Indonesia Rawan Bencana, Ini Pentignya Edukasi Tangguh Bencana Untuk Anak Pesantren

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 26 September 2023 | 13:57 WIB
Indonesia Rawan Bencana, Ini Pentignya Edukasi Tangguh Bencana Untuk Anak Pesantren
Ilustrasi bencana banjir - isi tas siaga bencana (Pexels)

Suara.com - Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan akan dampak bencana alam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat 564 peristiwa bencana alam di Indonesia sejak 1 Januari hingga 7 Maret 2023.

Oleh sebab itu penting untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait bencana sejak usia dini. Salah satunya seperti yang dilakukan Yayasan Melati Pertiwi (YMP), Majelis Nasional Forum Alumni Korps HMI Wati MN Forhati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membangun pesantren tanggap bencana. Kegiatan ini berlangsung di Ponpes Cendekia Mandiri, Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Momen ini juga bertepatan dengan semangat Maulid Nabi Muhammad Saw. Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati, Hj. Cut Emma Mutia Ratna Dewi, menjelaskan kegiatan ini bertujuan membantu santri untuk memahami wawasan kebencanaan dan mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.

Pesantren tangguh bencana. (Dok: Istimewa)
Pesantren tangguh bencana. (Dok: Istimewa)

"Kegiatan ini berfokus pada pengembangan sikap profesional dalam bidang penanggulangan bencana bagi santri. Ketiga, kegiatan ini diarahkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana serta menjamin penanggulangan bencana yang terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh," kata Cut Emma dalam keterangannya baru-baru ini. 

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini berusaha untuk menangani dampak buruk yang mungkin timbul akibat bencana, dan mewujudkan kepedulian dan berbagi kepada santri, yang sebagian besar merupakan anak Yatim Piatu/Yatim dan Dhuafa di Ponpes Cendekia Mandiri.

"Kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata dari semangat gotong royong dalam Islam. Kami berharap dapat membantu santri untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi bencana dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama," kata Cut Ema.

Ketua Umum Yayasan Melati Pertiwi (YMP), Andi Maraida, sangat mengapresiasi kerjasama antara lembaga-lembaga ini dalam mempersiapkan pesantren yang tangguh menghadapi bencana.

"Ini adalah langkah positif dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan," ujar Andi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Dirawat Doni Monardo Jarang Pulang ke Rumah: Padahal Ini Loh Bahaya Kerja Berlebihan!

Sebelum Dirawat Doni Monardo Jarang Pulang ke Rumah: Padahal Ini Loh Bahaya Kerja Berlebihan!

Lifestyle | Jum'at, 22 September 2023 | 19:35 WIB

Buku "Media dan Komunikasi Bencana", Potret dan Model Analisis Pemberitaan

Buku "Media dan Komunikasi Bencana", Potret dan Model Analisis Pemberitaan

Your Say | Kamis, 21 September 2023 | 11:36 WIB

Terungkap Alasan Nikita Mirzani Jadi Lebih Kalem, Gegara Dijauhi Teman yang Bukan Artis

Terungkap Alasan Nikita Mirzani Jadi Lebih Kalem, Gegara Dijauhi Teman yang Bukan Artis

Entertainment | Rabu, 20 September 2023 | 07:30 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×