sangat membebani kualitas hidup penderitanya, dan dapat menyebabkan disabilitas. Karena terjadi kerusakan pada sendi secara menyeluruh, dapat melibatkan tulang rawan sendi, bantalan sendi, ligament dan tulang itu sendiri," jelas dokter Reggy. 

Bila sudah terlanjur mengalami pengapuran tulang tersebut, ia menyarankan untuk lakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (Xray, MRI, USG), dan terapi yang diberikan. USG lutut dilakukan untuk melihat struktur-struktur di lutut yang tidak dapat terlihat pada Xray. Juga harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan MRI. 

“OA tidak dapat disembuhkan, namun keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita dapat beraktivitas dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan nyeri. Tatalaksana yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, tidak semua pasien dengan OA mendapat terapi yang sama," jelas dokter Reggy.

Secara garis besar, terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan dengan menggunakan berbagai modalitas fisik, mempercepat regenerasi jaringan dengan modalitas fisik dan terapi regeneratif seperti Prolotherapy, Platelet Rich Plasma, ataupun Secretom. 

baca juga

Adapun gejala penyakit nyeri bagian lutut yang bisa terjadi seperti, sering kesemutan, rasa nyeri lutut dalam waktu lama, lutut tidak bisa digerakkan dan ditekuk, mengalami demam dan muncul kemerahan pada lutut, hingga tidak bisa berdiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Tunggu Tua, Begini Cara Cegah Nyeri Sendi Sejak Muda

Tak Perlu Tunggu Tua, Begini Cara Cegah Nyeri Sendi Sejak Muda

Health | Jum'at, 02 Desember 2022 | 11:22 WIB

Sama-sama Kerusakan Tulang Kronis, Ini Bedanya Osteoporosis dan Osteoarthritis

Sama-sama Kerusakan Tulang Kronis, Ini Bedanya Osteoporosis dan Osteoarthritis

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:55 WIB

Cegah Osteoporosis dan Osteoarthritis, Makanlah 5-6 Buah Plum Setiap Hari!

Cegah Osteoporosis dan Osteoarthritis, Makanlah 5-6 Buah Plum Setiap Hari!

Health | Kamis, 31 Maret 2022 | 08:54 WIB

Terkini

Profil Seraf Naro Siregar Penyumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Profil Seraf Naro Siregar Penyumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Sport | Minggu, 20 September 2026 | 10:26 WIB

5 Rekomendasi HP Kamera 200 MP Terbaik, dari Samsung hingga OPPO!

5 Rekomendasi HP Kamera 200 MP Terbaik, dari Samsung hingga OPPO!

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 10:24 WIB

Agar AC di Rumah Dingin Optimal, Ternyata Keahlian Installer Punya Peran Penting!

Agar AC di Rumah Dingin Optimal, Ternyata Keahlian Installer Punya Peran Penting!

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 10:23 WIB

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

Viral Sekelompok Pelajar Konvoi Pamer Sajam di Flyover Kalibata, Polisi Cek CCTV

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:20 WIB

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Sopir Truk Dikeroyok di Tol Pekanbaru-Dumai, Pelaku Ditangkap

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 10:16 WIB

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

Dede Indra Permana: Kasus Ipda Yayat Harus Diusut Tuntas, yang Terlibat Harus Diproses

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:15 WIB

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

Berguru ke Surya Paloh, Timbalan PM Malaysia Pelajari Trik Gaet Pemilih Muda

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:10 WIB

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Menyambut Musim Durian: 5 Olahan Manis dan Gurih agar Tidak Bosan dan Mubazir

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 10:08 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

×