Dalam upaya menciptakan partisipasi aktif masyarakat, Greeneration Foundation membentuk kader-kader lingkungan yang dibagi ke dalam 4 kategori, yakni Kader Roster yang berperan dalam proses daur ulang plastik multilayer menjadi produk ecobrick untuk bahan bangunan; Kader BSF yang berperan dalam proses pengelolaan sampah organik menggunakan BSF maggot; Kader Kompos yang berperan dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos; dan Kader Biogas yang berperan dalam mengubah sampah organik menjadi biogas.
Memperkuat program usungannya, LSM lingkungan tersebut bermitra dengan 30 kader lingkungan dan 10 destinasi wisata berkelanjutan Banyuwangi untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan pengelolaan sampah serta mengembangkan daerah wisatanya melalui Program Osing Nyampah.
Partisipasi aktif pada tiap-tiap destinasi wisata dalam kegiatan clean-up juga bertujuan untuk memajukan sustainable tourism dengan mengedukasi dan menerapkan pengelolaan sampah, baik kepada masyarakat sekitar maupun kepada wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata tersebut.
“Melalui kolaborasi periode pertama bersama Coca Cola Foundation Indonesia kami berhasil mengelola lebih dari 80 ribu kilogram sampah, termasuk sampah organik, sampah plastik maupun non plastik, hingga sampah residu. Dengan demikian kami telah berhasil mencegah 53 ribu kilogram sampah berakhir di TPA dan memroses sebanyak 754 kilogram sampah menjadi ecobrick serta menghasilkan 6 reaktor biogas,” tambah Nur Almira Rahardyan, Community Empowerment Project Leader.
Sampah organik yang diolah menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk komunitas setempat serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Sementara itu, sampah anorganik, khususnya plastik multilayer seperti kemasan makanan, sachet, dan plastik lapisan lainnya yang sulit terurai secara alami dan memiliki tantangan tersendiri dalam memprosesnya.
Melalui inovasi teknologi, daur ulang plastik multilayer sudah dimungkinkan dengan dipadatkan menjadi ecobrick yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif atau roaster untuk konstruksi.
Dengan demikian, sampah multilayer yang sebelumnya dianggap tidak dapat diproses dan mencemari lingkungan kini dapat dikelola dan mengurangi negatif plastik terhadap lingkungan.
Dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam terwujudnya rancangan program ini, demikian pula disampaikan oleh H. Sugirah selaku Wakil Bupati Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kita terhadap sampah yang sudah kita hasilkan. Hari ini, bahkan ada 120 ton sampah yang dikumpulkan dari wilayah Banyuwangi saja. Sampah yang jumlahnya cukup besar ini menjadi tantangan kita untuk dijadikan peluang dalam hal perbaikan ekosistem maupun peluang ekonomi.”
Greeneration Foundation, Coca Cola Foundation, Emvitrust Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap kolaborasi ini dapat memberikan inspirasi bagi pihak-pihak terkait lainnya untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Melalui kerjasama yang sinergis, program ini diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Banyuwangi dan generasi mendatang.