"Karena mungkin terdakwa orang mampu banget bisa mendatangkan ahli-ahli dari luar negeri, ada dokter forensik dari Makassar, dari luar negeri, ya itu memang haknya," sambung Dokter Hastry.
Selain itu, Dokter Hastry memastikan hasil autopsi sudah terang-benderan yakni meninggal karena diracun sianida. Hanya saja siapa yang meletakkan racun itu dan bagaimana caranya adalah urusan penyidik.
"Tapi waktu itu kan siapa yang menaruh racun di kopinya, kan masalahnya di situ. Autopsinya selesai. Iya tidak (tidak diragukan kematian Mirna akibat sianida)," jelas dia.
Menurut Dokter Hastry, keberadaan racun sianida memang dapat menyebabkan kematian. Namun ketika itu ada situasi yang dinilainya rancu, yakni korban sempat dibawa ke rumah sakit.
"Rancunya korban sempat dibawa ke rumah sakit, nggak langsung meninggal, jadi kayaknya pengaruh dikasih obat, infus, gitu," pungkas dia.
Sementara itu pengacara Jessica, Otto Hasibuan menyatakan bahwa jenazah Mirna tidak diautopsi tetapi hanya diambil sampel lambungnya. Ahli forensik dr Djaja Surya Atmadja juga mengamini hal tersebut dan menyebut ditemukan tukak lambung di jasad Mirna.
Kontributor : Trias Rohmadoni